I'LL FOLLOW THE SUN

Love, Light, Live by galih sedayu

Archive for December 2014

kompilasi karya foto “spektra” di surat kabar pikiran rakyat {januari – desember 2014}

leave a comment »

dikompilasi oleh galih sedayu

Foto-foto yang ditampilkan di sini merupakan karya hasil rekaman beku para jurnalis foto yang bekerja di surat kabar Pikiran Rakyat. Dimana setiap hari minggu, karya foto dengan tema tertentu dimuat di salah satu kolom Pikiran Rakyat yang bertajuk “Spektra” sebanyak satu halaman penuh. Kompilasi karya foto ini diabadikan dalam periode tahun 2014. Kompilasi karya foto spektra Pikiran Rakyat ini dibuat dengan tujuan mengarsipkan informasi & visual foto agar dapat menjadi bahan literasi fotografi di masa mendatang. Kiranya kompilasi karya foto ini dapat menjadi media berbagi dalam balutan semangat edukasi, demi kemajuan dunia fotografi kita.

@galihsedayu | bandung, 28 desember 2014

1) 5 Januari 2014 : Karya Abadi Krishna Ahadiyat 

spektra 2014

2) 12 Januari 2014 : Mitembeyan Melak Pare Huma karya Usep Usman Nasrulloh

spektra 2014

3) 19 Januari 2014 : Tradisi Ngagogo karya Satria Yudatama

spektra 2014

4) 26 Januari 2014 : Keramik Cantik karya Ade Bayu Indra

spektra 2014

5) 2 Februari 2014 : Semarak “Skatepark” karya Harry Surjana

spektra 2014

6) 9 Februari 2014 : Rumah Bintang Yang Benderang karya Ade Bayu Indra

spektra 2014

7) 16 Februari 2014 : World Press Photo 2013

spektra 2014

8) 23 Februari 2014 : Dawai Indah Sariwangi karya Ade Bayu Indra

spektra 2014

9) 2 Maret 2014 : Gamelan Keramik karya Armin Abdul Jabbar

spektra 2014

10) 9 Maret 2014 : Lembaran Demokrasi karya Harry Surjana

spektra 2014

11) 16 Maret 2014 : Bandung di Mata Komunitas karya Galih Sedayu

spektra 2014

12) 23 Maret 2014 : Simulasi Pengamanan Pemilu 2014 karya Usep Usman Nasrulloh

spektra 2014

13) 6 April 2014 : Melayang Dengan Paralayang karya Harry Surjana

spektra 2014

14) 13 April 2014 : Batu Mulia Martapura karya Satria Yudatama

spektra 2014

15) 20 April 2014 : Jejak-Jejak RA Kartini karya Armin Abdul Jabbar

spektra 2014

16) 27 April 2014 : Kelom Geulis Tak Lekang Oleh Zaman karya Andri Gurnita

spektra 2014

17) 4 Mei 2014 : Potret Buruh Indonesia karya Harry Surjana

spektra 2014

18) 11 Mei 2014 : Kembali Ke Habitat karya Usep Usman Nasrulloh

spektra 2014

19) 18 Mei 2014 : Lingkar Penjunjang Penampilan karya Armin Abdul Jabbar

spektra 2014

20) 25 Mei 2014 : Produksi Karbon Aktif karya Usep Usman Nasrulloh

spektra 2014

21) 1 Juni 2014 : Berlari Dalam Kebersamaan karya Harry Surjana

spektra 2014

22) 8 Juni 2014 : Eksotisme Cinta Taj Mahal karya Andri Gurnita

spektra 2014

23) 15 Juni 2014 : Menerawang Di Bus Malam karya Ade Bayu Indra

spektra 2014

24) 22 Juni 2014 : Piala Dunia Anak Jalanan karya M Gelora Sapta

spektra 201425) 6 Juli 2014 : Capres RI 2014-2019

spektra 2014

26) 13 Juli 2014 : Anak Palestina

spektra 2014

27) 20 Juli 2014 : Dunia Menyambut Ramadan

spektra 2014

28) 3 Agustus 2014 : Kembali Ke Perantauan karya Usep Usman Nasrulloh

spektra 2014

29) 10 Agustus 2014 : Payung Geulis Nasibmu Kini karya Usep Usman Nasrulloh

spektra 2014

 

