I'LL FOLLOW THE SUN

Love, Light, Live by galih sedayu

Archive for the ‘01) SEMESTA EKONOMI KREATIF’ Category

Inisiatif Resolusi Ekonomi Kreatif Dari Indonesia

leave a comment »

Pada tanggal 19 Desember 2023, Indonesia berhasil menginisiasi diadopsinya Resolusi Ekonomi Kreatif yang berjudul “Promoting Creative Economy for Sustainable Development” pada Sidang Majelis Umum ke-78 PBB di New York. Resolusi yang didukung oleh 59 negara ini merupakan Resolusi substansi PBB yang disahkan untuk pertama kalinya dimana secara khusus membahas Ekonomi kreatif.

Resolusi Ekonomi Kreatif ini mendorong negara2 anggota PBB dan berbagai pihak terkait untuk memberikan dukungan lebih besar pada pengembangan sektor Ekonomi Kreatif melalui:

1) Penguatan Data;

2) Peningkatan Riset, Pengembangan Talenta, Pendidikan dan Pelatihan;

3) Peningkatan Akses Pada Pembiayaan, Kesehatan dan Perlindungan Sosial;

4) Pemanfaatan Kekayaan Intelektual;

5) Pemanfaatan Teknologi Digital termasuk Artificial Intelligence (AI) secara bertanggung jawab.

Mewakili Indonesia Creative Cities Network / ICCN saya menghadiri Undangan dari Kemenparekraf RI untuk membahas persiapan kegiatan International Creative Industry Conference and Festival (IC Fest) yang akan digelar di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas GIK UGM pada tanggal 26-28 September 2024.

Turut hadir pula para undangan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Asosiasi Game Indonesia (AGI), Asosiasi Industri Animasi Indonesia (AINAKI), Investment Officer INVIA, Lentera Nusantara, Agate, GameDev Bandung (GDP), Start Up Bandung dan Focal Point Bandung City of Design UCCN.

IC Fest ini rencananya akan menghadirkan Presiden Jokowi dan Presiden Terpilih Prabowo serta mengundang para pembicara internasional dari berbagai negara untuk dapat memberikan masukan kepada Pemerintah Indonesia perihal pentingnya Ekonomi Kreatif khususnya melalui Kementerian Keuangan. Kiranya IC Fest nanti dapat menjadi momentum bagi kita untuk dapat menunjukkan wujud nyata dalam menindaklanjuti Resolusi Ekonomi Kreatif yang telah diinisiasi Indonesia, mempererat kemitraan dunia dalam mengembangkan Ekonomi Kreatif Indonesia, serta memberikan Rekomendasi Strategis bagi Pemerintahan yang baru agar Ekonomi Kreatif di Indonesia tetap berkelanjutan.

25 Juli 2024 – Bandung

Mondiacult : Konferensi Dunia UNESCO perihal Kebijakan Budaya dan Pembangunan Berkelanjutan

leave a comment »

Dengan mengundang sebanyak 75 Kabupaten/Kota yang telah lolos dalam program Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) dan juga Tim Panitia Seleksi Nasional (Panselnas), Kemenparekraf / Baparekraf @kemenparekraf.ri mengadakan acara sosialisasi seleksi nasional pengusulan nominasi anggota UNESCO Creative Cities Network (UCCN) untuk tahun 2025.

Dalam acara yang diselenggarakan secara daring tersebut, disampaikan pula materi khusus perihal DEKLARASI MONDIACULT 2022 yang dipaparkan oleh Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO.

Mondiacult adalah Konferensi Dunia UNESCO perihal Kebijakan Budaya dan Pembangunan Berkelanjutan yang dilaksanakan yang dilaksanakan di Kota Mexico pada tanggal 22-30 September 2022.

