I'LL FOLLOW THE SUN

Love, Light, Live by galih sedayu

Sepak Terjang Fotografi Mewarnai Dunia

leave a comment »

Teks : galih sedayu

Fotografi yang disuguhkan kepada planet bumi ini sejak 170 tahun yang silam (tepatnya pada tahun 1839), menjadi sesuatu yang berharga bak berlian murni yang tak ternilai harganya. Terutama bagi setiap episode yang berlangsung dalam hidup sehingga terukir dalam sejarah manusia yang panjang. Sejak itulah fotografi semakin menjamur terutama saat era digital ini. Banyak hal yang dapat diberikan melalui fotografi. Bahkan diantaranya mampu merubah dunia.

Creating History. Melalui media fotografi, segala kejadian di bumi yang direkam oleh manusia mau tidak mau menjadi benang sejarah yang merajut peradaban. Foto karya Muhammad Sadiq “The Holy City” yaitu foto Kaabah di Mekah yang dibuat pada tahun 1880 disinyalir merupakan foto Kaabah pertama di dunia. Foto ini walau bagaimanapun menjadi artefak sejarah saat ini.

Telling the Messages. Secara disadari atau tidak, kita dapat menyampaikan sebuah pesan melalui media fotografi kepada masyarakat dunia yang melihat karya kita. Sebagai contoh karya fotografer Gerd Ludwig yang menggambarkan 8 orang anak kecil yang tengah berdiri sejajar dengan cacat tangan yang mereka miliki (1993). Foto ini dapat menyampaikan sebuah pesan akibat yang ditimbulkan dari pencemaran pabrik dan industri yang ada di kota Moscow.

Inspiring Good. Sebuah karya foto dapat menjadi pemicu kreativitas kita untuk kemudian menghasilkan sebuah karya baru. Meski karya baru itu tidak melulu harus karya foto lagi. Misalnya foto karya Robert Capa yang menggambarkan pendaratan tentara amerika di pantai normandia. Foto itu menginspirasi seorang sutradara kenamaan Steven Spielberg untuk membuat sebuah film “Saving Private Ryan”.
Selain itu pula kita bisa membuat sebuah aktivitas kreatif (Making Creative Activities) melalui fotografi. Penyelenggaraan Pameran Foto, Kompetisi Foto dan Seminar Foto merupakan bentuk-bentuk aktivitas kreatif dalam fotografi.

Melalui kegiatan-kegiatan kreatif itulah, kemudian kita dapat menjaring sejumlah komunitas. Dalam hal ini fotografi dapat berperan untuk membangun sebuah komunitas (Building Community). Sebagai catatan, di Kota bandung ini banyak terdapat komunitas fotografi yang sangat beragam. Diantaranya adalah Komunitas Kamera Lubang Jarum, Komunitas Kamera Lomografi, Komunitas Fotografi Infrared, Komunitas Foto Salon, Komunitas Foto Jurnalistik, Komunitas Foto Makro, Komunitas Foto Fine Art, dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, marilah kita menciptakan gerakan aktivitas kreatif untuk turut mewarnai dunia melalui cara apapun juga. Dan fotografi senantiasa hadir menemani kita untuk menciptakan keajaiban-keajaiban.

*Tulisan ini diberikan kepada para peserta seminar fotografi & cyber public relation yang diadakan oleh Perhumas Jawa Barat di Cafe Prefere Jl Dago no 72 pada tanggal 4 April 2009.

Bandung, 27 Maret 2009

Advertisements

Written by Admin

January 24, 2010 at 4:37 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: