I'LL FOLLOW THE SUN

Love, Light, Live by galih sedayu

Archive for February 2015

Jembatan Baru Antara Bandung dan Badan Ekonomi Kreatif Indonesia

leave a comment »

Sebuah catatan kecil dari acara jorowok bdg (ngobrol santai “ekonomi kreatif sebagai daya kompetitif kota-kota dunia” bersama triawan munaf dan ridwan kamil) di simpul space BCCF

Teks oleh galih sedayu | Foto oleh Sandhana Andrio & Dudi Sugandi

Simpul Space, sebuah ruang jejaring komunitas yang dikelola oleh Bandung Creative City Forum (BCCF), kala itu terlihat ramai dan penuh sesak dipenuhi berbagai komunitas yang hadir dalam acara Jorowok Bdg. Tepatnya pada hari sabtu tanggal 21 Februari 2015, ratusan individu terlihat menyeruak hingga memadati Simpul Space BCCF sejak pukul satu siang. Acara rutin Jorowok Bdg yang diinisiasi oleh BCCF tersebut kali ini memang berbeda, dimana narasumber yang diundang adalah Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Triawan Munaf dan Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil. Adapun topik yang dibahas dalam acara ngobrol santai saat itu adalah “Ekonomi Kreatif Sebagai Daya Kompetitif Kota-Kota Dunia”.

Acara akhirnya baru dimulai sekitar pukul setengah empat sore. Selain Triawan Munaf & Ridwan Kamil, terlihat beberapa tokoh kota bandung seperti Ipong Witono, Aat Soeratin, Hari Pochang, Irvan Noeman dan Taufik Hidayat Udjo turut meramaikan acara tersebut. Sebelum acara dimulai, seperti biasa lagu wajib Indonesia Raya berkumandang yang dinyanyikan oleh semua orang yang berada di sana. Setelah itu suguhan apik dari Saung Angklung Udjo berupa “Grand Angklung” dimainkan oleh Wildan, seorang pemain angklung pria sembari berduet harmonis dengan Eya Grimonia, seorang pemain biola wanita. Kemudian persembahan kedua dilanjut berupa penampilan kabaret dengan tema “World of Culture” dari siswa siswi SMA 11 yang tergabung di komunitas Forum Kabaret Bandung. Lalu setelah itu, video profil motion graphic tentang program BCCF pun ditampilkan di hadapan para pengunjung. Dan sesudahnya, wakil ketua BCCF sekaligus direktur Helarfest, Tegep Octaviansyah atau yang lebih beken disebut Tegep Boots menyampaikan paparannya mengenai rangkaian festival kota demi memeriahkan 60 tahun perayaan Konferensi Asia Afrika (KAA) pada bulan april 2015 nanti.

Setelah semua seremoni selesai, acara utama Jorowok Bdg pun dimulai yang dimoderatori oleh direktur program BCCF, galih sedayu. Pada kesempatan pertama, Triawan Munaf memaparkan cerita perihal pembentukan Badan Ekonomi Kreatif. Triawan mengatakan bahwa ia dipilih langsung oleh “Rembug Kreatif”, sebuah kelompok yang terdiri dari para pelaku dan jejaring industri kreatif di Indonesia. Bila melihat riwayat hidupnya, Triawan Munaf lahir di kota Bandung pada tanggal 28 November 1958 yang silam. Di awal karirnya, ia sempat tergabung dengan sebuah band asal Bandung yang bernama “Giant Step”. Setelah itu ia mulai berkarir secara profesional di dunia periklanan. Triawan Munaf sendiri dilantik oleh Presiden Jokowi pada tanggal 26 Januari 2015 berdasarkan Keputusan Presiden No. 9/P Tahun 2015.

