Posts Tagged ‘Cijaringao Placemaking’
Bernyanyi & Bersorak-sorai Di Hutan Bambu Cijaringao | Wonderful Indonesia Music Festival, 22 Juli 2018
Teks : galih sedayu | Fotografi : galih sedayu & Air Foto Network
Hidup memang penuh kejutan. Kadang ada saja tanggung-jawab tak terduga menghampiri hingga akhirnya kita tak punya pilihan selain menerima dan menghadapinya. Singkat cerita, dalam waktu 3 hari saya beserta tim diminta bantuan oleh Kementrian Pariwisata Republik Indonesia untuk menggelar sebuah Festival Musik yang konon memiliki skala Internasional bertempat di Cijaringao, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Meski saya telah punya pengalaman untuk menjadi seorang sutradara dari berbagai festival tingkat internasional, namun tetap saja waktu yang terlalu singkat ini terasa bagai mimpi dan menjadi tantangan tersendiri. Apalagi saya tidak tahu menahu mengenai proses awal yang mendasari mengapa festival ini dihadirkan. Barangkali bagi teman-teman yang membantu, kegiatan ini mesti terjadi dengan alasan demi menjaga nama baik Bandung, atau demi nama baik Jawa Barat, atau bahkan demi nama baik Indonesia. Namun bagi saya alasan paling masuk akal untuk melakukan ini semua adalah karena atas dasar persahabatan & demi kecintaan saya terhadap kreativitas.
Suka duka dalam menjalani segala peristiwa ini saya lalui bersama sahabat saya Kang Taufik Hidayat Udjo selaku pemilik tempat dan penanggungjawab acara, Kang Ismet Ruchimat selaku ketua panitia acara, serta Kang Syarif Maulana yang membantu pertunjukkan musik di acara tersebut. Dari mulai urusan perizinan, koordinasi dengan warga, vendor panggung & sound system, dekorasi, konsumsi, promosi, tamu undangan, hingga menyiapkan tempat di kawasan Hutan Bambu Cijaringao. Beruntung banyak sahabat baik yang membantu seperti Kang Rosid, seniman lukis yang menyiapkan pernak-pernik dekorasi seperti bebegig sawah, dulang, dan perlengkapan tradisional lain yang diharapkan mampu melahirkan nuansa kearifan lokal. Lalu Kang Cepi Suhendar, pemuda dari Karang Taruna di Kampung Cijaringao, yang membantu untuk menggerakkan warganya untuk mengelola area parkir, kuliner tradisional serta keamanan. Belum lagi kebaikan Kang Ismet Ruchimat yang begitu sabar dan tenang dalam menjalankan tugasnya sebagai ketua panitia dan telah mempersembahkan pertunjukkan musik bersama SambaSunda yang begitu sangat memukau dan luar biasa. Ditambah budi baik Kang Taufik Hidayat Udjo yang begitu semangat, begitu totalitas, dan tanpa pamrih dalam mempersiapkan Cijaringao sebagai tempat penyelenggaraan acara festival musik tersebut.
Festival Musik ini diselenggarakan di Cijaringao Hejo Udjo pada hari Minggu tanggal 22 Juli 2018 dari Pukul 13:00 WIB s/d 23:00 WIB. Sejumlah musisi menampilkan suguhan terbaiknya di perhelatan ini dan menjadi pengalaman pertama kali bagi mereka untuk bisa tampil bermusik di area Hutan Bambu Cijaringao. Ada nama Ulle Project, L. Haqeem N Friends, Malire, Trio Bigibas, MaryJane, Ethno Progressive, Mirna, West Java Syndicate, Babenjo, Doel Sumbang dan SambaSunda yang berkolaborasi dengan Patrick Shaw Iversen dan SSJ. Plus acara Talkshow bersama Dewan Kesenian Kota Bandung yang menghadirkan pembicara Rahmat Jabaril, Jae Jalani & Syarif Maulana. Terima kasih Semesta, akhirnya semua peristiwa ini benar-benar terjadi dan telah berakhir. Bagi saya peristiwa ini bukan hanya sekedar Festival Musik namun jauh lebih bermakna. Bahwasanya ini adalah sebuah berita baik perihal bahasa persahabatan yang mampu menyatukan manusia dengan alam. Bagai sebuah kartika di langit yang berseru dalam keheningan hutan.
Cijaringao, 22 Juli 2018
Copyright (c) by galih sedayu
All right reserved. No part of this pictures may be reproduced in any form or by any means, electronic or mechanical including photocopy, recording or any another information storage and retrieval system, without prior permission in writing from photographer.
“Here Comes The Sun” | A Photography Project by galih sedayu
Pada mulanya matahari.
Matahari yang datang dengan setia.
Setia menyapa dari timur hingga barat dalam cinta.
Cinta yang senantiasa terbit dan terbenam.
Terbenam dalam perputaran waktu yang berulang.
Berulang agar alam semesta tetap seimbang.
Seimbang agar gelap dan terang ada.
Ada menjadi tiada seperti hidup manusia.
Manusia semestinya menyadari dan mensyukuri.
Mensyukuri karena berkat dan rejeki.
Rejeki yang sejatinya kita minta setiap hari.
Hari dimana doa senantiasa dipanjatkan kepada Sang Terang Ilahi.
***
In the beginning was the sun.
The sun that come faithfully.
Faithfully greet from east to west with love
Love that always rises and sets.
Sets in turning around of time repeatly.
Repeatly to keep the universe in balance.
Balance to keep the dark and the light are always exist.
Exist become nothing just like a life of human.
Human beeing who realize and grateful.
Grateful foe a blessing and fortune.
Fortune that we always ask everyday .
Everyday where a prayer always offered to the God of light.
***
Teks & Foto / Text & Photographs: galih sedayu
Thanks to The Beatles for the Inspiring Song, “Here Comes The Sun”
#15KaryaFoto #15Photographs

Ende – Flores Island | 30 May 2022

Kelimutu Lake – Flores Island | 29 May 2022

Tate Museum – Liverpool, United Kingdom | 2 September 2019

Cengkeh Afo and Gamalama Spices – Ternate Island | 18 November 2018
Kebon Udjo – Java Island | 23 June 2018
Kebon Udjo – Java Island | 23 June 2018
Manggrove Forest – Bali Island | 6 July 2015
Lovina Beach – Bali Island | 4 July 2015
Ciumbuleuit – Bandung | 24 July 2014
Borobudur Temple – Java Island | 4 March 2014
Punthuk Setumbu – Java Island | 3 March 2014
Tahura Forest – Java Island | 21 July 2013
Cipanas – Java Island | 26 December 2012
Boko Temple – Java Island | 14 October 2011
Papandayan Mountain – Java Island | 2001
Copyright (c) by galih sedayu
All right reserved. No part of this pictures may be reproduced in any form or by any means, electronic or mechanical including photocopy, recording or any another information storage and retrieval system, without prior permission in writing from photographer.