Posts Tagged ‘Ridwan Kamil’
Memimpikan Bandung Menjadi Kota Dunia
“Memimpikan Bandung menjadi Kota Dunia”
Oleh : Ridwan Kamil
”Saya benci Bandung”, kata seorang pengusaha Jakarta di Sabtu sore. ”Semrawut, makin panas, sering macet dan sistem lalu lintasnya sering berubah, membingungkan”. Itulah sekelumit citra negatif yang sering diutarakan oleh sebagian pelancong dari luar kota. Terutama ketika mereka datang di akhir pekan.
”Kami menyukai Bandung”, ujar beberapa pelancong yang dijumpai di jalan Dago. ”Kotanya masih teduh, sekolahnya bagus-bagus, dekat dengan suasana pegunungan, anak-anak mudanya kreatif dan wisata belanjanya menyenangkan”. Cukup melegakan mendengar pujian mereka tentang Bandung.
Itulah yang terjadi. Bandung adalah paradoks. Kadang dirindu. Kadang dibenci. Bandung disukai karena suasana santainya, namun digerutui karena kemacetannya. Didatangi karena kualitas universitasnya, namun ditinggalkan karena minim peluang berkarirnya. Dipuji karena banyak ahli kota dan arsiteknya, namun diejeki karena minimnya inovasi dan kesemrawutan kotanya
Bandung adalah persilangan sebuah kota yang kaya dengan arsitektur bersejarah dengan lingkungan alam Parahyangan yang menenangkan hati. Di Bandung banyaknya perguruan tinggi yang didukung oleh stabilitas sosial yang terbuka dan kondusif adalah konteks unik yang melahirkan budaya kosmopolitan global yang berbeda dengan konteks kental religius ala Bali atau konteks patuh tradisi alaYogya.
Kosmopolitan dan kontemporer adalah karakter khas Bandung. Irisan dan persilangan unik khas Bandung ini melahirkan banyak peluang, terutama yang berkaitan dengan kekuatan ekonomi yang lahir dari tingginya kreativitas dan inovasi generasi mudanya. Ekonomi yang lahir dari kekuatan berpikir. Dari kekuatan ’human capital’ atau yang sering disebut dengan istilah’creative economy’.
***
Di tatar Parahyangan ini banyak tersembunyi kegiatan-kegiatan ekonomi berbasis inovasi dan kreativitas tanpa banyak kita hapal. Di Bandung terdapat pusat-pusat riset teknologi seperti LIPI, Pusat mikroelektronika, RISTI, MDIC, Eckman Center, Batan dan Microsoft Innovation Center at ITB. Di kota kreatif ini pula terdapat perusahaan teknologi seperti Omedata semikonduktor, LEN, INTI, CMI telkom, Harif Tunggal telekomunikasi, Daya Engineering, Quasar telekom dan PT Dirgantara.
Di Bandung pula, peluang-peluang ekonomi kreatif berbasis gaya hidup atau lifestyle tumbuh subur. Factory Outlet hadir dengan omset milyaran rupiah perbulan. Industri Distro (distribution store) anak muda Bandung yang kosmopolitan dengan desain clothing unik tumbuh dengan super cepat dan menjalar ke kota-kota lainnya.
Tidak heran, suasana kreatif dan alam yang unik di tatar Parahyangan ini membuat industri musik pun berkembang. Grup musik terkenal seperti Peterpan, Seurieus, Mocca, Laluna, PAS, Rif, Elfa, Krakatau hadir berbarengan dengan belasan grup musik Indie seperti Changcuters, Burgerkill, Besides, Pure Saturday dan komunitas underground musik yang produktif di Ujung Berung. Galeri-galeri seni kelas internasional juga tumbuh pesat di bandung, seperti Galeri Barli, Galeri Sumarja, Galeri Jehan, Galeri Padi, dan Selasar Sunaryo yang aktif dengan kegiatan seni internasionalnya sebagai agenda agenda rutinnya.
Di dunia arsitektur, progresivitas berpikir dan desain eksperimental arsitek-arsitek Bandung cukup jauh meninggalkan kota-kota lainnya. 70 persen-an pemenang sayembara nasional arsitektur selalu dari Bandung. Prestasi ini terjadi karena suasana komunitas, dialog dan iklim akademiknya yang kondusif dan inspiratif. Tahun 2007 URBANE menjadi satu-satunya firma kecil dari Bandung yang masuk 10 besar arsitek Indonesia verisi BCI awards, yang mengukur kerberhasilan firma arsitektur dari kuantitas nilai bisnisnya. Bahkan pemenang pertama Young Design Entrepreneur of the Year dari British Council, dimenangkan oleh warga Bandung 2 tahun beruturut-turut.
***
Di sisi lain, salah satu syarat menjadi kota kelas dunia adalah kualitas infrastruktur fisik kota dan ruang publiknya. Inilah kelemahan kota Bandung. Tidak ada kemajuan yang berarti dari segi pembanguan fisik dan sarana kota kecuali jembatan Pasupati. Sarana kota seperti Stadion Siliwangi yang sudah uzur, taman-taman kota yang tidak jelas konsepnya, Gelora Saparua yang sudah tidak layak pakai, adalah contoh-contoh buruknya. Dari sudut pandang prasarana, tragedi konser musik di Braga menjadi salah satu bukti, bagaimana aspirasi dan antusiasme kegiatan ekonomi kreatif tidak terwadahi oleh tempat yang layak.
Pemerintah kota dan propinsi seharusnya bisa melihat bagaimana investasi di fasilitas publik dengan arsitektur progresif bisa mengangkat ekonomi kota melompat ke level internasional. Seperti halnya kehadiran Museum Guggenheim di kota Bilbao Spanyol yang berdiri di bekas stasiun yang terbengkalai. Karena publikasi yang mendunia, sekitar empat jutaan pelancong datang ke kota tersebut hanya untuk melihat keunikan museum yang dirancang oleh superstar arsitek Frank Gehry. Jutaan pelancong itulah dalam 4 tahun yang membawa devisa 14 trilyun rupiah ke kota industri di Spanyol ini. Kesimpulannya, arsitektur publik yang baik dan progresif, seperti halnya Esplanade di Singapura atau Sydney Opera House di Australia, mampu menyumbangkan devisa yang besar bagi ekonomi kotanya.
Di sisi lain, pemerintah seringkali tidak mampu menahan pihak-pihak swasta yang tidak bertanggung jawab untuk berinvestasi namun merusak fisik kota Bandung atas nama investasi dan pertumbuhan ekonomi. Rencana Babakan Siliwangi yang akan dikomersilkan, kawasan Punclut yang digerus, beberapa Factory Outlet di Dago yang merusak karakter arsitektur Art Deco dan melanggar sempadan adalah contoh-contohnya.
Karenanya jangan heran jika banyak orang-orang pintar pergi dari Bandung setelah mereka lulus. Mereka hanya menumpang lewat. Mereka tidak melihat iklim kota Bandung dan sarana kotanya cukup kondusif untuk melakukan inovasi-inovasi dan bisnis yang selayaknya. Sementara otak-otak kreatif yang tinggal dan berbisnis di Bandung hanya bisa menggerutu dan bertahan semampunya tanpa bantuan dan dukungan yang signifikan dari pemerintah,
***
Kekuatan Bandung terbesar ada pada aset kualitas manusianya. Inilah kekuatan Bandung di masa depan. Inilah tiket bersaing global. Jangan sampai ribuan orang-orang kreatif dan pintar ini selalu pergi ke Jakarta atau Singapura setelah mereka lulus sekolah di Bandung, Mereka harus diakomodasi untuk berbisnis dan berkarir di Bandung. Mereka harus distimulasi untuk mencintai kota Bandung.
Karenanya pemerintah harus berinvestasi dengan 2 cara. Pertama, investasi dalam bentuk dukungan instrumen kebijakan ekonomi yang kondusif dan jangka panjang. Instrumen ini untuk mendorong investasi ekonomi kreatif mengalir dan eksis di Bandung. Sehingga orang-orang kreatif dan pintar dari luar kota pun mau dan tertarik untuk pindah ke Bandung dengan membawa kapital, ide-ide kreatif atau inovasi-inovasi bisnisnya.
Kedua, pemerintah harus berinvestasi memperbaiki infrastruktur dan sarana kota. Memperbaiki lalu lintas, memperbanyak gedung-gedung pertunjukan atau galeri, memelihara dan mempercantik bangunan-banguan bersejarah, berinovasi dalam ruang hijau kota atau menyuntikkan seni dalam penataan kawasan kota. Ingat, kreativitas dan inovasi mudah lahir dari wadah yang inspiratif.
Persaingan dunia bukan lagi antar negara, tapi antar kota. Karena itulah strategi-strategi perencanaan kota yang inovatif sudah dilakukan oleh kota London, Glasgow, Taipei, Singapura, Bangalore, Buenos Aires dalam merespon ekonomi baru ini. Kebijakan ekonomi kreatif yang responsif dan peningkatan kualitas sarana kota, bersatu kompak bagai dua sisi dalam satu koin uang. Pemerintah kota Bandung sudah saatnya berpikir inovatif diluar norma-norma standar pengelolaan kota-kota Indonesia. Kita harus berpikir dan berinovasi seperti kota-kota dunia.
”Bandung Kota Dunia” bukanlah hanya mimpi. Kita sudah punya modal awal yaitu aliran sumber daya manusia yang kreatif dan kompetitif berkelas dunia. Modal ini harus disempurnakan dengan kualitas sarana kota yang berkelas dunia pula. Inilah reposisi dan wajah baru Bandung di era milenium. Wajah baru yang menyempurnakan era Bandung sebagai wajah pemersatu Asia Afrika tahun 1955. Jangan biarkan mimpi ini mati sebagai mimpi. Mari sama-sama bekerja keras menghadiahkan masa depan yang indah untuk generasi cucu kita.
“Picture” | A Photography Project by galih sedayu
Pada mulanya citra.
Citra manusia cerminan kesayangan Sang Semesta.
Semesta yang mencipta dan meniup nafas.
Nafas kuasa Ilahi sehingga membentuk rupa.
Rupa pun memancarkan cahaya.
Cahaya kehidupan yang menghantarkan sejuta cerita.
Cerita perkenalan serta persahabatan.
Persahabatan yang dikenang dalam cuplikan potret.
Potret mengingatkan akan hubungan yang tak lekang oleh waktu.
Waktu digunakan dengan bijak agar kita semakin menghargai manusia.
Manusia yang sudah selayaknya kita tanam agar kelak panen kebahagiaan menyertai.
Menyertai perjalanan hidup senantiasa selamanya.
***
In the beginning was an image.
Image of human that reflecting a love from Universe.
Universe who create and provide a breath.
Breath of God that become a face.
Face that emits light.
Light of life that tells a million stories.
Stories about friendship.
Friendship that is remembered in portraits.
Portraits remain a connection of time.
Time is used wisely so that we appreciate more of humans.
Humans that we should plant so that the harvest of happiness will accompany.
Accompany the journey of life always forever.
***
#117Potret #117Portraits
Thanks to Kid Rock & Sheryl Crow for the Inspiring Song, “Picture”.