Deklarasi Mondiacult sendiri terdiri dari Preambul dan Panggilan Untuk Aksi. Adapun isi Panggilan Untuk Aksi dari Deklarasi Mondiacult ini yaitu:

1) Keragaman Budaya;

2) Hak Budaya;

3) Kebudayaan Dalam Kebijakan Publik;

4) Kebudayaan dan Pendidikan;

5) Kebudayaan Dalam Masa Krisis;

6) Kebudayaan Untuk Aksi Iklim;

7) Perdagangan Gelap Kekayaan Budaya;

8) Pengembalian dan Restitusi Kekayaan Budaya;

9) Ekonomi Kreatif dan Transformasi Digital

Dengan merujuk kepada Deklarasi Mondiacult ini artinya penilaian UCCN saat ini tidak hanya mempertimbangkan poin-poin yang terdapat dalam Sustainable Development Goals (SDG’s) saja, namun juga memperhatikan poin-poin budaya yang tertulis dalam Deklarasi Mondiacult.

Dalam Deklarasi Mondiacult ini narasi perihal JARINGAN KOTA KREATIF UNESCO dan EKONOMI KREATIF memiliki peran sangat penting sehingga disebutkan secara jelas dalam deklarasi tersebut serta menjadi komitmen bersama.

Kiranya di tahun 2025 nanti, Indonesia memiliki kembali Kabupaten/Kota Kreatif yang masuk ke dalam Jejaring Kota Kreatif UNESCO setelah Kota Pekalongan, Kota Bandung, Kota Ambon, Kota Jakarta, dan Kota Surakarta. Agar menjadi bagi kita nyala semangat kreativitas, budaya dan inovasi demi mewujudkan Kota Kreatif yang berkelanjutan di bumi pertiwi.

6 Agustus 2024 – Bandung

Komitmen Pemimpin Dalam Mengembangkan Kota Kreatif

leave a comment »

“Komitmen Pemimpin Menjadi Pokok Utama Dalam Pengembangan Kota Kreatif”

Pandangan ini tentunya dapat kita diskusikan lagi bersama karena pastinya bisa saja ada kata sepakat dan tidak sepakat mengenai pernyataan ini. Karena itu semua tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya terkait isu pengembangan Kota Kreatif.

Namun demikian seorang pemimpin dalam kaitannya dengan konteks pengembangan Kota Kreatif, dituntut agar mampu memiliki kompas yang baik dan tepat dalam menentukan arah pembangunan Kota Kreatif dan Berkelanjutan.

Karenanya seorang pemimpin wajib memiliki pilar-pilar yang mampu dijadikan landasan dalam mengembangkan Kota Kreatif hingga skala internasional bahkan masuk ke dalam Jejaring Kota Kreatif Dunia UNESCO / UCCN.

Apa sajakah pilar-pilar yang dapat dijadikan pedoman oleh seorang pemimpin dalam mengembangkan Kota Kreatif Dunia UNESCO?

VISI INDONESIA EMAS 2045 : Negara Kesatuan Republik Indonesia yang bersatu, maju, berdaulat dan berkelanjutan.

SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS : Kesepakatan global dan nasional yakni Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang mencangkup 17 tujuan dan sasaran global tahun 2030.

DEKLARASI MONDIACULT : Konferensi Dunia UNESCO terkait kebijakan budaya dan pembangunan berkelanjutan.

Terima kasih @leadthefest @pemimpin.indonesia atas inisiatifnya pada program Gelar Wicara dengan tema “Bridging Cultures, Building Leaders” bersama Pa Hilmar Farid @hilmarfarid

Kiranya semakin banyak pemimpin di Indonesia yang fokus kepada nyala kreativitas dan budaya dalam merencanakan pembangunan Kota Kreatif dan Berkelanjutan.

Kota Bandung – 28 Agustus 2024

Arti Strategis Ekonomi Kreatif Indonesia

leave a comment »

“Ekonomi Kreatif Bukan Tentang Menghitung Namun Terhubung”.