30) 24 Agustus 2014 : Meniti Tali Di Tebing Penganten karya Deden Iman

spektra 2014

31) 31 Agustus 2014 : Merdeka Dari Sampah karya Siska Nirmala & Dhita Septiawan

spektra 2014

32) 7 September 2014 : Mengejar Prestasi Di Angkasa karya Harry Surjana

spektra 2014

33) 14 September 2014 : Ngaboseh Sareng Gubernur karya Andri Gurnita

spektra 2014

34) 21 September 2014 : Potensi Pelabuhan Cirebon karya Usep Usman Nasrulloh

spektra 2014

35) 28 September 2014 : Jelang Siang Di Jam Gadang karya Ade Bayu Indra

spektra 2014

36) 12 Oktober 2014 : Tepung Sagu Cineam Pasok Pabrikan Camilan karya Satria Yudatama

spektra 2014

37) 19 Oktober 2014 : Songket Palembang karya Usep Usman Nasrulloh

spektra 2014

38) 26 Oktober 2014 : Pesona Wisata Di Tanjung Benoa karya Ade Bayu Indra

spektra 2014

39) 2 November 2014 : Migrasi Burung Pemangsa karya Armin Abdul Jabbar

spektra 2014

40) 9 November 2014 : Pulau Kering Di Tengah Musi karya Arif Hidayah

spektra 2014

41) 16 November 2014 : Adu Kemahiran “Barista” karya Usep Usman Nasrulloh

spektra 2014

42) 23 November 2014 : Orang Utan & Beruang Sisihkan 14.000 Foto Dari Lomba Foto Satwa Internasional 2014

spektra 2014

43) 30 November 2014 : Dalam Keterbatasan Kemampuan karya Ade Bayu Indra

spektra 2014

44) 7 Desember 2014 : Drama Peradaban Di Situs Gunung Padang karya Arif Hidayah

spektra 2014

45) 14 Desember 2014 : Andil Sang Gurandil karya Satria Yudatama

spektra 2014

46) 21 Desember 2014 : Teguran Alam karya Deden Iman

spektra 2014

47) 28 Desember 2014 : Pembangunan Vertikal Incheon karya Usep Usman Nasrulloh

spektra 2014

compiled by galih sedayu
all right reserved {2014}

Advertisements

Written by Admin

December 28, 2014 at 8:14 am

Doa Kecil Tuk Kedua Orang Tua {40 tahun pernikahan}

leave a comment »

DSCF6343_bw_blog

Teks & Doa : galih sedayu

Ya Bapa sang pewarta terang…

Beribu rasa syukur dan ungkapan terima kasih kami ucapkan kepada-Mu, karena pada hari yang penuh kasih ini, kami dapat berhimpun sekeluarga untuk merayakan ulang tahun pernikahan kedua orang tua kami tercinta, yakni Bapak kami yang bernama Agustinus Michael Kayat dan Mama kami yang bernama Dorothea Komyana. Dimana saat ini, usia pernikahan kedua orang tua kami, telah genap menginjak usia yang ke-40 tahun.

Kami selaku anak-anak yang telah dibesarkan dengan sepenuh hati oleh kedua orang tua kami, tentunya sangat bersuka cita dan menyambut gembira, atas momen berharga yang saat ini dialami oleh kedua orang tua kami. Untuk itulah kami berdoa kepada-Mu ya Bapa, agar kiranya Engkau selalu memberkati dan menguduskan wujud karya penciptaan-Mu, yakni pernikahan kedua orang tua kami, agar selalu menjadi sakramen cinta yang kekal dan abadi.

Untuk itu kami memohon kepada-Mu ya Bapa…

Biarlah raga yang sehat selalu menyertai kedua orang tua kami…

Biarlah jiwa yang muda selalu menyertai kedua orang tua kami…

Biarlah rejeki yang cukup selalu menyertai kedua orang tua kami…

Biarlah kasih yang setia selalu menyertai kedua orang tua kami…

Biarlah hati yang gembira selalu menyertai kedua orang tua kami…

Biarlah kebahagiaan yang nyata selalu menyertai kedua orang tua kami…

Dan biarlah kehadiran-Mu senantiasa menyertai kedua orang tua kami…

Kami sangat bersyukur karena Engkau telah menganugerahkan kepada kami, kedua orang tua kami yang sangat luar biasa.

Bagi kami, orang tua kami bukan hanya seseorang yang melahirkan anak-anaknya saja, melainkan seseorang yang menjadi panutan ketika kami tumbuh menjadi dewasa.

Dari mereka lah, kami belajar perihal arti kebaikan yang melebihi tingginya gunung dan dalamnya lautan.

