Archive for the ‘09) SEMESTA PROYEK FOTO PERSONAL’ Category
Smartphone Photography

#45 | “Joy of Green” | Cibeunying Park, Bandung

#44| “We Are Still Young” | Kampung Dago Pojok, Bandung

#43 | “School Break” | Anggrek Park, Bandung

#42 | “This is my identity” | Cibeunying Park, Bandung

#41 | “Big Heart Street Concert” | Dago Car Free Day, Bandung

#40 | “Drive Through” | Diponegoro Street, Bandung

#39 | “Meow, Kukuruyuk & Hus” | Kampung Naga, Garut

#38 | “Looking fot Hello” | Diponegoro Street, Bandung

#37 | “Good Education” | Dago Car Free Day, Bandung

#36 | “Loving Mother” | Kampung Naga, Garut

#35 | “Sarung Fun” | Kampung Dago Pojok, Bandung

#34 | “Simple Face, Simple Living”| Kampung Naga, Garut

#33 | “Hoping for Penny” | Dago, Bandung

#32 | “Subagya” | Cihapit, Bandung

#31 | “Killing Time” | Riau Street, Bandung

#30 | “Ball Head” | Dago, Bandung

#29 | “Rush” | PVJ Mall, Bandung

#28 | “Home Without the Window” | Cilaki, Bandung

#27 | “Morning Ride” | Dago, Bandung

#26 | “Evening Talk with Bandung Mayor” | City Hall, Bandung

#25 | “Let’s Make Fun with Our Faces” | Dago, Bandung

#24 | “Rainy Moment” | BIP Gramedia, Bandung

#23 | “Walk to Walk” | Kampung Dago Pojok, Bandung

#22 | “Don’t Stand So Close To Me” | Dago, Bandung

#21 | “Gas Gas Girls” | A.Yani Street, Bandung

#20 | “Blown Red” | Suci Street, Bandung

#19 | “No Rainy Day” | Selasar Sunaryo, Bandung

#18 | “Feeling Alone” | Kampung Dago Pojok, Bandung

#17 | “Home & Work” | Dayeuh Kolot, Bandung

#16 | “Sunday Bike” | Dayeuh Kolot, Bandung

#15 | “Happines Inside” | Dayeuh Kolot, Bandung

#14 | “Human Dialoque” | Braga Street, Bandung

#13 | “Five For Mercy” | Terusan Buah Batu Street, Bandung

#12 | “Noon Break” | Cilaki Market, Bandung

#11 | “Rainy Run” | Virgin Beach, Bali

#10 | “Holiday” | Gianyar, Bali

#9 | “City Story” | Diponegoro Street, Bandung

#8 | “Mistery Lady” | Air Foto Network, Bandung

#7 | “Heaven for Everyone” | Merdeka Street, Bandung

#6 | “A Little Nap for Street Barbershop” | Sudirman Street, Bandung

#5 | “Millenium Boy” | Pasir Impun, Bandung

#4 | “Where The Street Has So Many Faces” | Riau Street, Bandung

#3 | “Sleeping Like A Log” | Cikapundung Barat Street, Bandung

#2 | “Waiting For A Ride” | Cilaki Street, Bandung

#1 | “A Little Metal” | Babakan Siliwangi Forest, Bandung
Copyright (c) by galih sedayu
All right reserved. No part of this pictures may be reproduced in any form or by any means, electronic or mechanical including photocopy, recording or any another information storage and retrieval system, without prior permission in writing from photographer.
“A Salty Dog” | A Photography Project by galih sedayu
Entah mengapa hati saya selalu terketuk untuk menekan tombol kamera tatkala melihat anjing-anjing yang bermain dan berkeliaran di tepi pantai. Sejauh mata menyimak, mereka bagaikan mahluk pelengkap yang turut membentuk citra keindahan dan menciptakan nikmat pesona yang beragam dari sebuah pantai. Kisah persahabatannya dengan manusia yang sudah sejak dulu kala, seolah membuat hidup dimanapun menjadi tak lengkap tanpa kehadiran mahluk ini. Sepertinya alam pantaipun sangat ingin disentuh oleh mereka. Ibarat nuansa blues yang mengalun dalam sebuah musik, mahluk inipun menjelma menjadi sang pelipur lara bagi semua orang yang mendatangi pantai. Di sini, di pantai manapun, tak boleh ada kata umpatan “Dasar anjing!”.
Teks & Foto / Text & Photographs: galih sedayu
Thanks to Procol Harum for the Inspiring Song, “A Salty Dog”
#22KaryaFoto

