Posts Tagged ‘galih sedayu’
Konsep dan Konektivitas Dalam Penyelenggaraan Event
Boleh saja bila ada yang beropini bahwa dalam menyelenggarakan sebuah event, CONCEPT dianggap menjadi yang sangat utama. Karena menurut mereka sebuah konsep itu dilahirkan dari himpunan ide dan kreativitas yang digagas oleh inisiator serta tim kreatif di belakangnya. Namun jangan lupa bahwa CONNECT menjadi isu yang perlu diperhatikan secara serius dalam menyelenggarakan sebuah event.
Bagaimana event yang kita buat dapat TERHUBUNG dengan orang-orang. Karena event adalah sebuah cara untuk menghimpun orang-orang serta menyediakan RUANG BERSAMA untuk saling berbagi dan berinteraksi. Oleh karena itu sebuah event sejatinya mampu menciptakan KONEKSI yang BERNILAI. Entah event yang kita buat bertujuan untuk mencari CUAN ataupun bahkan mampu menjadi PROBLEM SOLVER bagi sebuah permasalahan.
Seru-seruan bareng para sahabat yang turut menjadi nara sumber (Mas Aan @aanfikriyan dan Mas Arief @mybothsides) dalam Temu Wicara dengan topik “Branding & Manajemen Event” yang merupakan rangkaian program KOTA KITA hasil kolaborasi dari Kreasi Sukabumi dan Pemerintah Kota Sukabumi.
Nyala terus cahaya kota sukabumi…
25 Mei 2024 – Bale Jayaniti, Kota Sukabumi, Jawa Barat








Kota Kreatif Bukan Tentang Menghias Namun Otentisitas
Saat ini di Indonesia telah ada 5 Kota yang berhasil masuk ke dalam jejaring kota kreatif UNESCO (UCCN) yakni Kota Pekalongan sebagai “City of Craft & Folkarts” (2014) ; Kota Bandung sebagai “City of Design” (2015) ; Kota Ambon sebagai “City of Music” (2019) ; Kota Jakarta sebagai City of Literature (2021) ; dan Kota Surakarta sebagai City of Craft & Folkarts (2023).
Tahun 2025 nanti, pintu kesempatan bagi Kota dan Kabupaten di Indonesia untuk dapat bergabung dengan UCCN kembali terbuka. Tentunya melalui tahapan seleksi yang akan dilakukan oleh Panitia Seleksi Nasional yang telah dibentuk oleh Kemenparekraf/Baparekraf RI.
Namun perlu disadari dengan sungguh-sungguh, bahwa mempersiapkan Kota yang akan masuk ke dalam jejaring UCCN bukanlah tentang MENGHIAS kotanya, namun bagaimana kota tersebut dapat menggali OTENTISITAS yang dimilikinya. Sehingga fokus kota dalam mempersiapkan itu semua adalah membangun sebuah NILAI. Karenanya sangat penting bagi kota tersebut agar berupaya untuk membangun kebanggaan BUDAYA LOKAL, melahirkan INOVASI, memberikan ruang kepada kaum MINORITAS, menciptakan kesadaran perihal LINGKUNGAN, menumbuhkan TOLERANSI serta semangat INKLUSIF. Jadi mempersiapkan kota agar masuk ke dalam UCCN sesungguhnya bukanlah fokus kepada upaya MEMPERCANTIK diri secara tiba-tiba agar dapat dilihat oleh UNESCO.
Oleh karena itu setiap kota perlu melakukan AKSI STRATEGIS agar dapat memiliki kesempatan untuk masuk ke dalam UNESCO Creative Cities Network / UCCN. Dimana UCCN yang digagas sejak tahun 2004 sesuai dengan mandat UNESCO demi membangun budaya perdamaian dan pembangunan berkelanjutan ini mampu menjadi ruang bagi setiap kota untuk memainkan peran penting dalam pembangunan KOTA BERKELANJUTAN melalui BUDAYA dan KREATIVITAS.