Dan kami pun semakin menyadari bahwa kedua orang tua kami adalah rumah yang pertama kali kami kenal dalam kehidupan ini.

Ya Bapa…

Kiranya Engkau mau mendengarkan doa sederhana yang kami persembahkan untuk kedua orang tua kami. Karena kami sadar, bahwa tidak akan pernah ada sesuatu di dunia ini, yang dapat menggantikan segala pengorbanan kedua orang tua kami, yang hingga detik inipun kami yakin, bahwa kedua orang tua kami masih tetap bekerja untuk mencintai dan membesarkan kami semua sebagai anak-anaknya.

Teruntuk kedua orang tua kami, mama & bapak…

Maafkanlah segala dosa dan kesalahan kami selaku anak-anakmu.

Satu hal yang dapat kami janjikan adalah, kami tidak akan pernah melupakan bahwa kami adalah anak-anak mama & bapak yang sangat berbahagia karena memiliki mama & bapak.

Amin.

Written by Admin

December 26, 2014 at 11:52 am

Geliat Bergerak Industri Kreatif Tasikmalaya

leave a comment »

oleh galih sedayu

Tasikmalaya yang dijuluki Sang Mutiara dari Priangan Timur merupakan salah satu kota yang melengkapi keutuhan tubuh wilayah Provinsi Jawa Barat di bagian tenggara. Sejarah sendiri mencatat bahwa Tasikmalaya sebelumnya adalah sebuah kabupaten. Namun seiring dengan perubahan yang selalu terjadi, kini di Tasikmalaya memiliki 2 buah bentuk pemerintahan yakni Pemerintahan Kabupaten dan Pemerintahan Kota Tasikmalaya. Bila dirunut berdasarkan peristiwa lampau yang terjadi, sejarah lahirnya kota Tasikmalaya dimulai tatkala A. Bunyamin menjabat sebagai Bupati Tasikmalaya tahun 1976 hingga 1981, dengan diresmikannya Kota Administratif Tasikmalaya melalui peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1976. Pada waktu yang bersamaan, Walikota Administratif Pertama yaitu Drs. H. Oman Roosman dilantik oleh Gubernur KDH Tingkat I Jawa Barat, H. Aang Kunaefi. Kemudian pada tahun 2001, dirintislah pembentukan Pemerintah Kota Tasikmalaya oleh Bupati Tasikmalaya, Kol. Inf. H. SuIjana Wirata Hadisubrata (1996 – 2001). Akhirnya dibawah pimpinan Bupati Drs. Tatang Farhanul Hakim, pada tanggal 17 Oktober 2001 melalui Undang-undang Nomor 10 Tahun 2001, Pembentukan pemerintahan Kota Tasikmalaya sebagai pemerintahan daerah otonom disahkan. Dimana pada tanggal 18 Oktober 2001, Drs. H. Wahyu Suradiharja dilantik sebagai Pejabat Walikota Tasikmalaya. Sejak saat itulah Tasikmalaya memiliki kuasa dan kewenangan untuk mengatur rumah tangganya sendiri. Karena sejak dulu Tasikmalaya memiliki berbagai potensi kerajinan lokal, perkembangan industri kreatif kota ini mulai diperhitungkan. Karenanya, saat ini Tasikmalaya mulai dijagokan sebagai Second City dari Provinsi Jawa Barat setelah kota Bandung.