Veronica / Kampung Wologai Citizen / Ende, Flores, East Nusa Tenggara / 30 May 2022

Rizky Handayani / Deputy for Tourism Products and Event Organizing of the Ministry of the Tourism and Creative Aconomy / Kelimutu, Flores, NTT / 30 May 2022

Johanes Fendi (Koh Asiang) / Barista at Warung Kopi Asiang / Pontianak, West Kalimantan / 22 October 2021

Eko Supriyanto / Professional Dancer and Founder at Eko Dance Company / Depok, West Java / 11 April 2021

Heru Mataya / Artist & Founder at Mataya Art Heritage / Depok, West Java / 11 April 2021

Juniar Mekarina Rizkia Putri / Founder at Irish by Eastwood / Bogor, West Java / 25 March 2021

Rendra Manaba / Founder at Kendari Kreatif / Penglipuran Village, Bali / 28 November 2020

M Arief Budiman / CEO at Petakumpet Creativelab / Amahusu Beach, Ambon / 8 November 2020

Ira Shintia / Founder at Ecoethno Adventure / Pintu Kota Beach, Ambon / 7 November 2020

Abdullah Azwar Anas / Regent of Banyuwangi & Indonesian Politician / Banyuwangi, East Java / 6 Nov 2020

Arief “Ayip” Budiman [RIP] / Founder at Rumah Sanur Creative Hub / Tidore, North Maluku / 21 Dec 2019

Irma Kusumaningrum / Lawyer / Orchid Forest, Lembang / 28 September 2019

Syifa Shafira / Secretary at Ruang Kolaborasa / Gateway Apartment, Bandung / 19 September 2019

Shitta Natashia Mahachakri / Founder at Kabeuki / Bukit Bintang, Bandung / 20 November 2018