Dalam presentasinya, Triawan Munaf menyebutkan bahwa visi dari Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia adalah “INDONESIA menjadi salah satu kekuatan utama dunia dalam Ekonomi Kreatif di tahun 2030”. Triawan juga menyebutkan bahwa misi dari Badan Ekonomi Kreatif ini yaitu 1) Menyatukan seluruh aset dan potensi kreatif Indonesia untuk mencapai ekonomi kreatif yang mandiri ; 2) Menciptakan iklim yang konduksif bagi pengembangan industri kreatif ; 3) Mendorong inovasi di bidang kreatif yang memiliki nilai tambah dan daya saing di dunia internasional ; 4) Membuka wawasan dan apresiasi masyarakat terhadap segala aspek yang berhubungan dengan ekonomi kreatif ; 5) Membangun kesadaran dan apresiasi terhadap hak kekayaan intelektual, termasuk perlindungan hukum terhadap hak cipta ; 6) Merancang dan melaksanakan strategi yang spesifik untuk menempatkan Indonesia dalam peta ekonomi kreatif dunia.

Badan Ekonomi Kreatif ini sendiri bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Dimana Kepala Badan Ekonomi Kreatif ini membawahi Wakil Kepala, Sekretaris, dan beberapa Deputi yang terdiri dari Deputi Riset, Edukasi & Pengembangan ; Deputi Akses Permodalan ; Deputi Infrastruktur ; Deputi Pemasaran & Internasional ; Deputi HKI & Penegakan Hukum Karya Indonesia ; serta Deputi Hubungan Antar Lembaga & Wilayah. Kemudian para Deputi ini membawahi sebuah Team (War Room) yakni perwakilan dari 11 group sub sektor yang terdiri dari 33 s/d 55 orang. Agar program yang dijalankan oleh Badan Ekonomi Kreatif ini lebih fokus dan terarah, maka dari 16 sub sektor industri kreatif yang ada di Indonesia, akan diprioritaskan terlebih dahulu kepada sub sektor industri yang termasuk ke dalam program “Inisiatif Strategis” yaitu Film, Aplikasi Digital, Musik (FAM) serta sub sektor industri kuliner dengan jargonnya Rasa Indonesia Mendunia dan craft (kerajinan tangan) dengan jargonnya Kriya Indonesia Mendunia. Sedangkan untuk program “Infrastruktur”, akan lebih difokuskan kepada Pusat Data & Aset ; Pusat Logistik ; Pilot Project “Kota Kreatif” ; Sosialisasi Lembaga Manajemen Kolektif ; Pusat Pertunjukkan ; serta Pusat Permodalan Ekonomi Kreatif. Kemudian untuk program “Event”, yang menjadi prioritas adalah event Asian Games 2018 dan World Craft Festival. Ada berita baik yang disampaikan oleh Triawan Munaf pada acara Jorowok Bdg. Ia mengatakan bahwa saat ini yang namanya ide atau gagasan kreatif dapat dijadikan agunan untuk memperoleh modal. Meski demikian mekanismenya masih belum disusun secara tuntas. Dalam kesempatan tersebut, Triawan Munaf mengatakan bahwa Badan Ekonomi Kreatif sangat memerlukan kolaborasi Bandung beserta komunitasnya untuk menjalankan program-programnya terutama di program Pilot Project “Kota Kreatif”.

Sementara dalam acara Jorowok Bdg tersebut, Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil memaparkan perihal “Managing Bandung” yang dijabarkan melalui 3 hal utama yakni Innovation, Decentralisation dan Collaboration. Ia mengatakan bahwa Bandung berencana membangun “Creative Centre” dan “Innovative Centre” demi mendukung pengembangan ekonomi kreatif Indonesia. Dalam hal ini, rencana tersebut terpacu kepada Thailand Creative & Design Centre (TCDC) yang sudah ada di negara Thailand. Meski Thailand sudah selangkah lebih maju dari Indonesia, namun Ridwan Kamil mengatakan bahwa “kita tidak perlu kuatir, tapi kita harus mampu mengejar Thailand di pengkolan”, begitu ucapnya sambil bercanda. Creative Centre ini merupakan sebuah gedung bertingkat yang terdiri dari berbagai ruang yang diperuntukkan bagi komunitas, perpustakaan, kelas, toko yang menjual produk kreatif bandung, cafe, dan lain sebagainya. “Ground Breaking” gedung yang terletak di Jalan Laswi (sebelah rumah makan bumbu desa) ini rencananya akan dilakukan pada bulan April 2015 nanti. Karenanya ia berharap agar Presiden Jokowi dapat hadir untuk melihat salah satu contoh pembangunan Creative Centre yang baru pertama kali ada di Indonesia. Setelah pembangunan Creative Centre selesai, ia akan melanjutkan pembangunan Innovative Centre, yang berfungsi sebagai workshop atau laboratorium bagi para pelaku industri kreatif di kota bandung.