Sukabumi, 25-25 Mei 2024
Galih Sedayu
Pemerhati Ekonomi Kreatif dan Pegiat Kota Kreatif




Tata Kelola Kota Kreatif
Kota Kreatif yang sering kali kita gadangkan sejatinya bukan tentang SENSASI namun SOLUSI. Bagaimana berbagai tantangan yang dihadapi oleh sebuah kota dapat segera diurai serta dipecahkan melalui aksi kolaboratif. Karenanya TATA KELOLA sebuah kota menjadi sangat penting.
Mengapa tata kelola kota menjadi penting?
1) KOTA KREATIF SANGAT TERHUBUNG DENGAN WARGANYA : Dengan tata kelola yang baik tentunya seluruh pemangku kepentingan masyarat dapat memainkan perannya masing-masing agar dapat berkontribusi secara aktif bagi kotanya.
2) KOTA KREATIF MEMILIKI BERBAGAI TANTANGAN YANG KOMPLEKS : Dengan tata kelola yang baik tentunya berbagai tantangan yang dihadapi kota menyangkut isu kesenjangan sosial yang tinggi, pertumbuhan ekonomi yang lambat, perubahan iklim yang ekstrim, dan lain sebagainya dapat segera dipecahkan.
3) KOTA KREATIF MENJADI PENGGERAK UTAMA PERUBAHAN : Dengan tata kelola yang baik tentunya pembangunan kota menjadi garda terdepan dan utama dalam mewujudkan kota yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan.
4) KOTA KREATIF MENCERMINKAN CITRA DAERAH : Dengan tata kelola yang baik tentunya citra sebuah kota akan semakin dikenal karena potensi lokal dan keunikannya sehingga mampu mendatangkan wisatawan domestik maupun manca negara.
5) KOTA KREATIF MEMBUTUHKAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN : Dengan tata kelola yang baik tentunya akan muncul berbagai program kota yang direncanakan dengan memperhatikan dampak ekonomi, dampak sosial & budaya, serta dampak lingkungan.
Terima kasih Pemerintah Kota dan Komite Ekonomi Kreatif Kota Cimahi atas undangannya untuk berbagi cerita serta pengalaman perihal pengembangan ekosistem kota kreatif. Kiranya penyusunan Peta Jalan (Roadmap) Ekonomi Kreatif yang sedang dirancang bersama dapat segera tuntas dan kemudian dapat disahkan ke dalam bentuk Perwal sehingga mampu menjadi panduan bagi kebijakan serta program yang berkelanjutan di Kota Cimahi.
Semangat terus buat tim komite ekraf cimahi (kang epenk, kang yugi ; kang edison ; kang robby, kang ainul, kang sonny dan seluruh SKPD kota cimahi @cimahikota @cimahi_banget
Inaka Cafe, Kota Cimahi, Jawa Barat, 2 Juli 2024
Galih Sedayu
Pemerhati Ekonomi Kreatif dan Pegiat Kota Kreatif




Pentingnya Bercerita (Storytelling) Dalam Penyelenggaraan Event
EVENT BUKAN HANYA BERPESTA NAMUN BERCERITA
Bercerita menjadi salah satu kunci utama dalam penyelenggaraan sebuah event karena sebuah cerita yang baik dapat terhubung dengan para partisipan yang hadir dalam sebuah event.
Mengapa EVENT STORYTELLING atau bercerita dalam menyelenggarakan event menjadi penting?
EMOTIONAL CONNECTIONS : Bercerita dapat menciptakan hubungan emosional bagi para partisipan sebuah event. Karena cerita yang baik dapat membuat orang merespon secara emosional terhadap event yang kita buat.
ATTENTION : Bercerita dapat mengundang perhatian bagi partisipan sebuah event. Karena cerita yang baik dapat membuat orang menjadi fokus dan lebih tertarik dengan event yang kita buat.
HUMANIZING : Bercerita dapat memanusiakan sebuah event yang kita ciptakan. Karena cerita yang baik dapat membuat orang berempati sehingga menjadi terlibat dengan event yang kita buat.
