I'LL FOLLOW THE SUN

Love, Light, Live by galih sedayu

Archive for January 2012

Membalut Kata, Memaknai Fotografi

leave a comment »

scan gs_blog_square

Balutan Kata oleh galih sedayu

47) Memotret tidak akan mengubah dunia, namun memotret dapat mengubah cara kita melihat dunia.

46) Fotografi adalah cara, kuasa & seni melihat.

45) Fotografi seperti suara yang hening & sepi. Sendiri tapi tak sendirian.

44) Sejatinya karya foto adalah mata, cahya & warta hidup setiap fotografer.

43) Menonton film, membaca buku & mendengar musik akan melahirkan daya visual dalam memotret.

42) Seorang fotografer profesional tidak akan malu untuk membawa kamera saku ataupun smart phone kemanapun ia pergi. Ia akan bilang bahwa seorang Jenderal pun tidak akan membawa senjata bazoka kemana-mana.

41) Kamera yang terbaik adalah kamera yang kita miliki.

40) Fotografi adalah sebuah pekerjaan bermain yang dilakukan dengan cara tidak main-main.

39) Akan selalu ada suka atau tidak suka dalam fotografi, tetapi tidak akan pernah ada benar atau salah dalam fotografi.

38) Mempelajari fotografi sesungguhnya adalah belajar mengenal diri sendiri kemudian mentransfer ide yang muncul ke dalam bentuk visual.

37) Sesungguhnya fotografi adalah medium hening yang merefleksikan ide-ide manusia.

36) Karya foto yang baik adalah yang paling sederhana dari kesemuanya.

35) Karya Foto yang mendekati sempurna adalah sebuah rencana yang matang dari si pemotret dan bertemu dengan sebuah kesempatan.

34) Fotografi identik dengan sebuah kebebasan. Kebebasan untuk melihat, mengambil dan bertanggung-jawab terhadap apa yang kita rekam.

33) Memotret adalah kegiatan otak, bukan alat.

32) Fotografi akan selalu abadi apabila seorang pemotret dapat hidup dengan tenang bersama segala perbedaan yang ada di dalamnya.

31) Ketika kita lelah berkata-kata, saat itulah fotografi yang menggantikan.

30) Sebuah foto adalah gambaran potret masa lalu, masa kini sekaligus masa yang akan datang.

29) Musuh utama fotografi adalah keengganan menjawab pertanyaan yang muncul dari karya foto yang dihasilkan.

28) Kekuatan foto muncul dari sebuah isu yang disuguhkan, bukan dari teknik yang diperlihatkan.

27) Sebuah karya foto seharusnya tidak memihak, tetapi melawan.

26) Semestinya seorang fotografer sejati tidak pernah menaklukan seorang wanita dengan kameranya.

25) Fotografi adalah sebuah seni melihat, seni merekam & seni menceritakan.

24) Tidak ada istilah karya foto yang jelek. Yang ada hanyalah karya foto yang baik & karya foto yang baik sekali.

23) Fotografi diciptakan bukan untuk disimpan, melainkan untuk dibagikan ke seluruh dunia.

22) Tidak perlu tempat yang sangat jauh untuk memotret, mulailah dari hal-hal kecil di sekitar kita.

21) Begitu banyak realitas di negara kita yang sebenarnya belum diungkap secara visual melalui foto.

20) Sejatinya estetika fotografi itu cenderung bergerak, berubah dan mengalir.

19) Seberapa hebat dan sepiawainya seorang fotografer kelas dunia, tidak akan mengalahkan kejujuran dan cara pandang seorang anak kecil.

18) Sebuah kota yang kita diami dapat menjadi selembar kertas putih yang siap untuk direkam melalui fotografi.

17) Jika kita hanya memikirkan bagaimana menghasilkan uang dari fotografi, setelah tua kita akan menyadari bahwasanya kita tidak berkarya apapun dalam hidup.

16) Pendekatan fotografi yang paling abadi menurut saya adalah berkomunikasi langsung dengan manusia.

15) Setiap orang memiliki cara pandang yang personal tatkala merekam sebuah obyek foto. Sebagian suka, sebagian tidak.

14) Kita tidak dapat memaksakan semua orang untuk menyukai hasil karya kita. Yang dapat kita lakukan adalah menyukai karya foto yang telah kita buat.

13) Memotret hal yang kecil yang dilakukan dengan cara yang benar lebih baik daripada memotret hal besar yang masih direncanakan.

12) Karya Fotografi apapun tidak akan merusak selama pikiran kita ibarat sebuah payung yang terbuka lebar.

11) Setiap benda di dunia yang kita rekam melalui kacamata fotografi selalu memiliki keindahannya tersendiri.

10) Foto yang kuat berisikan segala hal tentang opini, ideologi & pesan yang coba kita sampaikan di dalamnya.

9) Sangatlah umum ketika kita melihat perbedaan yang mendasar antara karya fotografer tua dengan yang muda. Karena walaubagaimanapun karya foto mereka akan lebih banyak mewakili era atau jaman yang dialami oleh masing-masing.

8) Sebuah foto adalah suara tanpa bunyi dan kadang perang tanpa pertumpahan darah.

7) Entah mengapa sebagian orang menganggap bahwa semakin tinggi tingkat intelektualitas fotografer, semakin tidak dimengerti juga karya foto yang dihasilkan oleh fotografer tersebut.

6) Sebuah foto dapat menjadi simbol untuk melepas kerinduan terhadap seseorang sekaligus menciptakan kebencian yang mendalam terhadap seseorang.