Selain itu Ridwan Kamil memperlihatkan slide perihal rencana pembangunan kawasan Bandung Technopolis di daerah Gedebage, yang akan menjadi sebuah kota baru di masa mendatang. Ia pun menyebutkan bahwa rencana yang telah dibuat olehnya bukanlah sebuah “mimpi” melainkan “visi”. Ia mengatakan perbedaan antara mimpi dan visi adalah bahwa mimpi itu masih sebatas angan-angan atau keinginan saja sedangkan visi adalah mimpi yang dipersiapkan dan dijalankan. Oleh karenanya ia pun sempat berujar bahwa batas kreativitas adalah imajinasi. Imajinasi inilah yang diharapkan dapat menjadi bahan bakar bagi perkembangan industri kreatif. Di akhir presentasinya, Ridwan Kamil mengatakan bahwa Bandung sangat siap dan terbuka untuk berkolaborasi dengan Badan Ekonomi Kreatif untuk membantu mewujudkan cita-cita demi mengembangkan ekonomi kreatif Indonesia.

Melihat hal ini semua, sudah semestinya kita patut memberikan kepercayaan penuh kepada Badan Ekonomi Kreatif yang saat ini dipimpin oleh Triawan Munaf, untuk menjalankan program-programnya ke depan. Setelah Trust ini terbentuk, hendaknya lah “kolaborasi” bahkan “kolaborasa” dapat terjalin agar ekonomi kreatif di Indonesia dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Connection, Collaboration, Commerce. Kira-kira begitulah kata kunci untuk meraih cita-cita mulia ekonomi kreatif Indonesia. Akhir kata, tangan & hati Bandung selalu terbuka untuk membuktikan mimpi yang kini menjadi visi tersebut, sehingga karya dan jejak terbaik akan selalu dapat ditorehkan dengan manis ke dalam peradaban ekonomi kreatif Indonesia.

@galihsedayu | Bandung, 21 Februari 2015

jorowok bdg rk & tm

jorowok bdg rk & tm

jorowok bdg rk & tm

jorowok bdg rk & tm

jorowok bdg rk & tm

jorowok bdg rk & tm

jorowok bdg rk & tm

jorowok bdg rk & tm

jorowok bdg rk & tm

jorowok bdg rk & tm

jorowok bdg rk & tm

jorowok bdg rk & tm

jorowok bdg rk & tm

jorowok bdg rk & tm

jorowok bdg rk & tm

jorowok bdg rk & tm

jorowok bdg rk & tm

Copyright (c) 2015 by bccf
All right reserved. No part of this writting & pictures may be reproduced in any form or by any means, electronic or mechanical including photocopy, recording or any another information storage and retrieval system, without prior permission in writing from writer & photographer.

Advertisements

Buku & Jurnal Foto karya galih sedayu

leave a comment »

 

