Archive for the ‘02) SEMESTA EVENT & FESTIVAL KREATIF’ Category
Proposal Event sebagai Fondasi Perubahan Sosial



Event yang baik dimulai dari proposal yang jujur dalam data, tajam dalam strategi, dan jelas dalam dampak.
Dalam menyikapi tantangan industri event yang kian kompetitif, proposal tak lagi sekadar dokumen administratif, namun fondasi strategis yang menentukan arah dan makna sebuah penyelenggaraan event. Di tengah perubahan perilaku audiens, meningkatnya kesadaran terhadap isu lingkungan, serta tuntutan akan pengalaman yang lebih bermakna, proposal menjadi instrumen penting yang menjembatani gagasan dengan realitas pelaksanaan. Ia bukan hanya alat untuk meyakinkan penyelenggara atau sponsor, tetapi juga cermin dari visi, sensitivitas, dan tanggung jawab sebuah event terhadap masa depan.
Proposal event yang baik lahir dari pendekatan evidence-based planning yang berpijak pada data, riset, dan pemahaman konteks yang mendalam. Ia membaca isu, memetakan aktor, dan merumuskan tujuan yang terukur. Dari sana, proposal menjelma menjadi lebih dari sekadar rencana. Ia adalah peta jalan yang menjawab satu pertanyaan mendasar yakni perubahan apa yang ingin dihadirkan melalui sebuah event. Dalam konteks keberlanjutan, proposal yang kuat juga mampu menunjukkan bagaimana sebuah acara dapat meminimalkan dampak negatif sekaligus memperbesar manfaat sosial, budaya, dan lingkungan bagi kawasan tempat event tersebut berlangsung.
Namun kekuatan proposal tak berhenti pada tahap perencanaan. Ia diuji dalam proses, ketika strategi komunikasi dan desain pengalaman dihadirkan secara cermat untuk memengaruhi cara berpikir dan aksi pengunjung. Di sinilah proposal menemukan napasnya melalui narasi yang hidup, pesan yang relevan, serta pendekatan behavioral design yang mendorong partisipasi aktif. Event tak lagi diposisikan sebagai ruang hiburan semata, tetapi sebagai medium intervensi sosial yang halus, yang menggerakkan kesadaran menjadi aksi. Setiap detail, dari kampanye hingga pengalaman di lapangan, dirancang untuk menciptakan keterlibatan yang bermakna. Sebab pada akhirnya, keberhasilan sebuah event bukan hanya diukur dari jumlah pengunjung, melainkan dari sejauh mana ia mampu meninggalkan pengalaman, pengetahuan, dan perubahan perilaku yang bertahan lebih lama.
Pada akhirnya, proposal event yang baik diukur dari dampaknya. Bukan sekadar ramai atau viral, melainkan sejauh mana ia memberi kontribusi nyata bagi manusia, lingkungan, dan ekonomi (people, planet, profit). Event yang berkelanjutan adalah event yang mampu menghadirkan nilai bersama—menghidupkan ekonomi lokal, memperkuat identitas budaya, sekaligus menjaga keberlangsungan lingkungan. Di titik inilah proposal menjadi dokumen yang tidak hanya berbicara tentang pelaksanaan acara, tetapi juga tentang warisan yang ingin ditinggalkan setelah keramaian usai.
Ucapan apresiasi dan selamat kepada para mahasiswa/i se-Indonesia yang menjadi finalis kompetisi pariwisata Indonesia dalam kategori Sustainable Event Planning dengan tema “Marine Debris Conservation Sustainable Event.” Berbagai ide yang dihadirkan tak hanya mencerminkan kreativitas, namun juga keberanian untuk menjawab persoalan mendesak tentang sampah laut yang kian mengancam ekosistem perairan. Melalui proposal-proposal tersebut, harapan tentang masa depan pariwisata yang lebih berkelanjutan dan regeneratif menemukan pijakannya. Bahwa setiap event, sekecil apa pun, dapat menjadi bagian dari solusi; menghadirkan ruang kolaborasi, membangun kesadaran kolektif, dan menanamkan pesan bahwa menjaga laut bukan semata tugas pemerintah atau aktivis lingkungan, melainkan tanggung jawab bersama sebagai masyarakat yang hidup dari dan bersama alam.
Galih Sedayu
Mentor Event dan Pegiat Kota Kreatif
Membangun Event dari Hulu: Refleksi Pengembangan SDM Event di Kalimantan Timur
Kalimantan Timur menyimpan kekayaan budaya dan kreativitas yang melimpah dari mulai tradisi lokal, seni pertunjukan, hingga keragaman komunitas kreatif yang sesungguhnya menjadi fondasi kuat dalam pengembangan ekosistem event di daerah. Potensi ini bukan hanya menjadi daya tarik, tetapi juga modal strategis untuk membangun identitas dan memperkuat posisi daerah dalam peta industri event nasional. Di Bumi Etam, percakapan tentang event tidak lagi berhenti pada panggung, kemeriahan, atau jumlah penonton. Ia bergerak lebih dalam menyentuh fondasi yang selama ini kerap luput diperhatikan yakni kualitas sumber daya manusia dan tata kelola ekosistem event itu sendiri.