Burhan Abdurahman [RIP] / Mayor of the City of Ternate / Ternate, North Maluku / 17 November 2018

Joko Widodo / President of Indonesia / Simpul Space, Braga, Bandung / 10 November 2018

Ma Eha / Founder at Warung Eha / Cihapit, Bandung / 9 October 2018

Drs. Ukus Kuswara, MM [RIP] / The Secretary of Indonesia Ministry of Tourism / Orchid Forest, Lembang / 18 July 2018

Aska Okamoto / Drummer at Sleaze Party / Nagoya, Japan / 29 April 2018

Ricky Dermawan / Founder at Minen Leather / Cigadung, Bandung / 2 April 2018

Windu Widjaya / CEO at Kinarya & Director at Be Indonesia / Shirakawa-go, Japan / 3 February 2018

Alief Bean [RIP] / CEO at Bean Event Contractor / Shirakawa-go, Japan / 3 February 2018

Joseph Agus Kristian / Founder at Malang Amore Carnival / Bangkok, Thailand / 18 November 2017

Buabucha / Thai Host & News Anchor / Westin Hotel, Bangkok, Thailand / 15 November 2017

Ricky Pesik / Head Deputy of Indonesian Agency for Creative Economy / Makassar – Gamarra Hotel / 8 September 2017

Dynand Fariz [RIP] / Founder at Jember Fashion Carnival / Bandung – Diponegoro Boulevard / 26 August 2017

Teresa Irene / My Sister In Law / Bandung – Bumi Sangkuriang / November 2016

Shinta S Putri / Architect, Urban Designer, Traveller & Coffee Adict / Seger beach – Lombok / 27 August 2016

Zaini Alif / Artist & Founder at Hong Community / Lombok – Seger Beach / 27 August 2016

Adi Panuntun / Video Mapping Artist & Founder at Sembilan Matahari / Cicaheum – Bandung / 7 May 2016

Atalia Kamil / Wife of Ridwan Kamil / Bandung – Husein Airport / April 2016

Fiki Satari / Chairman at Bandung Creative City Forum / Sidoarjo / 30 March 2016

Gustaff H Iskandar / Artist & Founder at Common Room / Malang / 31 March 2016

Herman Effendy [RIP] / Stage Photographer / Bandung – Braga City Walk / 27 February 2016

Krisna Satmoko {Chees} / Photographer / Bandung – Braga City Walk / 27 February 2016

Utami Dewi Godjali / Artist & Photographer / Bandung – AFN Library / 26 February 2016

Aat Soeratin / Artist & Founder at Rumah Nusantara / Bandung – Roemah Enak Enak / 14 December 2015

Obin Ousbourne / Artist & Founder at Tatanggaranda83 / Penang – Malaysia / 29 November 2015

Dina Dellyana / Musian, Lecturer & Co-Founder at HMGNC / Penang – Malaysia / 29 November 2015

Christine Listya [RIP] / My Lovely Wife / Bali – Padang Padang Beach / 2015

Hari Pochang / Musician & Photographer / Bandung – Film Park / 21 April 2015

Paul Tedjasurja [RIP] / Photographer of Asian African Conference 1955 / Bandung – Holis – Paul’s House / 2015

Dwi Wulan Nurmarliani / Deaf Student / Bandung – Surapati Core – AFN Office / 2015

Jaka Balloeng / Diffable Illustrator Artist / Solo / 2014

Ridwan Kamil / Bandung City Mayor / Hamamatsu – Japan / 2014

Tegep Octaviansyah [RIP] / Founder at Tegep Boots & Comrades Motocycle / Georgetown – Malaysia / 2014

Irawati Durban / Traditional Dancer & Interior Designer / Bandung – Ciumbuleuit / 2014

Arin Dwihartanto Sunaryo / Painting Artist / Bandung – Cigadung / 2014

Ida Arimurti / Radio Host / Jakarta – Grand Mahakam Hotel / 2013

Tata Soemardi [RIP] / Urban Designer / Bandung – Babakan Siliwangi World City Forest / 2013

Dwinita Larasati / Lecturer & Graphic Diary Maker / Bandung – City Hall / 2013

Cicilia Shierley Ekawati Susila / My Mom In Law / Lembang – Floating Market / 2013