Buku Foto adalah mata, cahya & warta hidup seorang manusia

Setiap manusia tentunya mengalami sejumlah momen & peristiwa. Begitu pula dengan saya. Setiap hari mata saya melihat berbagai imaji dalam hidup. Namun tentunya hanya sebagian saja dari pengalaman melihat tersebut yang mampu saya catat dan bekukan melalui medium fotografi. Yang kemudian saya hidangkan dalam bentuk himpunan buku & jurnal foto agar bisa dinikmati serta dirasakan bagi semua orang yang ingin mencicipinya. Kegemaran saya untuk merekam & mengarsipkan visual barangkali menjadi pemantik diri sehingga literasi foto ini ada. Saya sangat bersyukur karena tapak visual yang saya hadirkan ini bisa terjadi karena sebuah kekuatan yang bernama kolaborasi. Dimana ini semua lahir berkat buah sinergi dari para sahabat yang menjalin simpul di sana. Dari mulai desainer grafis, ilustrator, desainer produk, penerjemah, editor foto hingga fotografer lain yang menjadi teman diskusi. Saat ini kumpulan buku & jurnal foto tersebut saya simpan dan bisa dibaca di ruang perpustakaan AFN yang beralamat di Komplek Surapati Core, Jalan PHH. Mustofa 39 Bandung. Kiranya buku foto ini dapat menjadi refleksi serta ingatan abadi sepenggal ide & opini saya yang dituturkan dalam bahasa fotografi. Agar saya tetap mengerti bahwa hidup itu sangat bernilai dan sudah semestinya kita selalu berbagi cerita kepada yang lain. Tentang diri kita, tentang hidup kita, tentang dunia kita.  

– galih sedayu –

* Personal Photo Book [Published] : 2 buah ; Collaboration Photo Book [Published] : 4 buah ; Dummy Photo Book {Unpublished] : 25 buah

***

* PERSONAL PHOTO BOOKS {PUBLISHED}

Deus Providebit
Fotografer : galih sedayu
Desain Grafis : Anjar Gumie
Penerbit : Air Foto Network & Ruang Kolaborasa

Topik : A Love Book ; In Memoriam of Christine Listya
Terbit : Bandung, 30 Januari 2016 | 500 eks
Spesifikasi Buku : 15 x 20,5 cm ; 170 Halaman

deus-providebit_square_blog

Bandung From Spaces To Places
Fotografer : galih sedayu
Desain Grafis : Irman Nugraha
Penerbit : Air Foto Network

Topik : Ruang Publik Kota Bandung
Terbit : Bandung, Desember 2013 | 1000 eks
Spesifikasi Buku : 21,5 x 30 cm ; 158 Halaman
ISBN : 978-602-14408-1-0

bdg-from-spaces-to-places_gs-01

***

* COLLABORATION PHOTO BOOKS {PUBLISHED}

Asian African Parade
Fotografer : galih sedayu, Ruli Suryono & Sudarmanto Edris
Desain Grafis : Anjar Gumilar
Penerbit : Air Foto Network
Topik : Parade Kostum Asia Afrika
Terbit : Bandung, April 2015 | 500 eks

Spesifikasi : 21 x 14,5 cm ; 78 Halaman 

asian-african-parade_square

Home of Creative Minds
Fotografer : galih sedayu & Dudi Sugandi
Desain Grafis : Irman Nugraha
Illustration : Benny Prabowo & Taufan Aditya
Penerbit : Air Foto Network
Topik : Bandung Tourism
Terbit : Bandung, April 2015 | 1000 eks

Keterangan : Buku suvenir ekslusif bagi para delegasi KAA 2015
Spesifikasi : 21 x 14,5 cm ; 94 Halaman 

home-of-creative-minds

Bandung Nu Urang
Fotografer : galih sedayu, Amirudin Fuad Ridlo, Ardiles Klimarsen, Arya Magindra, Arya Marta, Ayi Rahmat Hidayat, Barly Isham Arsatadany, Eligius Adi Darma, Endras Septiano, Fitra Ananta Sujawoto, Gunawan Winata, Ivan Arsiandi, Jakobus Gunawan, Julius Tomasowa, Krisna Satmoko, Lestari Perangin Angin, Mia Sjahir, Myke Jeanneta, Refa I Adiredja, Rifan Wahyudi, Satya Andhika, Siti Desintha, Sjuaibun Iljas, Sudarmanto Edris, Walgi Efriyan & Wiwit Setyoko
Desain Grafis : Maulin Tohir
Penerbit : Air Foto Network
Topik : Industri Kreatif Bandung
Terbit : Bandung, 19 Juli 2014 | 1000 eks