Potensi Industri Kreatif di Tasikmalaya ternyata cukup besar. Dari mulai bordir, batik, alas kaki (kelom geulis), kerajinan mendong, anyaman bambu, meubel, hingga payung geulis sangat memberikan kontribusi ekonomi yang tentunya menopang pertumbuhan kota Tasikmalaya. Menurut data yang diberikan oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Tasikmalaya dan Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Tasikmalaya, ada sekitar 2.307 unit usaha industri kerajinan di Tasikmalaya yang menyerap tenaga kerja sebanyak 23.565 orang dengan nilai investasi sebesar Rp. 350 Milyar serta nilai produksi yang mencapai Rp. 1,4 Triliun. Dari industri kreatif bordir dengan lokasi sentra di Kecamatan Kawalu, ada sekitar 1.317 unit usaha, 12.898 orang jumlah tenaga kerja, nilai investasi sebesar Rp 193.627.373.000, dan nilai produksi sejumlah Rp 895.008.263.000. Dari alas kaki (kelom geulis) dengan lokasi sentra di Kecamatan Tamansari, Mangkubumi, ada sekitar 504 unit usaha, 5.924 orang jumlah tenaga kerja, nilai investasi sebesar Rp 135.255.674.000, dan nilai produksi sejumlah Rp 396.266.958.000. Dari kerajinan mendong dengan lokasi sentra di Kecamatan Purbaratu, Cibeureum, ada sekitar 173 unit usaha, 2.237 orang jumlah tenaga kerja, nilai investasi sebesar Rp 6.891.602.000, dan nilai produksi sejumlah Rp 41.629.874.000. Dari batik dengan lokasi sentra di Kecamatan Cipedes, Indihiang, ada sekitar 32 unit usaha, 551 orang jumlah tenaga kerja, nilai investasi sebesar Rp 2.557.166.000, dan nilai produksi sejumlah Rp 26.963.320.000. Dari kerajinan kayu {meubel) dengan lokasi sentra di Kecamatan Cipedes, Tawang, Cibeureum, Tamansari, ada sekitar 202 unit usaha, 1.258 orang jumlah tenaga kerja, nilai investasi sebesar Rp 9.785.331.000, dan nilai produksi sejumlah Rp 54.036.745.000. Dari kerajinan bambu dengan lokasi sentra di Kecamatan Mangkubumi, Indihiang, ada sekitar 75 unit usaha, 660 orang jumlah tenaga kerja, nilai investasi sebesar Rp 1.200.038.000, dan nilai produksi sejumlah Rp 5.466.606.000. Terakhir dari payung geulis dengan lokasi sentra di Kecamatan Indihiang, Cihideung, ada sekitar 4 unit usaha, 37 orang jumlah tenaga kerja, nilai investasi sebesar Rp 76.940.000, dan nilai produksi sejumlah Rp 332.800.000.

Melihat potensi Tasikmalaya ini, tentunya masyarakat Jawa Barat yang digadang sebagai salah satu gudang masyarakat kreatif mesti siap menghadapi segala tantangan yang terjadi di era ASEAN Economic Community 2015 yang tinggal menghitung hari. Sudah saatnya masyarakat Jawa Barat mulai bekerja dengan keadaan yang baru ini, Beber Layar, Tarik Jangkar kalau menurut peribahasa sunda, tentunya dengan cara bekerja keras, Dug hulu, pet nyawa, sehingga apapun tantangannya, jika kita rajin dan penuh kesabaran, pasti cita-cita akan tercapai, Cikaracak ninggang batu, laun-laun jadi legok kata para sesepuh kita. Untuk itulah, masyarakat Jawa Barat harus mampu menyelesaikan segala permasalahan yang dimiliki berkaitan dengan pengembangan industri kreatif. Dan cara terbaik yang dapat dilakukan adalah mulai.

@galihsedayu | tasikmalaya, 10 desember 2014

*batik

Industri Kreatif Tasikmalaya

Industri Kreatif Tasikmalaya

Industri Kreatif Tasikmalaya

Industri Kreatif Tasikmalaya

Industri Kreatif Tasikmalaya

Industri Kreatif Tasikmalaya

Industri Kreatif Tasikmalaya

Industri Kreatif Tasikmalaya

Industri Kreatif Tasikmalaya

Industri Kreatif Tasikmalaya

Industri Kreatif Tasikmalaya

Industri Kreatif Tasikmalaya

Industri Kreatif Tasikmalaya

Industri Kreatif Tasikmalaya

Industri Kreatif Tasikmalaya

Industri Kreatif Tasikmalaya

*kerajinan mendong

Industri Kreatif Tasikmalaya

Industri Kreatif Tasikmalaya

Industri Kreatif Tasikmalaya

Industri Kreatif Tasikmalaya

Industri Kreatif Tasikmalaya

Industri Kreatif Tasikmalaya

Industri Kreatif Tasikmalaya

Industri Kreatif Tasikmalaya

Industri Kreatif Tasikmalaya

Industri Kreatif Tasikmalaya

Industri Kreatif Tasikmalaya

*kelom geulis

Industri Kreatif Tasikmalaya

Industri Kreatif Tasikmalaya

Industri Kreatif Tasikmalaya

Industri Kreatif Tasikmalaya

Industri Kreatif Tasikmalaya

Industri Kreatif Tasikmalaya

Industri Kreatif Tasikmalaya

Industri Kreatif Tasikmalaya

Industri Kreatif Tasikmalaya

Industri Kreatif Tasikmalaya

Industri Kreatif Tasikmalaya

copyright (c) 2014 by galih sedayu
all right reserved. no part of this writting & pictures may be reproduced in any form or by any means, electronic or mechanical including photocopy, recording or any another information storage and retrieval system, without prior permission in writing from photographer.