Kiki / College Student / Bandung – Bumi Sangkuriang / 2013

Ni Ketut Asmi / My Balinesse Mother & Antique Dealer / Bali – Celuk / 2013

Mang Han / Guardian of Citarum River / Kampung Pulosari – Bandung / 8 July 2013

Riza Marlon / Wildlife Photographer / Bandung – AFN Library / 2012

Gadis Azahra / Co-Founder at Bandung Cycle Chic / Bandung – Monumen Parjuangan Rakyat Jawa Barat / 2012

Ridwannulhakim {Wandut} / College Student / Bandung – Cikapundung Timur Boulevard / 2012

Bottlesmoker {Angkuy & Nobie} / Bedroom Musician / Bandung – Ciwalk / 2012

Irvan A.Noeman [RIP] / Designer & Founder at BD+A Design / Bandung – Sensa Hotel / 2012

Pidi Baiq / Artist & Writer / Bandung – Purnawarman / 2012

Ginan Koesmayadi [RIP] / Founder at Rumah Cemara & Vocalis at Jeruji / Bandung – Lapangan Bawet / 2012

Vilia Indahwati / My Childhood Friend / Jakarta / 2012

Michelle Ewers / My Childhood Friend / Jakarta / 2012

Dorothea Komyana / My Mother / Cipanas – Prameswari Hotel / 2012

Eyang Memet / Environmental Activist / Soreang / 2011

Shohei Matsunaga / Football Player / Bandung – AFN Studio / 2011

Dablo / Mime Artist / Bandung – AFN Studio / 2011

Rama Surya / Photographer / Bandung – Surapati Core / 2011

Don Hasman / Photographer / Jakarta / 2011

Tisna Sanjaya / Artist & Founder at Imah Budaya {IBU} Cigondewah / Bandung – Dago / 2011

Atep Rizal / Football Player / Bandung – Padjajaran Boulevard – PT Daya Adira Mustika Office / 2011

Airlangga Sucipto / Football Player / Bandung – Padjajaran Boulecard – PT Daya Adira Mustika Office / 2011

Nurulita / Fashion Photographer / Bandung / 2010

Wawan Sofwan / Actor / Bandung – Sasana Budaya Ganesha Roof Top / 2010

Iwan Zein / Radio Host / Bandung – Taman Pramuka / 2010

Ariani Darmawan / Founder at Kineruku / Bandung – Hegarmanah Boulevard / 2010

Wawan Juanda [RIP] / Founder at Republic of Entertainment / Bandung – Gedung Sate / 2010

Ivana Stojakovic / Artist / Bandung – Dago Tea House / 2010

Dada Rosada / Bandung Mayor [2003-2013] / Bandung – Pusdai / 2009

Remy Sylado / Author, Actor & Musician / Bandung – YPK Building / 2009

Arman Jamparing / Artist / Bandung – Dago Boulevard / 2009

Vitha / Vocalist & Musician / Bandung – Vila Isola / 2009

Kris Takarbessy [RIP] / My Best Friend / Vocalist & Guitar Player at Cozy Street Corner / Bandung – Tahura Forest / 2009

Sariban / Environmental Activist / Bandung – Gasibu / 2009

Sunu / Pointilism Artist / Bandung – Gatot Subroto Boulevard / 2009

Darso [RIP] / Artist & Musician / Bandung – Pusdai / 2009

Ingriyanti [Tante Ing] / Founder at Jonas Photo / Bandung – Jonas Photo / 2009

Dodi Suryanata Sukmana [RIP] / Photographer & Make Up Artist / Bandung / 2009

Sonny Soeng / Co-Founder at Toko You / Bandung – Toko You / 2009

Anggie / Model / Bandung – Arjuna Hotel / 2009

Rosid / Artist / Bandung – Cigadung / 2009

Agus / Street Homeless / Bandung / 2009

Wiwit Setyoko / Photographer / Bandung / 2009

Mukti Mukti / Musician / Bandung – YPK Building / 2009

Dewi / Model / Bandung / 2008

Marius Mamora / Visual Artist & Spiritual Consultant / Bandung – Taman Pramuka / 2008

Audy / Musian / Bandung – Cigadung / 2008

Denny F Kusumah / Founder at VW 100% / Bandung – Taman Pramuka Boulevard – AFN Office / 2008