Spesifikasi : 21 x 14,5 cm ; 94 Halaman 

bdg-nu-urang-02

Creative Indonesia | A Nation In Change
Fotografer : Agus Bebeng, Ahmad Subaidi, Akbar Nugroho Gumay, Andika Betha, Andika Wahyu, Ari Bowo Sucipto, Basrul Haq, Bhakti Pundhowo, Dudi Sugandi, Eric Ireng, Fanny Octavianus, galih sedayu, Herry Hermawan, Irsan Mulyadi, Ismar Patrizki, Jefri Aries, John Suryaatmadja, Maulana Surya Tri Utama, Noveradika, Nyoman Budhiana, Prasetyo Utomo, Puspa Perwitasari, R. Rekotomo, Rahmad Gunawan, Regina Safri, Rezza Estily, Rosa Panggabean, Sahrul Manda Tikupadang, Saptono, Tchandra Moh Amin, Teresia May, Wahyu Putro, Widodo S. Jusuf, Wildan Anjarbakti, Yori Antar, Yudi Mahatma, Yusran Uccang
Penerbit : Pusat Hubungan Masyarakat Kementrian Perdagangan Republik Indonesia
Penasehat : Mari Elka Pangestu (Menteri Perdagangan)

Terbit : Jakarta, Oktober 2011 | 1000 eks
Spesifikasi : 21,5 x 28,5 cm ; 208 Halaman
ISBN : 978-602-9179-02-6

creative-indonesia1

***

* DUMMY PHOTO BOOKS {UNPUBLISHED}

Beroleh Hijau di Pasar Cijaringao
Fotografer : galih sedayu
Desain Grafis : Karlina Dian Agustina

Topik : Festival Pasar Cijaringao
Lokasi & Waktu : Cijaringao Hejo Udjo, Jawa Barat |12 Agustus 2018
Spesifikasi : 14,5 x 21,5 cm ; 68 Halaman

beroleh hijau di cijaringao_blog

He(Art) of Silence
Fotografer : galih sedayu
Desain Grafis : Agung Yunia
Editor & Supervisi Foto : Ruli Suryono
Topik : Silent Bandung
Lokasi & Waktu : Bandung | 2011 – 2016
Spesifikasi : 19 x 25,5 cm ; 218 Halaman

Heart of Silence_gals

heart of silence_02_gals

Selewat Mata Merasakan Penang
Fotografer : galih sedayu
Desain Grafis : Rizkia Noviarianti

Topik : “Street Photography” di Penang
Lokasi & Waktu : Penang, Malaysia | 26 November 2015
Spesifikasi : 15 x 20,5 cm ; 33 Halaman

selewat-mata-penang_gals

Pesona Dunia Pantai Padang-Padang
Fotografer : galih sedayu
Desain Grafis : Resti Diah

Topik : Foto Cerita Perihal Pantai Padang-Padang
Lokasi & Waktu : Bali, 7 Juli 2015
Spesifikasi : 13 x 14,5 cm ; 18 Halaman

pesona-dunia-pantai-padang_gals

Hutan Mangrove Pagar Penguat Pantai Bali
Fotografer : galih sedayu
Desain Grafis : Nur Arif Sifa Fadilah

Topik : Foto Cerita Perihal Hutan Mangrove
Lokasi & Waktu : Bali, 6 Juli 2015
Spesifikasi : 14,5 x 21,5 cm ; 22 Halaman

hutan-mangrove-bali_gals

Mencari Surga Di Pantai Balangan
Fotografer : galih sedayu
Desain Grafis : Fauzi Satria

