Posts Tagged ‘festival’
Membangun Event dari Hulu: Refleksi Pengembangan SDM Event di Kalimantan Timur
Kalimantan Timur menyimpan kekayaan budaya dan kreativitas yang melimpah dari mulai tradisi lokal, seni pertunjukan, hingga keragaman komunitas kreatif yang sesungguhnya menjadi fondasi kuat dalam pengembangan ekosistem event di daerah. Potensi ini bukan hanya menjadi daya tarik, tetapi juga modal strategis untuk membangun identitas dan memperkuat posisi daerah dalam peta industri event nasional. Di Bumi Etam, percakapan tentang event tidak lagi berhenti pada panggung, kemeriahan, atau jumlah penonton. Ia bergerak lebih dalam menyentuh fondasi yang selama ini kerap luput diperhatikan yakni kualitas sumber daya manusia dan tata kelola ekosistem event itu sendiri.

Penguatan kapasitas tersebut diwujudkan melalui pelatihan event yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur di dua kota, yakni Kota Samarinda dan Kota Balikpapan. Kegiatan ini mempertemukan perwakilan dinas kabupaten/kota dan para pelaku industri event dari berbagai wilayah Kalimantan Timur, sekaligus membuka ruang belajar bersama untuk memperkuat kapasitas pelaku di tingkat daerah.

Tidak hanya menjadi ajang berbagi praktik baik, pelatihan ini juga menciptakan forum yang menghadirkan refleksi jujur atas dinamika di lapangan, tentang apa yang sudah berjalan, dan apa yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Salah satu suara penting datang dari Forum Ekonomi Kreatif Kota Balikpapan yang menekankan pentingnya menggali kekayaan budaya lokal dalam penyelenggaraan event. Menurut mereka, kekuatan event daerah justru terletak pada kemampuannya menghadirkan identitas dan karakter lokal sebagai daya tarik utama.

Masukan lain datang dari para pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang menyoroti kebutuhan akan strategi yang lebih terarah dalam mengembangkan event pariwisata di wilayah mereka. Dengan posisi yang semakin strategis dalam konteks pengembangan kawasan, PPU dinilai memiliki peluang besar untuk tumbuh sebagai destinasi berbasis event. Namun, tanpa perencanaan yang matang dan pendekatan yang terstruktur, potensi tersebut dikhawatirkan belum dapat dimanfaatkan secara optimal.
Sementara itu, pelaku ekonomi kreatif dari Kabupaten Mahakam Ulu menyoroti tantangan berbeda yang tak kalah krusial, yakni persoalan aksesibilitas. Letak geografis yang jauh dan medan yang menantang tidak hanya berdampak pada mobilitas pengunjung, tetapi juga menjadi kendala serius dalam memasarkan event ke khalayak yang lebih luas. Mereka mendorong adanya solusi inovatif, mulai dari strategi pemasaran digital yang lebih agresif, kolaborasi lintas daerah, hingga dukungan kebijakan yang mampu menjembatani keterbatasan akses fisik tersebut.

Berbagai suara lain juga mengemuka dari para pelaku. Dari Desa Budaya Pampang, misalnya, muncul kegelisahan klasik namun krusial: bagaimana menarik lebih banyak wisatawan agar event tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga memberi dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat lokal. Sementara itu, Perkumpulan Pengusaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) Kalimantan Timur menyoroti isu yang tak kalah penting yaitu kualitas konsep event di destinasi wisata. Mereka menekankan bahwa daya tarik visual saja tidak cukup. Event perlu dirancang agar mampu menciptakan pengalaman yang berkesan dan, yang lebih penting, memperpanjang durasi kunjungan wisatawan.
Ragam persoalan tersebut memperlihatkan satu benang merah: pengembangan event di daerah tidak bisa hanya mengandalkan kreativitas spontan atau euforia sesaat. Ada tantangan struktural yang perlu dijawab secara serius dari mulai dari peningkatan kapasitas SDM, penguatan manajemen, perbaikan aksesibilitas, hingga penyusunan konsep acara yang lebih matang dan strategis.

Diskusi kemudian mengerucut pada satu pemahaman bersama bahwa event bukan sekadar pertunjukan, melainkan praktik tata kelola. Ia membutuhkan perencanaan yang terukur, sinergi lintas sektor, serta orkestrasi yang solid antara pemerintah, pelaku industri, dan komunitas. Tanpa itu, potensi besar industri event di Kalimantan Timur berisiko tidak berkembang secara optimal, bahkan tertinggal dari daerah lain yang lebih siap secara ekosistem. Pada akhirnya, ukuran keberhasilan event tidak lagi semata pada seberapa ramai panggungnya. Lebih dari itu, event yang kuat adalah yang dikelola dengan rapi, memiliki arah yang jelas, dan mampu memberikan dampak nyata bagi daerah baik secara ekonomi, sosial, maupun kultural.
Samarinda dan Balikpapan, 27 – 28 April 2026
Galih Sedayu
Pemerhati Event dan Ketua Komite Ekraf Bandung
Jejak Kreativitas Wawan Juanda