Penguatan kapasitas tersebut diwujudkan melalui pelatihan event yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur di dua kota, yakni Kota Samarinda dan Kota Balikpapan. Kegiatan ini mempertemukan perwakilan dinas kabupaten/kota dan para pelaku industri event dari berbagai wilayah Kalimantan Timur, sekaligus membuka ruang belajar bersama untuk memperkuat kapasitas pelaku di tingkat daerah.

Tidak hanya menjadi ajang berbagi praktik baik, pelatihan ini juga menciptakan forum yang menghadirkan refleksi jujur atas dinamika di lapangan, tentang apa yang sudah berjalan, dan apa yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Salah satu suara penting datang dari Forum Ekonomi Kreatif Kota Balikpapan yang menekankan pentingnya menggali kekayaan budaya lokal dalam penyelenggaraan event. Menurut mereka, kekuatan event daerah justru terletak pada kemampuannya menghadirkan identitas dan karakter lokal sebagai daya tarik utama.

Masukan lain datang dari para pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang menyoroti kebutuhan akan strategi yang lebih terarah dalam mengembangkan event pariwisata di wilayah mereka. Dengan posisi yang semakin strategis dalam konteks pengembangan kawasan, PPU dinilai memiliki peluang besar untuk tumbuh sebagai destinasi berbasis event. Namun, tanpa perencanaan yang matang dan pendekatan yang terstruktur, potensi tersebut dikhawatirkan belum dapat dimanfaatkan secara optimal.
Sementara itu, pelaku ekonomi kreatif dari Kabupaten Mahakam Ulu menyoroti tantangan berbeda yang tak kalah krusial, yakni persoalan aksesibilitas. Letak geografis yang jauh dan medan yang menantang tidak hanya berdampak pada mobilitas pengunjung, tetapi juga menjadi kendala serius dalam memasarkan event ke khalayak yang lebih luas. Mereka mendorong adanya solusi inovatif, mulai dari strategi pemasaran digital yang lebih agresif, kolaborasi lintas daerah, hingga dukungan kebijakan yang mampu menjembatani keterbatasan akses fisik tersebut.

Berbagai suara lain juga mengemuka dari para pelaku. Dari Desa Budaya Pampang, misalnya, muncul kegelisahan klasik namun krusial: bagaimana menarik lebih banyak wisatawan agar event tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga memberi dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat lokal. Sementara itu, Perkumpulan Pengusaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) Kalimantan Timur menyoroti isu yang tak kalah penting yaitu kualitas konsep event di destinasi wisata. Mereka menekankan bahwa daya tarik visual saja tidak cukup. Event perlu dirancang agar mampu menciptakan pengalaman yang berkesan dan, yang lebih penting, memperpanjang durasi kunjungan wisatawan.
Ragam persoalan tersebut memperlihatkan satu benang merah: pengembangan event di daerah tidak bisa hanya mengandalkan kreativitas spontan atau euforia sesaat. Ada tantangan struktural yang perlu dijawab secara serius dari mulai dari peningkatan kapasitas SDM, penguatan manajemen, perbaikan aksesibilitas, hingga penyusunan konsep acara yang lebih matang dan strategis.