Topik : Foto Cerita Perihal Pantai Balangan
Lokasi & Waktu : Bali, 2 Juli 2015
Spesifikasi : 13 x 18,5 cm ; 18 Halaman

mencari-surga-di-pantai-balangan_gals

Geliat Bergerak Industri Kreatif Tasikmalaya
Fotografer : galih sedayu
Desain Grafis : Demas Pradama
Topik : Foto Cerita Perihal UKM Di Sentra Industri Tasikmalaya
Lokasi & Waktu : Tasikmalaya, 10 Desember 2014
Spesifikasi : 15,5 x 22 cm ; 40 Halaman

geliat-bergerak-tasik_gals

Gegap Gembita Bobotoh Menyambut Sang Juara Maung Bandung
Fotografer : galih sedayu
Desain Grafis : Adhytia Rizkianto
Topik : Foto Cerita Perihal Perayaan Kemenangan Persib Dalam Final Liga Super Indonesia
Lokasi & Waktu : Bandung, 9 November 2014
Spesifikasi : 14,5 x 21,5 cm ; 16 Halaman

gegap-gembita-bobotoh_gals

Pokok Hidup Temanggung Di Lahan Perkebunan Tembakau
Fotografer : galih sedayu
Desain Grafis : Anjar Gumilar D
Tema : Foto Cerita Perihal Perkebunan Tembakau
Lokasi & Waktu : Temanggung, Jawa Tengah | 19 Agustus 2014
Spesifikasi : 15 x 20 cm ; 56 Halaman

galih sedayu

Mengintip Penang, Mengetuk George Town
Fotografer : galih sedayu
Desain Grafis : Adhytia Rizkianto
Topik : “Street Photography” Perihal George Town
Lokasi & Waktu : George Town, Penang, Malaysia | 1-4 Agustus 2014
Spesifikasi : 14 x 21 cm ; 26 Halaman 

mengintip penang mengetuk george town

Japan In Some Moment | Pandangan Pertama Di Negeri Matahari Terbit & Senandung
Fotografer : galih sedayu
Desain Grafis : Anjar Gumilar D
Topik : “Street Photography” & Foto Cerita Perihal Pedestrian
Lokasi & Waktu : Tokyo & Hamatsu, Jepang | 9-12 Juni 2014
Spesifikasi : 15 x 20,5 cm ; 46 Halaman

galih sedayu

Detak Jantung Di Danar Hadi
Fotografer : galih sedayu
Desain Grafis : Fauzi Satria
Topik : Foto Cerita Perihal Para Pekerja Batik Di Danar Hadi
Lokasi & Waktu : Solo | 5 Maret 2014
Spesifikasi : 14,5 x 21,5 cm ; 29 Halaman

detak-jantung-danar-hadi_gals

Oh Borobudur
Fotografer : galih sedayu
Desain Grafis : Resti Diah
Topik : Foto Cerita Perihal Candi Borobudur Yang Dirusak
Lokasi & Waktu : Jogyakarta | 4 Maret 2014
Spesifikasi : 11 x 14,5 cm ; 29 Halaman

oh-borobudur_gals

Antara Ketenangan & Kekuatiran Raja Di Taman Sari Yogyakarta
Fotografer : galih sedayu
Desain Grafis : Amalia Nurbayti
Topik : Foto Cerita Perihal Situs Sejarah Taman Sari
Lokasi & Waktu : Jogyakarta | 2 Maret 2014
Spesifikasi : 10,5 x 14,5 cm ; 25 Halaman

tamansari_gals

Kita Selfie Maka Kita Ada
Fotografer : galih sedayu
Desain Grafis : Riyan Putra Lesmana
Topik : Foto Cerita Perihal Kegiatan “Selfie & Welfie”
Lokasi & Waktu : Bandung, Bali, Jepang, Puncak | Periode 2014-2015
Spesifikasi : 14 x 14 cm ; 54 Halaman

kita-selfie_gals

Demonstrasi Hening Para Pengawal Hutan
Fotografer : galih sedayu
Desain Grafis : Anjar Gumilar
Topik : Foto Seri Perihal Lukisan Mural Oleh Para Seniman Bandung Di Pagar Seng Hutan
Lokasi & Waktu : Hutan Kota Dunia Babakan Siliwangi, Bandung | 10 April 2013
Spesifikasi : 20 x 20 cm ; 54 Halaman

galih sedayu

15 Days
Fotografer : galih sedayu
Desain Grafis : Cintya Nur Ramadhian
Topik : Foto Cerita Perihal Perayaan Cap Go Me
Lokasi & Waktu : Bandung, Periode Tahun 2012-2013
Spesifikasi : 15 x 21,5 cm ; 51 Halaman