“GELAR KRIYA KULIT JAWA BARAT”
Festival Director : Wawan Juanda (Alm)
Gedung Sate, Bandung, 8 Agustus 2010

“GELAR BATIK JAWA BARAT”
Festival Director : Wawan Juanda (Alm)
Gedung Sate, Bandung, 3 Juli 2010

“SPICE FEST”
Festival Director : Wawan Juanda (Alm)
Gedung Sate, Bandung, 8 Desember 2007

“BRAGA FESTIVAL”
Festival Director : Wawan Juanda (Alm)
Braga, Bandung, 28 Desember 2006

“MAD QUARTER MUSIC FESTIVAL”
Festival Director : Wawan Juanda (Alm)
Bumi Sangkuriang, Bandung, 17 September 2006

“BRAGA FESTIVAL”
Festival Director : Wawan Juanda (Alm)
Braga, Bandung, 30 Desember 2005

Copyright (c) by galih sedayu
All right reserved. No part of this pictures may be reproduced in any form or by any means, electronic or mechanical including photocopy, recording or any another information storage and retrieval system, without prior permission in writing from photographer.
“Celebration” | A Photography Project by galih sedayu
Pada mulanya merayakan.
Merayakan berita baik perihal kreativitas.
Kreativitas yang senantiasa menyala.
Menyala terang agar belenggu kegelapan sirna.
Sirna dan menjadi cahaya pemersatu.
Pemersatu perbedaan dalam semangat kolaborasi.
Kolaborasi nyata yang memberi ruang.
Ruang bagi empati dan ekspresi.
Ekspresi lokalitas dengan balutan seni.
Seni mewartakan dan membunyikan guna.
Guna bagi kita, semua, dan siapapun.
Siapapun yang bersekutu dalam persaudaraan.
***
In the beginning was celebration.
Celebration good news about creativity.
Creativity that always light up.
Light up brightly that make darkness disappear.
Disappear and become a light of unity.
Unity of differences in spirit of collaboration.
Collaboration that give us a space.
Space for emphaty and expression.
Expression of locality with art.
Art is proclaiming and sounding benefits
Benefits for all of us and anyone.
Anyone who gathers in brotherhood.
***
Teks & Foto / Text & Photographs: galih sedayu
Thanks to Kool & The Gang for the Inspiring Song, “Celebration”
#22KaryaFoto #22Photographs

Festival Pasar Cijaringao | Kebon Udjo, Bandung, Jawa Barat | 12 August 2018

Festival Pasar Cijaringao | Kebon Udjo, Bandung, Jawa Barat | 12 August 2018

Festival Pasar Cijaringao | Kebon Udjo, Bandung, Jawa Barat | 12 August 2018

Indonesia Week | Mochinoki Hiroba, Nagoya, Japan | 30 April 2018

Wonderful Indonesia Festival | CentralWorld Square, Bangkok, Thailand | 19 November 2017

Wonderful Indonesia Festival | CentralWorld Square, Bangkok, Thailand | 18 November 2017

Wonderful Indonesia Festival | CentralWorld Square, Bangkok, Thailand | 18 November 2017

Wonderful Indonesia Festival | CentralWorld Square, Bangkok, Thailand | 17 November 2017

Wonderful Indonesia Festival | CentralWorld Square, Bangkok, Thailand | 17 November 2017

Wonderful Indonesia Festival | CentralWorld Square, Bangkok, Thailand | 17 November 2017

Wonderful Indonesia Festival | CentralWorld Square, Bangkok, Thailand | 17 November 2017

Asian African Carnival | Asia Africa, Bandung, West Java | 14 August 2016

Indonesia Festival | Padang Esplanade, Penang, Malaysia | 29 November 2015

Jabar Ngagaya | Diponegoro, Bandung, West Java | 20 September 2014

Jabar Ngagaya | Diponegoro, Bandung, West Java | 20 September 2014

Jabar Ngagaya | Diponegoro, Bandung, West Java | 20 September 2014

Jabar Ngagaya | Diponegoro, Bandung, West Java | 20 September 2014

Cap Go Me Festival | Bandung, West Java, Indonesia | 2 March 2013

Cap Go Me Festival | Bandung, West Java, Indonesia | 2 March 2013

Cap Go Me Festival | Bandung, West Java, Indonesia | 2 March 2013

Lighchestra | Babakan Siliwangi Forest, Bandung, West Java | 7 July 2012

Braga Festival | Asia Africa, Bandung, West Java | 26 December 2006
Copyright (c) by galih sedayu
All right reserved. No part of this pictures may be reproduced in any form or by any means, electronic or mechanical including photocopy, recording or any another information storage and retrieval system, without prior permission in writing from photographer.