Balangan Beach, Bali – 2015

66 Beach, Bali – 2015

66 Beach, Bali – 2015

Padang-Padang Beach, Bali – 2015

66 Beach, Bali – 2015

66 Beach, Bali – 2015

Balangan Beach, Bali – 2015

66 Beach, Bali – 2015

Batu Karas Beach, Pangandaran – 2015

66 Beach, Bali – 2015

Kuta Beach, Bali – 2015

66 Beach, Bali – 2015

66 Beach, Bali – 2015

Batu Karas Beach, Pangandaran – 2015

Balangan Beach, Bali – 2015

Balangan Beach, Bali – 2015

Balangan Beach, Bali – 2015

Balangan Beach, Bali – 2015

Padang-Padang Beach, Bali – 2015

Virgin Beach, Bali – 2013

Virgin Beach, Bali – 2013

Virgin Beach, Bali – 2013
Copyright (c) by galih sedayu
All right reserved. No part of this pictures may be reproduced in any form or by any means, electronic or mechanical including photocopy, recording or any another information storage and retrieval system, without prior permission in writing from photographer.
Rama [Angklung Player] | Mata & Hati Yang Telanjang
Teks oleh galih sedayu | Foto oleh rama (7 tahun)
Sekitar 11 tahun yang silam, saya meminjamkan sebuah kamera poket kepada seorang anak kecil berusia 7 tahun yang menjadi salah satu pemain angklung cilik di Saung Udjo. Anak itu bernama Rama. Kebetulan pada masa itu, hampir setiap minggu saya sering berkunjung ke Saung Udjo untuk memotret pertunjukkan rutin dan keseharian para pemain angklung di sana. Rama yang saya ingat adalah seorang anak kecil yang tampan, ceria, lincah, energik, dan bandel. Karenanya tak heran bila ia kala itu menjadi maskot dan pusat perhatian bagi para pengunjung pertunjukkan angklung di Saung Udjo tersebut. Singkat kata, saat itu saya memberikan 2 roll film kepada rama, dan memintanya untuk merekam segala hal apapun yang ia lihat sebebas-bebasnya, dengan menggunakan kamera poket yang saya pinjamkan tersebut. Saya sengaja tidak mengajarkan ilmu memotret atau hal teknis fotografi apapun kepadanya selain memencet tombol rana kamera. Seusai rama menuntaskan tugasnya, saya segera mencuci film tersebut dan melakukan proses scan untuk mendapatkan file digitalnya. Entah mengapa, baru di awal tahun 2015 ini saya mencoba untuk membongkar dan mencari kembali file lama tersebut, lalu kemudian memposting foto-foto karya rama tersebut di blog ini. Dan inilah hasilnya. Tanpa editing, tanpa cropping, tanpa rekayasa. Hanya sebentuk kepolosan, kejujuran dari mata dan hati seorang anak kecil yang baru pertama kalinya memegang kamera.
@galihsedayu | Bandung, 21 September 2004
Copyright (c) 2015 by Rama & galih sedayu
All right reserved. No part of this writting & pictures may be reproduced in any form or by any means, electronic or mechanical including photocopy, recording or any another information storage and retrieval system, without prior permission in writing from photographers.
“Take On Me” | A Photography Project by galih sedayu
Selfie atau Swafoto. Kini kegiatan tersebut seolah menjelma menjadi sebuah budaya baru yang sangat amat digandrungi terutama oleh kalangan anak muda yang kerap bergaya di depan kamera. Banyak yang mengatakan bahwa penggunaan kata selfie ini berasal dari kata Selca atau Self-Camera. Sesungguhnya selfie sendiri adalah sebuah jenis self-portrait foto, yang biasanya diambil dengan menggunakan kamera ponsel. Kegiatan ini sering dilakukan karena biasanya setelah ritual selfie tersebut, mereka secara berjemaah langsung menggugah foto karya narsis tersebut ke jejaring sosial seperti instagram, path, twitter atau facebook. Saat ini bahkan mereka melakukannya dengan menggunakan sebuah alat bantuan berbentuk tongkat yang dinamakan tongsis.