Pernyataan ini tentunya menegaskan bahwasanya Ekonomi Kreatif itu bukan hanya sekedar urusan nilai transaksional tapi menyangkut nilai potensial yang dikandung di dalamnya. Karenanya berbicara Ekonomi Kreatif tidak cukup di hilir saja namun secara holistik harus dimulai juga dari hulunya. Artinya mencangkup Ekosistem Ekonomi Kreatif.

Apalagi saat ini Arti Strategis Ekonomi Kreatif dituangkan dalam Visi Indonesia Emas 2045 yaitu Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Digital ke depan diarahkan untuk mewujudkan Indonesia Yang Kreatif dan Berpikiran Maju (Creative and Forward-Thinking Indonesia).

Peta Jalan Strategis Ekonomi Kreatif tersebut dijabarkan sebagai berikut:

2016 – 2025 : Ekonomi Kreatif dan Digital sebagai SUMBER PERTUMBUHAN

2026 – 2035 : Ekonomi Kreatif dan Digital sebagai PENGGERAK EKONOMI BERBASIS INOVASI

2036 – 2045 : Indonesia sebagai salah satu PUSAT EKONOMI KREATIF DAN DIGITAL KELAS DUNIA

Sehingga arah kebijakan penguatan Ekosistem Ekonomi Kreatif menjadi salah satu fokus dan sasaran 2045 yang tercantum dalam Visi Indonesia Emas. Salah satunya tertulis mengenai “Penguatan Kelembagaan Ekonomi Kreatif antara lain melalui pembentukan lembaga pengembangan dan pengelolaan kekayaan intelektual, serta kelembagaan Ekonomi Kreatif di tingkat provinsi”.

Salah satu poin arah kebijakan tersebut telah diwujudkan oleh Kota Bandung yang telah menginisiasi Komite Ekonomi Kreatif sejak tahun 2013. Di periode 2022-2025, Komite Ekonomi Kreatif Bandung saat ini berupaya terhubung dengan seluruh pemangku kepentingan Kota Bandung dengan menjalankan fungsi koordinasi, inisiasi, intermediasi, solusi, rekomendasi, dan evaluasi dalam menguatkan Ekosistem Ekonomi Kreatif Kota Bandung dengan berbagai keterbatasan dan tantangannya.

Kiranya kebijakan dan program pengembangan Ekonomi Kreatif di Kota Bandung ke depan, dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial-budaya, dan lingkungan. Bagaimana dampak itu semua dapat dirasakan oleh para pelaku Ekonomi Kreatif di Kota Bandung. Dan tentunya hal ini membutuhkan komitmen serius dari pemimpin Kota Bandung. Kita doakan semoga pemimpin Kota Bandung kelak adalah seseorang yang mampu memahami ini semuanya.

Rapat Koordinasi Tim SC Komite Ekraf Bandung

3 September 2024 – Bandung Creative Hub / BCH

Komitmen Jaringan Kota Kreatif UNESCO (UCCN)

leave a comment »

Menjadi bagian dan masuk ke dalam Jejaring Kota Kreatif UNESCO atau UCCN tentunya menjadi salah satu keinginan pokok bagi Kota/Kabupaten Kreatif di Indonesia. Karenanya salah satu persyaratan pengajuan UCCN adalah mempersiapkan dokumen yang disebut sebagai Dossier UCCN. Namun begitu ada sebuah premis penting yang sejatinya dapat menjadi landasan berpikir bagi narasi jejaring kota kreatif dunia. Bahwa Kota Kreatif bukan hanya perihal DOKUMEN namun KOMITMEN.