15-days_gals

Anjing Blues
Fotografer : galih sedayu
Desain Grafis : Riyan Putra Lesmana
Topik : Foto Cerita Perihal Kehidupan Anjing Di Pantai
Lokasi & Waktu : Bali & Pangandaran ; Periode Tahun 2013-2015
Spesifikasi : 10 x 12 cm ; 30 Halaman

anjing-blues_gals

Kampung Taman Sari
Fotografer : galih sedayu
Desain Grafis & Ilustrasi : Intan Daniar
Topik Karya Foto : Foto Cerita Perihal Kampung Taman Sari
Lokasi & Waktu : Bandung ; Periode Tahun 2011-2012
Spesifikasi Jurnal  : 25,5 x 18 cm ; 55 Halaman

kpg-taman-sari_gals

Simpul Kebersamaan Di Kampung Dago Pojok
Fotografer : galih sedayu
Desain Grafis : Dyah Hastiasa Chidmawati
Topik : Foto Cerita Perihal Kampung Kreatif Dago Pojok
Lokasi & Waktu : Kampung Dago Pojok, Bandung | 10 Juni 2012
Spesifikasi : 15 x 21 cm ; 36 Halaman

simpul-dago-pojok_gals

Membaca Sunda
Fotografer : galih sedayu

Desain Grafis : Aulia C. Islamy
Topik : Foto Cerita Festival Budaya Masyarakat Adat Sunda
Lokasi & Waktu : Pasir Impun, Bandung | 3 Juni 2012
Spesifikasi : 15,5 x 22,5 cm ; 36 Halaman

DSCF6717_blog

Dalam Nama Kuda
Fotografer : galih sedayu
Desain Grafis : Syifa Nadzifa
Topik : Foto Seri Perihal Nama-Nama Kuda
Lokasi & Waktu : Cilaki, Bandung | 13 Mei 2012
Spesifikasi : 14,5 x 21,5 cm ; 40 Halaman

dalam-nama-kuda_gals

Kampung Akustik Cicadas
Fotografer : galih sedayu
Desain Grafis : Cintya Nur Ramadhian
Topik : Foto Cerita Perihal Kampung Kreatif Cicadas
Lokasi & Waktu : Kampung Cicadas, Bandung  | 6 April 2012
Spesifikasi : 14,5 x 21,5 cm ; 43 Halaman

kampung-akustik-cicadas_gals

Refleksi & Jejak Jaman Di Gunung Padang
Fotografer : galih sedayu
Desain Grafis : Dyah Hastiasa Chidmawati
Topik : Foto Cerita Perihal Situs Megalitikum Gunung Padang
Lokasi & Waktu : Cianjur, Jawa Barat | Periode Tahun 2011-2012
Spesifikasi : 14,5 x 22 cm ; 35 Halaman

gunung-padang_gals

Secercah Kearifan Di Kampung Naga
Fotografer : galih sedayu
Desain Grafis : Varren Vilamizar
Topik Karya Foto : Foto Cerita Perihal Kehidupan Kampung Naga
Lokasi & Waktu : Tasikmalaya, Jawa Barat ; Periode Tahun 2011 – 2013
Spesifikasi Jurnal  : 14,5 x 21 cm ; 102 Halaman 

secercah-kearifan_gals

Copyright (c) by galih sedayu
All right reserved. No part of this writting & pictures may be reproduced in any form or by any means, electronic or mechanical including photocopy, recording or any another information storage and retrieval system, without prior permission in writing from photographer.