Terima kasih para sahabat pelaku ekonomi kreatif di Tanah Grogot atas kebersamaannya dalam ruang pembelajaran perihal merancang event. Kiranya kelak lahir himpunan event di Kabupaten Paser yang berdaya, berdampak, serta berkelanjutan.
5-6 Juli 2024 – Hotel Kyriad Sadurengas, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur








Inisiatif Resolusi Ekonomi Kreatif Dari Indonesia
Pada tanggal 19 Desember 2023, Indonesia berhasil menginisiasi diadopsinya Resolusi Ekonomi Kreatif yang berjudul “Promoting Creative Economy for Sustainable Development” pada Sidang Majelis Umum ke-78 PBB di New York. Resolusi yang didukung oleh 59 negara ini merupakan Resolusi substansi PBB yang disahkan untuk pertama kalinya dimana secara khusus membahas Ekonomi kreatif.
Resolusi Ekonomi Kreatif ini mendorong negara2 anggota PBB dan berbagai pihak terkait untuk memberikan dukungan lebih besar pada pengembangan sektor Ekonomi Kreatif melalui:
1) Penguatan Data;
2) Peningkatan Riset, Pengembangan Talenta, Pendidikan dan Pelatihan;
3) Peningkatan Akses Pada Pembiayaan, Kesehatan dan Perlindungan Sosial;
4) Pemanfaatan Kekayaan Intelektual;
5) Pemanfaatan Teknologi Digital termasuk Artificial Intelligence (AI) secara bertanggung jawab.
Mewakili Indonesia Creative Cities Network / ICCN saya menghadiri Undangan dari Kemenparekraf RI untuk membahas persiapan kegiatan International Creative Industry Conference and Festival (IC Fest) yang akan digelar di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas GIK UGM pada tanggal 26-28 September 2024.
Turut hadir pula para undangan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Asosiasi Game Indonesia (AGI), Asosiasi Industri Animasi Indonesia (AINAKI), Investment Officer INVIA, Lentera Nusantara, Agate, GameDev Bandung (GDP), Start Up Bandung dan Focal Point Bandung City of Design UCCN.
IC Fest ini rencananya akan menghadirkan Presiden Jokowi dan Presiden Terpilih Prabowo serta mengundang para pembicara internasional dari berbagai negara untuk dapat memberikan masukan kepada Pemerintah Indonesia perihal pentingnya Ekonomi Kreatif khususnya melalui Kementerian Keuangan. Kiranya IC Fest nanti dapat menjadi momentum bagi kita untuk dapat menunjukkan wujud nyata dalam menindaklanjuti Resolusi Ekonomi Kreatif yang telah diinisiasi Indonesia, mempererat kemitraan dunia dalam mengembangkan Ekonomi Kreatif Indonesia, serta memberikan Rekomendasi Strategis bagi Pemerintahan yang baru agar Ekonomi Kreatif di Indonesia tetap berkelanjutan.
Bandung, 25 Juli 2024
Galih Sedayu
Pemerhati Ekonomi Kreatif dan Pegiat Kota Kreatif










Mondiacult : Konferensi Dunia UNESCO perihal Kebijakan Budaya dan Pembangunan Berkelanjutan
Dengan mengundang sebanyak 75 Kabupaten/Kota yang telah lolos dalam program Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) dan juga Tim Panitia Seleksi Nasional (Panselnas), Kemenparekraf / Baparekraf @kemenparekraf.ri mengadakan acara sosialisasi seleksi nasional pengusulan nominasi anggota UNESCO Creative Cities Network (UCCN) untuk tahun 2025.
Dalam acara yang diselenggarakan secara daring tersebut, disampaikan pula materi khusus perihal DEKLARASI MONDIACULT 2022 yang dipaparkan oleh Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO.
Mondiacult adalah Konferensi Dunia UNESCO perihal Kebijakan Budaya dan Pembangunan Berkelanjutan yang dilaksanakan yang dilaksanakan di Kota Mexico pada tanggal 22-30 September 2022.