“Selfie Me Facere, Ergo Sum” | Personal Photo Project by galih sedayu

leave a comment »

Teks & Karya Foto : galih sedayu

Selfie atau Swafoto. Kini kegiatan tersebut seolah menjelma menjadi sebuah budaya baru yang sangat amat digandrungi terutama oleh kalangan anak muda yang kerap bergaya di depan kamera. Banyak yang mengatakan bahwa penggunaan kata selfie ini berasal dari kata Selca atau Self-Camera. Sesungguhnya selfie sendiri adalah sebuah jenis self-portrait foto, yang biasanya diambil dengan menggunakan kamera ponsel. Kegiatan ini sering dilakukan karena biasanya setelah ritual selfie tersebut, mereka secara berjemaah langsung menggugah foto karya narsis tersebut ke jejaring sosial seperti instagram, path, twitter atau facebook. Saat ini bahkan mereka melakukannya dengan menggunakan sebuah alat bantuan berbentuk tongkat yang dinamakan tongsis.

Menurut catatan sejarah, pada mulanya foto selfie diperkenalkan oleh Robert Cornelius, seorang berkebangsaan Amerika yang juga merupakan perintis fotografi. Ia membuat karya foto yang menggambarkan ekspresi dirinya sendiri pada tahun 1839. Teknik memotret diri sendiri tersebut kemudian semakin berkembang tatkala debut pertama portabel kamera kodak brownie, dimulai pada tahun 1900. Sehingga di tahun yang sama, muncul foto seorang wanita di era Raja Edward VII, Inggris yang mengabadikan foto selfie di depan cermin dengan menggunakan kamera kodak brownie. Lalu pada tahun 1914, putri keempat Tsar Nicholas II dari Rusia bernama Anastasia Nikolaevna, merekam foto selfie dan menjadi karya salah satu remaja pertama yang mengambil foto dirinya sendiri dengan menggunakan kamera kodak brownie untuk kemudian dikirim kepada temannya, di saat usianya baru menginjak 13 tahun. Di dalam surat yang menyertai fotonya itu, ia menuliskan hal ini “Saya mengambil gambar diriku sendiri dengan melihat cermin. Hal itu sangat mengagetkan dimana tangan saya gemetar”. Pada tahun 1935, ada pula seorang seniman Belanda yang bernama M.C. Escher, yang membuat potret dirinya yang diberi judul “Tangan dengan bola refleksi”.

Istilah selfie ini sebenarnya pernah dibahas oleh seorang fotografer yang bernama Jim Krause pada tahun 2005. Lalu pada tahun 2013, kata selfie dimasukkan ke dalam Online Oxford English Dictionary. Dan pada bulan november 2013, kata yang berasal dari negara Australia ini diumumkan sebagai “Word Of The Year” oleh Oxford English Dictionary. Tampaknya, foto selfie kini menyebar seperti virus ke seluruh dunia. Bahkan Presiden Barack Obama dan Perdana Menteri David Cameron pun melakukannya pada saat pemakaman Nelson Mandela. Tak ketinggalan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla pun melakukannya di sela-sela kegiatan kampanye mereka terdahulu. Walaupun sesungguhnya, foto selfie ini terasa membosankan karena rata-rata dilakukan dengan berpose bibir manyun, mengangkat jari tangan sembari meniru simbol metal atau gaya bebas lain semaunya. Namun walaubagaimanapun, agaknya ada semacam Fun Theory ketika melakukan aktivitas selfie ini. Sehingga orang-orang yang melakukannya pun merasa gembira dan merasa lepas dari beban stres maupun pikiran yang penat.

Barangkali beberapa fotografer atau seniman menganggap bahwa foto selfie ini bukanlah termasuk ke dalam level mereka. Biarlah demikian adanya. Atau malahan genre fotografi ini mungkin sengaja hadir untuk menghibur kita semua agar polemik perihal diskusi foto seni atau bukan seni yang biasanya terus bergulir, dapat berhenti sejenak. Sembari menikmati suguhan karya foto selfie yang sarat dengan gaya narsis nan ambigu, namun demikian tak bisa lepas dari konteks perihal diri sendiri. Kalau seorang Descartes pernah bersabda Cogito Ergo Sum atau “Aku Berpikir, Maka Aku Ada”, barangkali para kelompok penyuka Selfie ini, dengan tidak berpikir punya filosofi seperti ini, “Aku Memotret Diri, Maka Seterusnya Aku Ada”.