Komitmen tersebut ditunjukkan dengan berbagai poin penting yaitu:

1) Walikota/Bupati menbuat Surat Pemberitahuan tentang pendaftaran mengikuti UCCN;

2) Membentuk tim koordinasi dan focal point;

3) Mengidentifikasi pemangku kepentingan yang relevan di lingkup kota, regional, maupun internasional;

4) Membentuk kelompok konsultasi yang melibatkan pemangku kepentingan yang relevan;

5) Melakukan penelitian dan mempersiapkan pemetaan aset dan potensi kreatif yang dimiliki oleh Kota/Kabupaten;

6) Menyusun strategi dan rencana aksi menengah (4 tahunan) untuk mengimplementasikan tujuan dari berjejaring;

7) Merencanakan teknis untuk mengelola aktivitas harian berjejaring.

Intinya adalah bahwa komitmen tersebut bukan hanya berasal dari pemimpin atau kelompok masyarakat saja namun komitmen bersama yang berasal dari seluruh pemangku kepentingan masyarakat sebuah kota/kabupaten. Bahwa komitmen itu tercermin dari sinergitas dan integritas yang dihadirkan.

Saat ini Tim Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) Nominasi UCCN yang terdiri dari Tim Pengarah (Hariyanto, Itje Chodidjah, Ananto Seta Kusuma, Harry Waluyo, Taufik Rahzen) dan Tim Seleksi (Wiendu Nuryanti, Galih Sedayu, Anita Heru Kusumorini, Harry Nazarudin, Luhur Fajar Martha, Ramalis Sobandi, Ronny Loppies, dan Diantri Lapuan) telah selesai melaksanakan seleksi tahap II.

Selamat kepada Kota/Kabupaten Kreatif yang berhasil lolos setelah seleksi tahap II yaitu:

1) Kota Makassar

2) Kota Malang

3) Kabupaten Ponorogo

4) Kabupaten Tangerang

Mari kita doakan yang terbaik bagi 2 Kota/Kabupaten yang nantinya kelak akan terpilih menjadi Nominasi UCCN.

Kota Jakarta – 24 September 2024

Peraturan Daerah (Perda) Ekonomi Kreatif Kota Bandung

leave a comment »

Pembangunan Bandung sebagai Kota Kreatif dan Berkelanjutan tentunya membutuhkan komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan masyarakat. Apalagi payung kebijakan yang menjadi landasan hukumnya sudah ada dan menjadi tumpuan harapan dalam mengimplementasikan program kreatif yang berdampak bagi Kota Bandung. Sebut saja Kota Bandung sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) Ekonomi Kreatif yakni Perda No.1 Tahun 2021 tentang penataan dan pengembangan ekonomi kreatif. Dalam Ban IX Pasal 58 tercantum pula kebijakan anggaran terkait penataan dan pengembangan ekonomi kreatif di Kota Bandung. Terkait Peta Jalan Ekonomi Kreatif, dalam Perda Ekraf tersebut pada Bab V Pasal 10 tertulis pula kebijakan pemerintah Kota Bandung untuk menyusun perencanaan penataan dan pengembangan ekonomi kreatif baik untuk jangka panjang (20 tahun), jangka menengah (5 tahun) dan jangka pendek (1 tahun). Kemudian dalam Perda Ekraf pada Bab VIII No.57 disebutkan pula bahwa dalam rangka penataan dan pengembangan ekonomi kreatif, pemerintah Kota Bandung membentuk sebuah Komite. Akhirnya berdasarkan Keputusan Wali Kota Bandung Nomor : 556 / Kep.398-Disbudpar / 2022 dibentuklah Komite Penataan dan Pengembangan Ekonomi Kreatif di Kota Bandung. Saat ini Komite Ekonomi Kreatif Bandung tengah mendorong pemerintah untuk membuat Peta Jalan terkait penataan dan pengembangan ekonomi kreatif di Kota Bandung. Dalam diskusi yang menjadi rangkaian program “Pekan Kreatif Bandung” di @thehallwayspace_ telah dibahas isu perihal pembuatan peta jalan tersebut yang menghadirkan beberapa perwakilan OPD pemerintah Kota Bandung yakni Disbudpar, Bappelitbang, Bagian Perekonomian, dan Disperindag Kota Bandung. Kiranya Peta Jalan ini dapat segera terwujud agar Kota Bandung memiliki kompas yang menjadi arah serta tujuan bersama dalam mencapai pembangunan kota kreatif dan berkelanjutan.