5) Fotografi tidak akan pernah mati selama ia memainkan perannya dengan bijaksana untuk melakukan perubahan-perubahan sosial.

4) Tatkala kita memotret, sejatinya pikiran dan ide kita mengalir dari mulai otak hingga berakhir pada jari yang kita gunakan untuk mengeksekusi gambar.

3) Martabat fotografi akan selalu dijunjung tinggi selama sikap & tindakan pemotret mencerminkan kebenaran.

2) Karya foto yang baik ibarat restoran padang, sederhana.

1) Cara terbaik mengasah kemampuan fotografi adalah jangan pernah membiarkan mata kita tertutup.

Bandung, 7 November 2010

***

Copyright (c) by galih sedayu
All right reserved. No part of this writing may be reproduced in any form or by any means or any another information storage and retrieval system, without prior permission in writing from photographer.

Advertisements

Written by Admin

January 12, 2012 at 1:31 pm

Gua Pawon Memanggil

leave a comment »

Foto & Teks : galih sedayu

9 Desember 2000. Sudah layak & sepantasnya lah tanggal ini menjadi sebuah momen dan tonggak bersejarah bagi temuan dunia Arkeologi Indonesia khususnya di Jawa Barat. Tatkala Kelompok Riset Cekungan Bandung (KRCB) yaitu sebuah kumpulan kecil orang-orang sederhana yang merupakan peneliti independen, berhasil menemukan benda-benda prasejarah buah hasil penelitian mereka yang menggunakan metode geomagnetik di dalam sebuah situs hunian era manusia purba yang bernama Gua Pawon. Pasca awal penemuan tersebut, pada tahun 2003 Balai Arkeologi Bandung melakukan penggalian secara lebih sistematik dan berhasil mengungkap misteri kebesaran Gua Pawon dengan berbagai penemuan berharga. Salah satunya adalah kerangka manusia lengkap yang ditemukan dalam posisi meringkuk. Alhasil setelah temuan fenomenal itu, nama Gua Pawon pun kembali menjadi perbincangan yang hangat di kalangan para peneliti dan penjelajah sejarah. Sebenarnya keberadaan Gua Pawon itu sendiri sudah ada sejak lama dan pernah diberitakan oleh R. Prajatna Koesoemadinata (Guru Besar Emeritus & Ikatan Ahli Geologi Indonesia) dalam laporan survei geologi yang dilakukan pada tahun 1959. Meski begitu saat ini masih banyak masyarakat kita yang belum mengenal sama sekali atau bahkan mau peduli terhadap aset peradaban prasejarah tersebut.

Gua Pawon sebenarnya merupakan sebuah gua tebing yang berada di sekitar kawasan Danau Bandung Purba, tepatnya di daerah Pasir Pawon, Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, sekitar 25 km sebelah Barat kota Bandung. Akses untuk menuju tempat ini sebenarnya relatif mudah meski harus memasuki kawasan karst citatah dengan kondisi jalan yang tidak mulus dan udara yang sangat berdebu akibat penggalian batu kapur di sekitarnya. Karena kondisinya yang gelap & lembab, Gua Pawon pun menjadi tempat bermukim yang menggembirakan bagi sekelompok binatang malam yaitu kelelawar. Tak heran maka sebagian masyarakat setempat masih ada yang menggantungkan nasib hidupnya demi sesuap nasi untuk mencari nafkah di Gua Pawon dengan cara mengambil pupuk dari kotoran kelelawar tersebut. Selain itu menurut masyarakat setempat, Gua Pawon juga menjadi salah satu persinggahan & daya magnet bagi para pencari ilmu gaib dengan melakukan tapa di situs prasejarah tersebut. Saat ini Gua Pawon menjadi salah satu obyek wisata yang menarik di daerah Jawa Barat berkat perjuangan gigih dari segelintir kelompok yang peduli terhadap pelestarian lingkungan diantaranya Kelompok Riset Cekungan Bandung (KRCB). Bahkan tidak jauh dari lokasi Gua Pawon tersebut akhirnya pemerintah berinisiatif dan tengah dilakukan proses pembangunan Museum Gua Pawon.

Untuk itulah saya mencoba untuk menyampaikan melalui foto-foto ini, pesan visual yang menggema dari dinding-dinding batu Gua Pawon, yang tak pernah diam untuk selalu memanggil kita saat ini. Melalui fotografi, media yang sarat dengan keheningan ini, setidaknya ada sebuah suara kecil yang terdengar berupa cita & harapan besar bagi kelangsungan Gua Pawon. Sehingga muncul sejumlah kesadaran-kesadaran kecil manusia yang pada nantinya akumulasi kesadaran tersebut menjadi besar hingga mampu menciptakan sebuah sikap & tindakan nyata. Agar mereka selalu memiliki waktu untuk tetirah dan mencari jawaban dari misteri Gua Pawon yang kelak dapat kita wariskan kepada anak cucu kita. Kita akan selalu berharap, meskipun teriknya sinar matahari dan hujan badai yang menerjang tubuh Gua Pawon, namun ia akan tetap berdiri tegak dan menjadi saksi bisu bagi sebuah peradaban manusia yang panjang. Sampai suatu saat nanti.

Bandung, 7 Januari 2012

copyright (c) 2012 by galih sedayu
all right reserved. no part of this writting & pictures may be reproduced in any form or by any means, electronic or mechanical including photocopy, recording or any another information storage and retrieval system, without prior permission in writing from photographer.

Written by Admin

January 12, 2012 at 6:22 am