Menurut catatan sejarah, pada mulanya foto selfie diperkenalkan oleh Robert Cornelius, seorang berkebangsaan Amerika yang juga merupakan perintis fotografi. Ia membuat karya foto yang menggambarkan ekspresi dirinya sendiri pada tahun 1839. Teknik memotret diri sendiri tersebut kemudian semakin berkembang tatkala debut pertama portabel kamera kodak brownie, dimulai pada tahun 1900. Sehingga di tahun yang sama, muncul foto seorang wanita di era Raja Edward VII, Inggris yang mengabadikan foto selfie di depan cermin dengan menggunakan kamera kodak brownie. Lalu pada tahun 1914, putri keempat Tsar Nicholas II dari Rusia bernama Anastasia Nikolaevna, merekam foto selfie dan menjadi karya salah satu remaja pertama yang mengambil foto dirinya sendiri dengan menggunakan kamera kodak brownie untuk kemudian dikirim kepada temannya, di saat usianya baru menginjak 13 tahun. Di dalam surat yang menyertai fotonya itu, ia menuliskan hal ini “Saya mengambil gambar diriku sendiri dengan melihat cermin. Hal itu sangat mengagetkan dimana tangan saya gemetar”. Pada tahun 1935, ada pula seorang seniman Belanda yang bernama M.C. Escher, yang membuat potret dirinya yang diberi judul “Tangan dengan bola refleksi”.
Istilah selfie ini sebenarnya pernah dibahas oleh seorang fotografer yang bernama Jim Krause pada tahun 2005. Lalu pada tahun 2013, kata selfie dimasukkan ke dalam Online Oxford English Dictionary. Dan pada bulan november 2013, kata yang berasal dari negara Australia ini diumumkan sebagai “Word Of The Year” oleh Oxford English Dictionary. Tampaknya, foto selfie kini menyebar seperti virus ke seluruh dunia. Bahkan Presiden Barack Obama dan Perdana Menteri David Cameron pun melakukannya pada saat pemakaman Nelson Mandela. Tak ketinggalan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla pun melakukannya di sela-sela kegiatan kampanye mereka terdahulu. Walaupun sesungguhnya, foto selfie ini terasa membosankan karena rata-rata dilakukan dengan berpose bibir manyun, mengangkat jari tangan sembari meniru simbol metal atau gaya bebas lain semaunya. Namun walaubagaimanapun, agaknya ada semacam Fun Theory ketika melakukan aktivitas selfie ini. Sehingga orang-orang yang melakukannya pun merasa gembira dan merasa lepas dari beban stres maupun pikiran yang penat.
Barangkali beberapa fotografer atau seniman menganggap bahwa foto selfie ini bukanlah termasuk ke dalam level mereka. Biarlah demikian adanya. Atau malahan genre fotografi ini mungkin sengaja hadir untuk menghibur kita semua agar polemik perihal diskusi foto seni atau bukan seni yang biasanya terus bergulir, dapat berhenti sejenak. Sembari menikmati suguhan karya foto selfie yang sarat dengan gaya narsis nan ambigu, namun demikian tak bisa lepas dari konteks perihal diri sendiri. Kalau seorang Descartes pernah bersabda Cogito Ergo Sum atau “Aku Berpikir, Maka Aku Ada”, barangkali para kelompok penyuka Selfie ini, dengan tidak berpikir punya filosofi seperti ini, “Aku Memotret Diri, Maka Seterusnya Aku Ada”.
“Personal Photo Project” sejak tahun 2014
***
Teks & Foto / Text & Photographs: galih sedayu
Thanks to Aha for the Inspiring Song, “Take On Me”
#56KaryaFoto #56Photographs