Written by Admin

February 15, 2015 at 11:45 am

Rama [Angklung Player] | Mata & Hati Yang Telanjang

leave a comment »

Teks oleh galih sedayu | Foto oleh rama (7 tahun)

Sekitar 11 tahun yang silam, saya meminjamkan sebuah kamera poket kepada seorang anak kecil berusia 7 tahun yang menjadi salah satu pemain angklung cilik di Saung Udjo. Anak itu bernama Rama. Kebetulan pada masa itu, hampir setiap minggu saya sering berkunjung ke Saung Udjo untuk memotret pertunjukkan rutin dan keseharian para pemain angklung di sana. Rama yang saya ingat adalah seorang anak kecil yang tampan, ceria, lincah, energik, dan bandel. Karenanya tak heran bila ia kala itu menjadi maskot dan pusat perhatian bagi para pengunjung pertunjukkan angklung di Saung Udjo tersebut. Singkat kata, saat itu saya memberikan 2 roll film kepada rama, dan memintanya untuk merekam segala hal apapun yang ia lihat sebebas-bebasnya, dengan menggunakan kamera poket yang saya pinjamkan tersebut. Saya sengaja tidak mengajarkan ilmu memotret atau hal teknis fotografi apapun kepadanya selain memencet tombol rana kamera. Seusai rama menuntaskan tugasnya, saya segera mencuci film tersebut dan melakukan proses scan untuk mendapatkan file digitalnya. Entah mengapa, baru di awal tahun 2015 ini saya mencoba untuk membongkar dan mencari kembali file lama tersebut, lalu kemudian memposting foto-foto karya rama tersebut di blog ini. Dan inilah hasilnya. Tanpa editing, tanpa cropping, tanpa rekayasa. Hanya sebentuk kepolosan, kejujuran dari mata dan hati seorang anak kecil yang baru pertama kalinya memegang kamera.

@galihsedayu | Bandung, 21 September 2004

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

Copyright (c) 2015 by Rama & galih sedayu
All right reserved. No part of this writting & pictures may be reproduced in any form or by any means, electronic or mechanical including photocopy, recording or any another information storage and retrieval system, without prior permission in writing from photographers.

Written by Admin

February 12, 2015 at 4:52 pm

Marilah Kemari Ke Pantai Batu Karas

leave a comment »

Teks & Foto oleh galih sedayu

Laut tenang berwarna biru, pantai asri yang landai, teluk mungil yang mengapit daratan. Sejauh mata memandang tampak ujung cakrawala dengan himpunan deru ombak yang menghibur jiwa. Sebentuk semesta alam kecil ini bisa kita lihat di Pantai Batu Karas, salah satu obyek wisata di Jawa Barat yang merupakan perpaduan nuansa alam Pangandaran dan Batu Hiu. Letaknya berada di Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang dengan jarak ± 34 km dari Pangandaran. Batu karas menawarkan atmosfir alam yang tenang, gelombang laut yang bersahabat dan air laut yang segar. Dari mulai berenang, bermain boogie board, berselancar (surfing), bermain jetski, bermain banana boat, berperahu, bermain ban renang, hingga bermain pasir pantai bisa dilakoni di kawasan batukaras tersebut. Tak heran beberapa orang menyebut batu karas ini dengan sebutan “bali kecil” karena pengalaman yang dihadirkan di sana. Bagi siapapun yang merindukan pelukan matahari, ombak dan angin laut, batu karas bisa menjadi salah satu pundak tempat kita bersandar sembari melepas penat dan lelah.

@galihsedayu | Batu Karas – Pangandaran, 26 Januari 2015

batu karas

batu karas

batu karas

batu karas

batu karas

batu karas

batu karas

batu karas

batu karas

batu karas

batu karas

batu karas

batu karas

batu karas

batu karas

batu karas

batu karas

batu karas

Copyright (c) 2015 by galih sedayu
All right reserved. No part of this writting & pictures may be reproduced in any form or by any means, electronic or mechanical including photocopy, recording or any another information storage and retrieval system, without prior permission in writing from photographer.

Written by Admin

February 5, 2015 at 10:08 am