14 Oktober 2024 – The Hallway Space – Bandung

Written by Admin

November 6, 2024 at 1:51 pm

Jembatan Baru Antara Bandung dan Badan Ekonomi Kreatif Indonesia

leave a comment »

Sebuah catatan kecil dari acara jorowok bdg (ngobrol santai “ekonomi kreatif sebagai daya kompetitif kota-kota dunia” bersama triawan munaf dan ridwan kamil) di simpul space BCCF

Teks oleh galih sedayu | Foto oleh Sandhana Andrio & Dudi Sugandi

Simpul Space, sebuah ruang jejaring komunitas yang dikelola oleh Bandung Creative City Forum (BCCF), kala itu terlihat ramai dan penuh sesak dipenuhi berbagai komunitas yang hadir dalam acara Jorowok Bdg. Tepatnya pada hari sabtu tanggal 21 Februari 2015, ratusan individu terlihat menyeruak hingga memadati Simpul Space BCCF sejak pukul satu siang. Acara rutin Jorowok Bdg yang diinisiasi oleh BCCF tersebut kali ini memang berbeda, dimana narasumber yang diundang adalah Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Triawan Munaf dan Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil. Adapun topik yang dibahas dalam acara ngobrol santai saat itu adalah “Ekonomi Kreatif Sebagai Daya Kompetitif Kota-Kota Dunia”.

Acara akhirnya baru dimulai sekitar pukul setengah empat sore. Selain Triawan Munaf & Ridwan Kamil, terlihat beberapa tokoh kota bandung seperti Ipong Witono, Aat Soeratin, Hari Pochang, Irvan Noeman dan Taufik Hidayat Udjo turut meramaikan acara tersebut. Sebelum acara dimulai, seperti biasa lagu wajib Indonesia Raya berkumandang yang dinyanyikan oleh semua orang yang berada di sana. Setelah itu suguhan apik dari Saung Angklung Udjo berupa “Grand Angklung” dimainkan oleh Wildan, seorang pemain angklung pria sembari berduet harmonis dengan Eya Grimonia, seorang pemain biola wanita. Kemudian persembahan kedua dilanjut berupa penampilan kabaret dengan tema “World of Culture” dari siswa siswi SMA 11 yang tergabung di komunitas Forum Kabaret Bandung. Lalu setelah itu, video profil motion graphic tentang program BCCF pun ditampilkan di hadapan para pengunjung. Dan sesudahnya, wakil ketua BCCF sekaligus direktur Helarfest, Tegep Octaviansyah atau yang lebih beken disebut Tegep Boots menyampaikan paparannya mengenai rangkaian festival kota demi memeriahkan 60 tahun perayaan Konferensi Asia Afrika (KAA) pada bulan april 2015 nanti.

Setelah semua seremoni selesai, acara utama Jorowok Bdg pun dimulai yang dimoderatori oleh direktur program BCCF, galih sedayu. Pada kesempatan pertama, Triawan Munaf memaparkan cerita perihal pembentukan Badan Ekonomi Kreatif. Triawan mengatakan bahwa ia dipilih langsung oleh “Rembug Kreatif”, sebuah kelompok yang terdiri dari para pelaku dan jejaring industri kreatif di Indonesia. Bila melihat riwayat hidupnya, Triawan Munaf lahir di kota Bandung pada tanggal 28 November 1958 yang silam. Di awal karirnya, ia sempat tergabung dengan sebuah band asal Bandung yang bernama “Giant Step”. Setelah itu ia mulai berkarir secara profesional di dunia periklanan. Triawan Munaf sendiri dilantik oleh Presiden Jokowi pada tanggal 26 Januari 2015 berdasarkan Keputusan Presiden No. 9/P Tahun 2015.