Deklarasi Mondiacult sendiri terdiri dari Preambul dan Panggilan Untuk Aksi. Adapun isi Panggilan Untuk Aksi dari Deklarasi Mondiacult ini yaitu:
1) Keragaman Budaya;
2) Hak Budaya;
3) Kebudayaan Dalam Kebijakan Publik;
4) Kebudayaan dan Pendidikan;
5) Kebudayaan Dalam Masa Krisis;
6) Kebudayaan Untuk Aksi Iklim;
7) Perdagangan Gelap Kekayaan Budaya;
8) Pengembalian dan Restitusi Kekayaan Budaya;
9) Ekonomi Kreatif dan Transformasi Digital
Dengan merujuk kepada Deklarasi Mondiacult ini artinya penilaian UCCN saat ini tidak hanya mempertimbangkan poin-poin yang terdapat dalam Sustainable Development Goals (SDG’s) saja, namun juga memperhatikan poin-poin budaya yang tertulis dalam Deklarasi Mondiacult.
Dalam Deklarasi Mondiacult ini narasi perihal JARINGAN KOTA KREATIF UNESCO dan EKONOMI KREATIF memiliki peran sangat penting sehingga disebutkan secara jelas dalam deklarasi tersebut serta menjadi komitmen bersama.
Kiranya di tahun 2025 nanti, Indonesia memiliki kembali Kabupaten/Kota Kreatif yang masuk ke dalam Jejaring Kota Kreatif UNESCO setelah Kota Pekalongan, Kota Bandung, Kota Ambon, Kota Jakarta, dan Kota Surakarta. Agar menjadi bagi kita nyala semangat kreativitas, budaya dan inovasi demi mewujudkan Kota Kreatif yang berkelanjutan di bumi pertiwi.
Bandung, 6 Agustus 2024
Galih Sedayu
Pemerhati Ekonomi Kreatif dan Pegiat Kota Kreatif







Komitmen Pemimpin Dalam Mengembangkan Kota Kreatif
“Komitmen Pemimpin Menjadi Pokok Utama Dalam Pengembangan Kota Kreatif”
Pandangan ini tentunya dapat kita diskusikan lagi bersama karena pastinya bisa saja ada kata sepakat dan tidak sepakat mengenai pernyataan ini. Karena itu semua tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya terkait isu pengembangan Kota Kreatif.
Namun demikian seorang pemimpin dalam kaitannya dengan konteks pengembangan Kota Kreatif, dituntut agar mampu memiliki kompas yang baik dan tepat dalam menentukan arah pembangunan Kota Kreatif dan Berkelanjutan.
Karenanya seorang pemimpin wajib memiliki pilar-pilar yang mampu dijadikan landasan dalam mengembangkan Kota Kreatif hingga skala internasional bahkan masuk ke dalam Jejaring Kota Kreatif Dunia UNESCO / UCCN.
Apa sajakah pilar-pilar yang dapat dijadikan pedoman oleh seorang pemimpin dalam mengembangkan Kota Kreatif Dunia UNESCO?
VISI INDONESIA EMAS 2045 : Negara Kesatuan Republik Indonesia yang bersatu, maju, berdaulat dan berkelanjutan.
SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS : Kesepakatan global dan nasional yakni Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang mencangkup 17 tujuan dan sasaran global tahun 2030.
DEKLARASI MONDIACULT : Konferensi Dunia UNESCO terkait kebijakan budaya dan pembangunan berkelanjutan.
Terima kasih @leadthefest @pemimpin.indonesia atas inisiatifnya pada program Gelar Wicara dengan tema “Bridging Cultures, Building Leaders” bersama Pa Hilmar Farid @hilmarfarid
Kiranya semakin banyak pemimpin di Indonesia yang fokus kepada nyala kreativitas dan budaya dalam merencanakan pembangunan Kota Kreatif dan Berkelanjutan.
Bandung, 28 Agustus 2024
Galih Sedayu
Pemerhati Ekonomi Kreatif dan Pegiat Kota Kreatif