Bandung, Indonesia – 22 April 2023

Batam, Indonesia – 22 June 2019

Penang, Malaysia – 2015
Kuta, Bali – 2015
La Plancha, Seminyak, Bali – 2015
Blue Point, Jimbaran, Bali – 2015
Blue Point, Jimbaran, Bali – 2015
Blue Point, Jimbaran, Bali – 2015
Mangroove Forest, Bali – 2015
La Plancha, Seminyak, Bali – 2015
Pantai Balangan, Jimbaran, Bali – 2015
Pantai Balangan, Jimbaran, Bali – 2015
Pantai Padang-Padang, Jimbaran, Bali – 2015
Taman Alun-Alun, Mesjid Agung, Bandung – 2015
Parade Asia Afrika, Jalan Asia Afrika, Bandung – 2015
Pantai Batu Karas, Pangandaran – 2015
Monumen Asia Afrika, Jalan Asia Afrika, Bandung – 2015
Angklung For The World, Stadiun Siliwangi, Bandung – 2015
Jalan Cikapundung Timur, Bandung – 2015
Jalan Cikapundung Timur, Bandung – 2015
Jalan Asia Afrika, Bandung – 2015
Dusun Bambu, Lembang – 2015

Taman Bunga Nusantara, Cipanas – 2014
Hamamatsu, Jepang – 2014
Jabar Ngagaya Fest, Jalan Diponegoro, Bandung – 2014
Area Paragliding, Puncak Pass – 2014
Taman Bunga Nusantara, Cipanas – 2014
Keukeun, Taman Balai Kota, Bandung – 2014
Pasar Seni, ITB, Bandung – 2014
Bdg Caang Fest, Jalan Diponegoro, Bandung – 2014
Jabar Ngagaya Fest, Jalan Diponegoro, Bandung – 2014
Area Paragliding, Puncak Pass – 2014
Taman Bunga Nusantara, Cipanas – 2014
Pasar Seni, ITB, Bandung – 2014
Taman Balai Kota, Bandung – 2014
Bdg Caang Fest, Jalan Diponegoro, Bandung – 2014
Ngora Bdg Fest, Taman Balai Kota, Bandung – 2014
Jabar Ngagaya Fest, Jalan Diponegoro, Bandung – 2014
Keukeun, Taman Balai Kota, Bandung – 2014
Pasar Seni, ITB, Bandung – 2014
Taman Balai Kota, Bandung – 2014
Taman Balai Kota, Bandung – 2014
Ngora Bdg Fest, Taman Balai Kota, Bandung – 2014
Keukeun, Taman Balai Kota, Bandung – 2014
Taman Balai Kota, Bandung – 2014
Keukeun, Taman Balai Kota, Bandung – 2014
Keukeun, Taman Balai Kota, Bandung – 2014
Keukeun, Taman Balai Kota, Bandung – 2014
Keukeun, Taman Balai Kota, Bandung – 2014
Ngora Bdg Fest, Taman Balai Kota, Bandung – 2014
Ngora Bdg Fest, Taman Balai Kota, Bandung – 2014
Kawasan Paragliding, Puncak Pass – 2014
Pawai Persib Juara | Patung Ajat Sudrajat, Lembong, Bandung – 2014
Pasar Seni, ITB, Bandung – 2014
Tebing Keraton, Bandung – 2014
Braga Culinary Night, Bandung – 2014

Kampung Daogo Pojok, Bandung – 2013
Copyright (c) by galih sedayu
All right reserved. No part of this pictures may be reproduced in any form or by any means, electronic or mechanical including photocopy, recording or any another information storage and retrieval system, without prior permission in writing from photographer.
colours of our life
i-imagine #20
copyright (c) by galih sedayu
all right reserved. no part of this pictures may be reproduced in any form or by any means, electronic or mechanical including photocopy, recording or any another information storage and retrieval system, without prior permission in writing from photographer.
red temptation
i-imagine #19
copyright (c) by galih sedayu
all right reserved. no part of this pictures may be reproduced in any form or by any means, electronic or mechanical including photocopy, recording or any another information storage and retrieval system, without prior permission in writing from photographer.
catch the dream
i-imagine #18
copyright (c) by galih sedayu
all right reserved. no part of this pictures may be reproduced in any form or by any means, electronic or mechanical including photocopy, recording or any another information storage and retrieval system, without prior permission in writing from photographer.



























































