Dalam presentasinya, Triawan Munaf menyebutkan bahwa visi dari Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia adalah “INDONESIA menjadi salah satu kekuatan utama dunia dalam Ekonomi Kreatif di tahun 2030”. Triawan juga menyebutkan bahwa misi dari Badan Ekonomi Kreatif ini yaitu 1) Menyatukan seluruh aset dan potensi kreatif Indonesia untuk mencapai ekonomi kreatif yang mandiri ; 2) Menciptakan iklim yang konduksif bagi pengembangan industri kreatif ; 3) Mendorong inovasi di bidang kreatif yang memiliki nilai tambah dan daya saing di dunia internasional ; 4) Membuka wawasan dan apresiasi masyarakat terhadap segala aspek yang berhubungan dengan ekonomi kreatif ; 5) Membangun kesadaran dan apresiasi terhadap hak kekayaan intelektual, termasuk perlindungan hukum terhadap hak cipta ; 6) Merancang dan melaksanakan strategi yang spesifik untuk menempatkan Indonesia dalam peta ekonomi kreatif dunia.

Badan Ekonomi Kreatif ini sendiri bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Dimana Kepala Badan Ekonomi Kreatif ini membawahi Wakil Kepala, Sekretaris, dan beberapa Deputi yang terdiri dari Deputi Riset, Edukasi & Pengembangan ; Deputi Akses Permodalan ; Deputi Infrastruktur ; Deputi Pemasaran & Internasional ; Deputi HKI & Penegakan Hukum Karya Indonesia ; serta Deputi Hubungan Antar Lembaga & Wilayah. Kemudian para Deputi ini membawahi sebuah Team (War Room) yakni perwakilan dari 11 group sub sektor yang terdiri dari 33 s/d 55 orang. Agar program yang dijalankan oleh Badan Ekonomi Kreatif ini lebih fokus dan terarah, maka dari 16 sub sektor industri kreatif yang ada di Indonesia, akan diprioritaskan terlebih dahulu kepada sub sektor industri yang termasuk ke dalam program “Inisiatif Strategis” yaitu Film, Aplikasi Digital, Musik (FAM) serta sub sektor industri kuliner dengan jargonnya Rasa Indonesia Mendunia dan craft (kerajinan tangan) dengan jargonnya Kriya Indonesia Mendunia. Sedangkan untuk program “Infrastruktur”, akan lebih difokuskan kepada Pusat Data & Aset ; Pusat Logistik ; Pilot Project “Kota Kreatif” ; Sosialisasi Lembaga Manajemen Kolektif ; Pusat Pertunjukkan ; serta Pusat Permodalan Ekonomi Kreatif. Kemudian untuk program “Event”, yang menjadi prioritas adalah event Asian Games 2018 dan World Craft Festival. Ada berita baik yang disampaikan oleh Triawan Munaf pada acara Jorowok Bdg. Ia mengatakan bahwa saat ini yang namanya ide atau gagasan kreatif dapat dijadikan agunan untuk memperoleh modal. Meski demikian mekanismenya masih belum disusun secara tuntas. Dalam kesempatan tersebut, Triawan Munaf mengatakan bahwa Badan Ekonomi Kreatif sangat memerlukan kolaborasi Bandung beserta komunitasnya untuk menjalankan program-programnya terutama di program Pilot Project “Kota Kreatif”.