Diskusi kemudian mengerucut pada satu pemahaman bersama bahwa event bukan sekadar pertunjukan, melainkan praktik tata kelola. Ia membutuhkan perencanaan yang terukur, sinergi lintas sektor, serta orkestrasi yang solid antara pemerintah, pelaku industri, dan komunitas. Tanpa itu, potensi besar industri event di Kalimantan Timur berisiko tidak berkembang secara optimal, bahkan tertinggal dari daerah lain yang lebih siap secara ekosistem. Pada akhirnya, ukuran keberhasilan event tidak lagi semata pada seberapa ramai panggungnya. Lebih dari itu, event yang kuat adalah yang dikelola dengan rapi, memiliki arah yang jelas, dan mampu memberikan dampak nyata bagi daerah baik secara ekonomi, sosial, maupun kultural.
Samarinda dan Balikpapan, 27 – 28 April 2026
Galih Sedayu
Pemerhati Event dan Ketua Komite Ekraf Bandung
Konsep dan Konektivitas Dalam Penyelenggaraan Event
Boleh saja bila ada yang beropini bahwa dalam menyelenggarakan sebuah event, CONCEPT dianggap menjadi yang sangat utama. Karena menurut mereka sebuah konsep itu dilahirkan dari himpunan ide dan kreativitas yang digagas oleh inisiator serta tim kreatif di belakangnya. Namun jangan lupa bahwa CONNECT menjadi isu yang perlu diperhatikan secara serius dalam menyelenggarakan sebuah event.
Bagaimana event yang kita buat dapat TERHUBUNG dengan orang-orang. Karena event adalah sebuah cara untuk menghimpun orang-orang serta menyediakan RUANG BERSAMA untuk saling berbagi dan berinteraksi. Oleh karena itu sebuah event sejatinya mampu menciptakan KONEKSI yang BERNILAI. Entah event yang kita buat bertujuan untuk mencari CUAN ataupun bahkan mampu menjadi PROBLEM SOLVER bagi sebuah permasalahan.
Seru-seruan bareng para sahabat yang turut menjadi nara sumber (Mas Aan @aanfikriyan dan Mas Arief @mybothsides) dalam Temu Wicara dengan topik “Branding & Manajemen Event” yang merupakan rangkaian program KOTA KITA hasil kolaborasi dari Kreasi Sukabumi dan Pemerintah Kota Sukabumi.
Nyala terus cahaya kota sukabumi…
25 Mei 2024 – Bale Jayaniti, Kota Sukabumi, Jawa Barat








Pentingnya Bercerita (Storytelling) Dalam Penyelenggaraan Event
EVENT BUKAN HANYA BERPESTA NAMUN BERCERITA
Bercerita menjadi salah satu kunci utama dalam penyelenggaraan sebuah event karena sebuah cerita yang baik dapat terhubung dengan para partisipan yang hadir dalam sebuah event.
Mengapa EVENT STORYTELLING atau bercerita dalam menyelenggarakan event menjadi penting?
EMOTIONAL CONNECTIONS : Bercerita dapat menciptakan hubungan emosional bagi para partisipan sebuah event. Karena cerita yang baik dapat membuat orang merespon secara emosional terhadap event yang kita buat.
ATTENTION : Bercerita dapat mengundang perhatian bagi partisipan sebuah event. Karena cerita yang baik dapat membuat orang menjadi fokus dan lebih tertarik dengan event yang kita buat.
HUMANIZING : Bercerita dapat memanusiakan sebuah event yang kita ciptakan. Karena cerita yang baik dapat membuat orang berempati sehingga menjadi terlibat dengan event yang kita buat.
Terima kasih para sahabat pelaku ekonomi kreatif di Tanah Grogot atas kebersamaannya dalam ruang pembelajaran perihal merancang event. Kiranya kelak lahir himpunan event di Kabupaten Paser yang berdaya, berdampak, serta berkelanjutan.
5-6 Juli 2024 – Hotel Kyriad Sadurengas, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur








