Auman Para Serigala
Teks & Foto : galih sedayu
“Gerbang Kerajaan Serigala”. Begitulah tajuk konser sekaligus peluncuran album perdana dari sebuah kelompok musik yang menamakan dirinya “Karinding Attack” atau Karat. Sungguh luar biasa bila kita menyimak dengan seksama konser musik ini, karena ruh yang menjadi bunyi dari pertunjukkan musik ini adalah berasal dari Karinding. Karinding itu sendiri sebenarnya adalah alat yang digunakan oleh para tetua (karuhun) untuk mengusir hama di persawahan dimana bunyinya yang low decible memiliki kemampuan untuk merusak konsentrasi hama. Karena ia mengeluarkan bunyi tertentu, maka disebutlah ia sebagai alat musik. Selain itu Karinding dimainkan pula dalam ritual atau upacara adat bahkan, konon juga digunakan oleh para kaum adam untuk merayu atau memikat hati wanita yang disukai. Tepatnya tanggal 13 Februari 2012, Karinding Attack membuktikan kepada dunia melalui pertunjukkan musik yang mereka gelar di Dago Tea House, Taman Budaya Jawa Barat, bahwa mereka mampu menghasilkan harmonisasi bunyi lewat alat musik nan sederhana yang berasal dari bumi sendiri. Suguhan konser yang mereka persembahkan sekaligus menjadi ungkapan syukur hari jadi Karat yang telah menginjak usia tiga tahun sekaligus menjadi sebentuk perlawanan bagi mereka untuk menyuarakan kritik sosial serta permasalahan keseharian kepada masyarakat. Oleh karenanya “Karat’ menjadi isu yang dipilih karena di sanalah sebenarnya kita dapat temukan arti tentang kebebasan, harapan, alam tempat kita bernaung, humor keseharian, hingga kekuatan sebuah solidaritas. Foto cerita ini setidaknya menjadi sebuah tonggak awal bagi saya untuk merekam perjalanan panjang Karinding Attack ke depan atas dasar sebuah kesadaran bahwa segala peristiwa yang mereka alami hanyalah terjadi sekali saja dan tak akan pernah terulang. Untuk itulah fotografi hadir membekukan.
Bandung, 14 Februari 2012
copyright (c) 2012 by galih sedayu
all right reserved. no part of this writting & pictures may be reproduced in any form or by any means, electronic or mechanical including photocopy, recording or any another information storage and retrieval system, without prior permission in writing from photographer.
Ruang Intim Kota
Foto & Teks : galih sedayu
Sebuah kota tentunya memiliki ruang-ruang bagi warganya. Bahkan sejatinya ruang tersebut tidak lah sendirian. Ruang-ruang itu layak disebut sebagai “mereka” karena seharusnya (mereka) hidup, bukan mati tanpa peristiwa. Mengaktifkan ruang-ruang publik yang ada di sebuah kota sudah selayaknya menjadi tanggung-jawab bersama. Karenanya sebuah perayaan perlu selalu dihadirkan sebagai salah satu upaya menghidupkan ruang publik. Salah satunya adalah (ruang) jalan. Jalan sesungguhnya memiliki makna sebagai suatu tempat yang dapat menghubungkan manusia satu dengan yang lain. Harapannya adalah jalan itu harus mempertemukan banyak manusia. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk merayakan sebuah kecintaan masyarakat terhadap kota melalui pemanfaatan jalan. Cara tersebut tidak harus melulu melalui aktivitas seni yang biasanya dilakukan oleh komunitas seniman pada umumnya. Hanya dengan aktivitas sederhana yakni “Makan”, sebuah jalan mampu disulap menjadi aktivitas yang sarat dengan simbol-simbol kreativitas. Adalah Keuken #2, sebuah perayaan kota melalui festival makanan selama sehari yang diberi tajuk “The Flavorsome Intimacy” yang diusung oleh komunitas Keuken Bandung. Dengan kampanye yang mereka usung yaitu “Reclaim the Street”, komunitas tersebut mencoba menjawab berbagai pertanyaan tentang isu penggunaan ruang publik di kota Bandung. Foto cerita ini adalah sebuah refleksi visual dan pesan personal dari realitas yang terjadi pada tanggal 26 Februari 2012 di jalan saparua Bandung. Di sanalah kita melihat bahwasanya ketika sebuah (ruang) jalan ditutup dan ditawarkan kepada warganya, saat itulah muncul berbagai energi baru yang siap untuk mengambil alih ruang-ruang yang mati. Kemudian mengisinya dengan ide-ide manusia. Agar sebuah kota tetap bergerak.
Bandung, 26 Februari 2012
copyright (c) 2012 by galih sedayu
all right reserved. no part of this writting & pictures may be reproduced in any form or by any means, electronic or mechanical including photocopy, recording or any another information storage and retrieval system, without prior permission in writing from photographer.
Underground Fight
Foto & Teks : galih sedayu
Tahun 1989 bisa disebut sebagai awal sejarah Komunitas Musik Metal di kota Bandung. Karena pada tahun itulah lahir sejumlah komunitas musik metal di daerah Ujung Berung. Karenanya Ujung Berung memiliki peran penting dan menjadi saksi pertumbuhan komunitas metal terbesar hingga saat ini di Indonesia. Komunitas Ujung Berung Rebels. Keringat perlawanan dan perjuangan mereka patut diacungi jempol karena berkat perjuangan mereka, industri musik metal di Indonesia semakin memiliki martabat dan mewarnai blantika musik tanah air. Pada tanggal 3-4 Februari 2012, komunitas Ujung Berung Rebels menginisiasi sebuah perhelatan musik metal di kota Bandung yang bernama “Rebel Nation” dengan tajuk Panceg Dina Galur. Foto cerita ini berusaha memvisualkan segala simbol, pesan dan realita yang terjadi pada saat festival komunitas musik metal tersebut dihelar. Tentunya dengan bahasa fotografi yang sederhana.
Bandung, 5 Februari 2012
copyright (c) 2012 by galih sedayu
all right reserved. no part of this writting & pictures may be reproduced in any form or by any means, electronic or mechanical including photocopy, recording or any another information storage and retrieval system, without prior permission in writing from photographer.
Teresa Irene | My Sister In Law | My Wife’s Sister

Puncak Bintang, Caringin Tilu, Bandung – 16 June 2017

Bumi Sangkuriang, Bandung – November 2016

Bosscha Observatory, Lembang – March 2016

Antonio de Blanco Museum, Ubud, Bali – 4 July 2015
Balangan Beach, Jimbaran, Bali – July 2015
Lovina Beach, Singaraja, Bali – July 2015
Maxi’s Restaurant, Bandung – 2015
Floating Market, Lembang – 2013
Home, Bandung – 2012
Copyright (c) by galih sedayu
All right reserved. No part of this pictures may be reproduced in any form or by any means, electronic or mechanical including photocopy, recording or any another information storage and retrieval system, without prior permission in writing from photographer.
cap go me portraits
copyright (c) 2012 by galih sedayu
all right reserved. no part of this writting & pictures may be reproduced in any form or by any means, electronic or mechanical including photocopy, recording or any another information storage and retrieval system, without prior permission in writing from photographer.

























































































