I'LL FOLLOW THE SUN

Love, Light, Live by galih sedayu

Archive for November 2013

Musuh Baru Hutan Kota Dunia Babakan Siliwangi

with 6 comments

Teks & Foto : galih sedayu

Sudah dua tahun lebih lamanya sejak Forest Walk yakni jembatan hutan kota dunia Babakan Siliwangi dibangun dan terlahir dari semangat dan rasa peduli warga Bandung terhadap alamnya. Tepatnya pada tanggal 27 September 2011, jembatan yang kemudian menjadi simbol penghubung warga dengan hutannya ini diresmikan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) melalui United Nations Environment Programme (UNEP). Dengan disaksikan oleh sekitar 1500 anak dan pemuda dari 111 negara di seluruh dunia yang hadir pada saat konferensi TUNZA International Children and Youth Conference on Environment di Sabuga Bandung, sejarah pun mencatat bahwasanya jembatan ini merupakan jejak fisik dan saksi bisu tatkala hutan kota Babakan Siliwangi dideklarasikan menjadi hutan kota dunia atau World City Forest.

Sudah sejak dulu warga Bandung berjuang untuk mempertahankan hutan dan dengan tegas menolak pembangunan atau alih fungsi lahan hutan oleh pihak-pihak yang ingin menjadikan hutan tersebut menjadi ruang komersil. Akhirnya berita baik pun tiba menghampiri warga kota Bandung. Pada hari kamis tanggal 31 Oktober 2013, PT Esa Gemilang Indah (EGI) akhirnya datang ke Balai Kota Bandung untuk menyerahkan perjanjian kerjasama yang sebelumnya telah disepakati oleh Wali Kota Bandung terdahulu untuk membangun sebuah restaurant. Momen ini sekaligus menjadi penanda penting yaitu kembalinya hutan kota dunia Babakan Siliwangi menjadi milik warga Bandung.

Namun ternyata perjuangan warga Bandung belum lah berakhir. Meski musuh lama telah dikalahkan namun secara disadari atau tidak, kini muncul musuh yang baru. Cobalah sempatkan sejenak untuk melihat Forest Walk atau jembatan hutan kota dunia Babakan Siliwangi sekarang. Di sanalah kita akan melihat jembatan hutan kota yang tadinya bersih dengan cat warna hijaunya yang terang, kini mulai terusik dan dirusak oleh coretan-coretan yang mengotori pagar-pagar yang menjadi penyangga jembatan tersebut. Sejauh mata kita memandang, saat ini Vandalisme dengan jelas mencoreng harkat dan martabat hutan yang kita cintai dan telah diperjuangkan sejak lama.

Tak perlu berlama-lama untuk mengetahui jabawan atas pertanyaan siapa pelaku vandalisme di jembatan hutan kota tersebut. Setiap hari kita dapat melihat dengan mata telanjang bahwa ruang publik ini kerap menjadi tempat nongkrong para pelajar tingkat SMU dan SMP yang biasanya mabal dari sekolah mereka masing-masing. Entah itu mereka datang berkelompok ataupun hanya berduaan sambil memadu kasih atas nama cinta monyet. Kadang mereka membawa serta amarah maupun hati yang galau. Sehingga tak ayal lagi bila jembatan kota ini akhirnya menjadi pelampiasan dari energi mereka yang tidak tersalurkan tersebut.

Untuk itu marilah kita bertindak. Karena musuh terbesar hutan kota dunia Babakan Siliwangi sesungguhnya adalah diri kita sendiri. Diri kita yang membiarkan itu semua terjadi, diri kita yang tidak mau peduli dan diri kita yang hanya menjadi penonton bagi permasalahan yang muncul. Kota ini dibangun salah satunya oleh rasa empati kita terhadap lingkungan. Dari empati akan lahir tindakan. Dari tindakan akan lahir perubahan. Dan dari perubahan itu lah yang akan menciptakan peradaban.

Bandung, 5 November 2013

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

copyright (c) 2013 by galih sedayu
all right reserved. no part of this writting & pictures may be reproduced in any form or by any means, electronic or mechanical, recording or any another information storage and retrieval system, without prior permission in writing from photographer.

Advertisements