Tren Event Indonesia Di Masa Depan
+
Event di Indonesia pada umumnya merupakan sektor yang dinamis sehingga penyelenggaranya seringkali dituntut agar dapat beradaptasi dengan perkembangan jaman, latar belakang budaya, iklim bisnis global, dan lain sebagainya. Karenanya masa depan event dapat mengacu pada masa lalu namun memicu masa kini dalam wujud yang baru.
+
Beberapa tren event di masa depan tentunya dapat dilihat dari beberapa aspek:
EVENT BERBASIS KEBERLANJUTAN
*Pengurangan limbah & sampah / zero waste
*Inisiatif netral karbon
*Makanan bersumber dari alam
EVENT BERBASIS KELOKALAN
*Mengangkat potensi lokal
*Pemberdayaan warga lokal
*Menggerakkan ekonomi lokal
EVENT BERBASIS INKLUSIVITAS
*Partisipasi kelompok disabilitas
*Keikutsertaan kelompok perempuan
*Melibatkan kelompok anak-ansk
EVENT BERBASIS TEKNOLOGI
*Penerapan kecerdasan buatan
*Penggunaan augmented & virtual reality
*Pemanfaatan internet of things
EVENT BERBASIS PENGALAMAN PERSONAL
*Integrasi pemasaran eksperimental
*Gimifikasi & elemen interaktif
*Teknologi pengenalan emosi
+
Membersamai teman-teman dari Direktorat Event Daerah Kementerian Pariwisata @kemenparekraf.ri@widi.wardhana@niluhpuspa@vinsensius.jemadu@rezalevi_sabang dan Pemerintah Kabupaten Tapin (Kalimantan Selatan) yang terdiri berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam kegiatan workshop & pelatihan manajemen penyelenggaraan event. Acara yang dilaksanakan selama 2 hari ini jadi seru karena secara khusus dihadiri oleh perwakilan Sekretariat DPRD, Sekretariat Daerah, Bappelitbang, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata @disbudpartapin@pariwisata.tapin ; Dinas Pemuda dan Olahraga ; Dinas Pendidikan ; Dinas Komunikasi dan Informatika ; Dinas Perpustakaan dan Kearsipan ; Dinas Perindustrian ; dan perwakilan Kecamatan dari Kabupaten Tapin. Dimana semua SKPD memiliki komitmen agar suatu saat dapat mengorkestrasi semua programnya dalam bentuk event kolaborasi. Selain itu ada pula kegiatan observasi dan mengunjungi secara langsung event @ngayogjazz yang masuk dalam program @karismaeventnusantara
+
15-16 November 2024
The Malioboro Hotel
Kota Jogjakarta
#workshopevent
#kabupatentapin
#kalimantanselatan