“Personal Photo Project” sejak tahun 2014

#54KaryaFoto

DSCF0794_blog

Penang, Malaysia – 2015

galih sedayu

Kuta, Bali – 2015

galih sedayu

La Plancha, Seminyak, Bali – 2015

selfie

Blue Point, Jimbaran, Bali – 2015

selfie

Blue Point, Jimbaran, Bali – 2015

selfie

Blue Point, Jimbaran, Bali – 2015

selfie

Mangroove Forest, Bali – 2015

selfie

La Plancha, Seminyak, Bali – 2015

selfie

Pantai Balangan, Jimbaran, Bali – 2015

selfie

Pantai Balangan, Jimbaran, Bali – 2015

selfie

Pantai Padang-Padang, Jimbaran, Bali – 2015

galih sedayu

Taman Alun-Alun, Mesjid Agung, Bandung – 2015

galih sedayu

Parade Asia Afrika, Jalan Asia Afrika, Bandung – 2015

galih sedayu

Pantai Batu Karas, Pangandaran – 2015

galih sedayu

Monumen Asia Afrika, Jalan Asia Afrika, Bandung – 2015

galih sedayu

Angklung For The World, Stadiun Siliwangi, Bandung – 2015

galih sedayu

Jalan Cikapundung Timur, Bandung – 2015

galih sedayu

Jalan Cikapundung Timur, Bandung – 2015

galih sedayu

Jalan Asia Afrika, Bandung – 2015

galih sedayu

Dusun Bambu, Lembang – 2015

selfie

Taman Bunga Nusantara, Cipanas – 2014

selfie

Hamamatsu, Jepang – 2014

selfie

Jabar Ngagaya Fest, Jalan Diponegoro, Bandung – 2014

selfie

Area Paragliding, Puncak Pass – 2014

selfie

Taman Bunga Nusantara, Cipanas – 2014

selfie

Keukeun, Taman Balai Kota, Bandung – 2014

selfie

Pasar Seni, ITB, Bandung – 2014

selfie

Bdg Caang Fest, Jalan Diponegoro, Bandung – 2014

selfie

Jabar Ngagaya Fest, Jalan Diponegoro, Bandung – 2014

selfie

Area Paragliding, Puncak Pass – 2014

selfie

Taman Bunga Nusantara, Cipanas – 2014

selfie

Pasar Seni, ITB, Bandung – 2014

selfie

Taman Balai Kota, Bandung – 2014

selfie

Bdg Caang Fest, Jalan Diponegoro, Bandung – 2014

selfie

Ngora Bdg Fest, Taman Balai Kota, Bandung – 2014

selfie

Jabar Ngagaya Fest, Jalan Diponegoro, Bandung – 2014

selfie

Keukeun, Taman Balai Kota, Bandung – 2014

selfie

Pasar Seni, ITB, Bandung – 2014

selfie

Taman Balai Kota, Bandung – 2014

selfie

Taman Balai Kota, Bandung – 2014

selfie

Ngora Bdg Fest, Taman Balai Kota, Bandung – 2014

selfie

Keukeun, Taman Balai Kota, Bandung – 2014

selfie

Taman Balai Kota, Bandung – 2014

selfie

Keukeun, Taman Balai Kota, Bandung – 2014

selfie

Keukeun, Taman Balai Kota, Bandung – 2014

selfie

Keukeun, Taman Balai Kota, Bandung – 2014

selfie

Keukeun, Taman Balai Kota, Bandung – 2014

selfie

Ngora Bdg Fest, Taman Balai Kota, Bandung – 2014

selfie

Ngora Bdg Fest, Taman Balai Kota, Bandung – 2014

selfie

Kawasan Paragliding, Puncak Pass – 2014

selfie

Pawai Persib Juara | Patung Ajat Sudrajat, Lembong, Bandung – 2014

selfie

Pasar Seni, ITB, Bandung – 2014

selfie

Tebing Keraton, Bandung – 2014

selfie

Braga Culinary Night, Bandung – 2014

IMG_9834_blog

Kampung Daogo Pojok, Bandung – 2013

Copyright (c) by galih sedayu
All right reserved. No part of this pictures may be reproduced in any form or by any means, electronic or mechanical including photocopy, recording or any another information storage and retrieval system, without prior permission in writing from photographer.

Written by Admin

December 5, 2014 at 10:58 am