Oscar Motuloh / Photo Journalist & Curator / Bandung – Cloud 9 Cafe / 2008

Dudi Sugandi / Photographer / Jakarta – GFJA / 2008

Marius Widiarto [Mas Wied] / Founder at C59 / Bandung – Riau Boulevard / 2008

Setiady Tanzil [RIP] / Photographer / Bandung / 27 April 2008

Sudarsono Katam / Writer / Bandung / 2008

Bambang Sugiharto / Philosopher & Lecturer / Bandung – Nias Boulevard / 2008

Jusuf Kala / Vice President of Indonesia / Jakarta / 2008

Toyip / Amateur Photographer / Bandung / 20 September 2007

Iyum Mariyum [RIP] / My Grand Mother / Cipanas – Home / 2007

Istiono / Chief Police Officer / Pangalengan / 2004

Agustinus Michael Kayat / My Father / Cipanas – Home / 2004

Manik Prajana / Vocalist at Laluna Band / Bandung – Pasang Boulevard – AFN Studio / 2004

Abdurrahman Wahid / Gus Dur [RIP] / Indonesian President / Jakarta / 2004

Fennica Tresna / Model / Bandung – Mangga Boulevard – Papyrus Photo / 2003

Sarah Scott Ochsner / Model / Bandung – Braga / 2003

Dira Sugandi / Jazz Singer / Bandung – Progo Boulevard / 2002

Tina Yekti Lestari / High School Student / Bandung – Mangga Boulevard – Papyrus Photo / 2002

Marissa / Model & College Student / Bandung – Progo Boulevard / 2001
Copyright (c) by galih sedayu
All right reserved. No part of this pictures may be reproduced in any form or by any means, electronic or mechanical including photocopy, recording or any another information storage and retrieval system, without prior permission in writing from photographer.
Fiat Lux, Ridwan Kamil
Teks & Foto : galih sedayu
Kiranya selalu memberikan telinga
Kiranya selalu menjaga mulut
Kiranya selalu membukakan mata
Kiranya selalu melangkahkan kaki
Kiranya selalu mengulurkan tangan
Kiranya selalu mendinginkan kepala
Kiranya selalu membangkitkan badan
Kiranya selalu menenangkan hati
Kiranya selalu menguatkan jiwa
Kiranya selalu menuntun jalan
Kiranya selalu menempatkan kebenaran
Kiranya selalu menghadirkan damai
Kiranya selalu mencerminkan sederhana
Kiranya selalu menyembuhkan luka
Kiranya selalu menguduskan keadilan
Kiranya selalu memuliakan rakyat
Kiranya selalu mengutus persaudaraan
Kiranya selalu mengindahkan aturan
Kiranya selalu menyalipkan godaan
Kiranya selalu menjerat kezaliman
Kiranya selalu mempermandikan noda
Kiranya selalu menyanyikan pujian
Kiranya selalu menyempurnakan perbuatan
Kiranya selalu meraih pengetahuan
Kiranya selalu merajut asa
Kiranya selalu menjalin mimpi
Kiranya selalu mengucap syukur
Kiranya selalu membuang dengki
Kiranya selalu menghapus dosa
Kiranya selalu mengerti perbedaan
Kiranya selalu menumbuhkan semangat
Kiranya selalu menghamilkan perubahan
Kiranya selalu melahirkan kebaikan
Kiranya selalu menyediakan waktu
Kiranya selalu menambatkan cinta
Kiranya selalu membagikan ilmu
Kiranya selalu menggandeng sahabat
Kiranya selalu menggetarkan musuh
Kiranya selalu melompati tantangan
Kiranya selalu mengepakkan sayap
Kiranya selalu menghakimi kejahatan
Kiranya selalu meniadakan dusta
Kiranya selalu menabur benih
Kiranya selalu menanam manusia
Kiranya selalu membebaskan kemiskinan
Kiranya selalu mengendapkan sepi
Kiranya selalu menggembalakan keberagaman
Kiranya selalu mentahbiskan tindakan
Kiranya selalu mengalirkan kekuatan
Kiranya selalu menjurukan keselamatan
Kiranya selalu mewartakan harapan
Kiranya selalu mengikuti cahaya
Kiranya selalu menerangi kota…
Bandung, 16 September 2013
copyright (c) 2013 by galih sedayu
all right reserved. no part of this writting & pictures may be reproduced in any form or by any means, electronic or mechanical, recording or any another information storage and retrieval system, without prior permission in writing from photographer.

