Sementara dalam acara Jorowok Bdg tersebut, Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil memaparkan perihal “Managing Bandung” yang dijabarkan melalui 3 hal utama yakni Innovation, Decentralisation dan Collaboration. Ia mengatakan bahwa Bandung berencana membangun “Creative Centre” dan “Innovative Centre” demi mendukung pengembangan ekonomi kreatif Indonesia. Dalam hal ini, rencana tersebut terpacu kepada Thailand Creative & Design Centre (TCDC) yang sudah ada di negara Thailand. Meski Thailand sudah selangkah lebih maju dari Indonesia, namun Ridwan Kamil mengatakan bahwa “kita tidak perlu kuatir, tapi kita harus mampu mengejar Thailand di pengkolan”, begitu ucapnya sambil bercanda. Creative Centre ini merupakan sebuah gedung bertingkat yang terdiri dari berbagai ruang yang diperuntukkan bagi komunitas, perpustakaan, kelas, toko yang menjual produk kreatif bandung, cafe, dan lain sebagainya. “Ground Breaking” gedung yang terletak di Jalan Laswi (sebelah rumah makan bumbu desa) ini rencananya akan dilakukan pada bulan April 2015 nanti. Karenanya ia berharap agar Presiden Jokowi dapat hadir untuk melihat salah satu contoh pembangunan Creative Centre yang baru pertama kali ada di Indonesia. Setelah pembangunan Creative Centre selesai, ia akan melanjutkan pembangunan Innovative Centre, yang berfungsi sebagai workshop atau laboratorium bagi para pelaku industri kreatif di kota bandung.

Selain itu Ridwan Kamil memperlihatkan slide perihal rencana pembangunan kawasan Bandung Technopolis di daerah Gedebage, yang akan menjadi sebuah kota baru di masa mendatang. Ia pun menyebutkan bahwa rencana yang telah dibuat olehnya bukanlah sebuah “mimpi” melainkan “visi”. Ia mengatakan perbedaan antara mimpi dan visi adalah bahwa mimpi itu masih sebatas angan-angan atau keinginan saja sedangkan visi adalah mimpi yang dipersiapkan dan dijalankan. Oleh karenanya ia pun sempat berujar bahwa batas kreativitas adalah imajinasi. Imajinasi inilah yang diharapkan dapat menjadi bahan bakar bagi perkembangan industri kreatif. Di akhir presentasinya, Ridwan Kamil mengatakan bahwa Bandung sangat siap dan terbuka untuk berkolaborasi dengan Badan Ekonomi Kreatif untuk membantu mewujudkan cita-cita demi mengembangkan ekonomi kreatif Indonesia.

Melihat hal ini semua, sudah semestinya kita patut memberikan kepercayaan penuh kepada Badan Ekonomi Kreatif yang saat ini dipimpin oleh Triawan Munaf, untuk menjalankan program-programnya ke depan. Setelah Trust ini terbentuk, hendaknya lah “kolaborasi” bahkan “kolaborasa” dapat terjalin agar ekonomi kreatif di Indonesia dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Connection, Collaboration, Commerce. Kira-kira begitulah kata kunci untuk meraih cita-cita mulia ekonomi kreatif Indonesia. Akhir kata, tangan & hati Bandung selalu terbuka untuk membuktikan mimpi yang kini menjadi visi tersebut, sehingga karya dan jejak terbaik akan selalu dapat ditorehkan dengan manis ke dalam peradaban ekonomi kreatif Indonesia.

@galihsedayu | Bandung, 21 Februari 2015

jorowok bdg rk & tm

jorowok bdg rk & tm

jorowok bdg rk & tm

jorowok bdg rk & tm

jorowok bdg rk & tm

jorowok bdg rk & tm

jorowok bdg rk & tm

jorowok bdg rk & tm

jorowok bdg rk & tm

jorowok bdg rk & tm

jorowok bdg rk & tm

jorowok bdg rk & tm

jorowok bdg rk & tm

jorowok bdg rk & tm

jorowok bdg rk & tm

jorowok bdg rk & tm

jorowok bdg rk & tm

Copyright (c) 2015 by bccf
All right reserved. No part of this writting & pictures may be reproduced in any form or by any means, electronic or mechanical including photocopy, recording or any another information storage and retrieval system, without prior permission in writing from writer & photographer.