Bernyanyi & Bersorak-sorai Di Hutan Bambu Cijaringao | Wonderful Indonesia Music Festival, 22 Juli 2018
Teks : galih sedayu | Fotografi : galih sedayu & Air Foto Network
Hidup memang penuh kejutan. Kadang ada saja tanggung-jawab tak terduga menghampiri hingga akhirnya kita tak punya pilihan selain menerima dan menghadapinya. Singkat cerita, dalam waktu 3 hari saya beserta tim diminta bantuan oleh Kementrian Pariwisata Republik Indonesia untuk menggelar sebuah Festival Musik yang konon memiliki skala Internasional bertempat di Cijaringao, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Meski saya telah punya pengalaman untuk menjadi seorang sutradara dari berbagai festival tingkat internasional, namun tetap saja waktu yang terlalu singkat ini terasa bagai mimpi dan menjadi tantangan tersendiri. Apalagi saya tidak tahu menahu mengenai proses awal yang mendasari mengapa festival ini dihadirkan. Barangkali bagi teman-teman yang membantu, kegiatan ini mesti terjadi dengan alasan demi menjaga nama baik Bandung, atau demi nama baik Jawa Barat, atau bahkan demi nama baik Indonesia. Namun bagi saya alasan paling masuk akal untuk melakukan ini semua adalah karena atas dasar persahabatan & demi kecintaan saya terhadap kreativitas.
Suka duka dalam menjalani segala peristiwa ini saya lalui bersama sahabat saya Kang Taufik Hidayat Udjo selaku pemilik tempat dan penanggungjawab acara, Kang Ismet Ruchimat selaku ketua panitia acara, serta Kang Syarif Maulana yang membantu pertunjukkan musik di acara tersebut. Dari mulai urusan perizinan, koordinasi dengan warga, vendor panggung & sound system, dekorasi, konsumsi, promosi, tamu undangan, hingga menyiapkan tempat di kawasan Hutan Bambu Cijaringao. Beruntung banyak sahabat baik yang membantu seperti Kang Rosid, seniman lukis yang menyiapkan pernak-pernik dekorasi seperti bebegig sawah, dulang, dan perlengkapan tradisional lain yang diharapkan mampu melahirkan nuansa kearifan lokal. Lalu Kang Cepi Suhendar, pemuda dari Karang Taruna di Kampung Cijaringao, yang membantu untuk menggerakkan warganya untuk mengelola area parkir, kuliner tradisional serta keamanan. Belum lagi kebaikan Kang Ismet Ruchimat yang begitu sabar dan tenang dalam menjalankan tugasnya sebagai ketua panitia dan telah mempersembahkan pertunjukkan musik bersama SambaSunda yang begitu sangat memukau dan luar biasa. Ditambah budi baik Kang Taufik Hidayat Udjo yang begitu semangat, begitu totalitas, dan tanpa pamrih dalam mempersiapkan Cijaringao sebagai tempat penyelenggaraan acara festival musik tersebut.
Festival Musik ini diselenggarakan di Cijaringao Hejo Udjo pada hari Minggu tanggal 22 Juli 2018 dari Pukul 13:00 WIB s/d 23:00 WIB. Sejumlah musisi menampilkan suguhan terbaiknya di perhelatan ini dan menjadi pengalaman pertama kali bagi mereka untuk bisa tampil bermusik di area Hutan Bambu Cijaringao. Ada nama Ulle Project, L. Haqeem N Friends, Malire, Trio Bigibas, MaryJane, Ethno Progressive, Mirna, West Java Syndicate, Babenjo, Doel Sumbang dan SambaSunda yang berkolaborasi dengan Patrick Shaw Iversen dan SSJ. Plus acara Talkshow bersama Dewan Kesenian Kota Bandung yang menghadirkan pembicara Rahmat Jabaril, Jae Jalani & Syarif Maulana. Terima kasih Semesta, akhirnya semua peristiwa ini benar-benar terjadi dan telah berakhir. Bagi saya peristiwa ini bukan hanya sekedar Festival Musik namun jauh lebih bermakna. Bahwasanya ini adalah sebuah berita baik perihal bahasa persahabatan yang mampu menyatukan manusia dengan alam. Bagai sebuah kartika di langit yang berseru dalam keheningan hutan.
Cijaringao, 22 Juli 2018







































Copyright (c) by galih sedayu
All right reserved. No part of this pictures may be reproduced in any form or by any means, electronic or mechanical including photocopy, recording or any another information storage and retrieval system, without prior permission in writing from photographer.



























































