Archive for November 2024
Unsur Cahaya Dalam Membuat Karya Foto
Ada banyak cara untuk bercerita secara visual. Dalam ilmu fotografi, pencahayaan adalah salah satu elemen yang paling mendasar serta berpengaruh dalam bercerita secara visual.
Cahaya secara umum dapat membuat foto menjadi hidup atau gelap.
Ada tiga hal penting dalam pencahayaan sehingga dapat digabungkan untuk menciptakan sebuah cerita dalam foto.
ARAH CAHAYA : Bagaimana cahaya menerangi subyek foto melalui arah pencahayaan (depan, samping, atau belakang) akan berpengaruh terhadap tampilan dan nuansa visual foto.
INTENSITAS CAHAYA : Bagaimana cahaya menerangi subyek foto baik melalui pencahayaan keras (hard light) maupun pencahayaan lembut (soft light) akan berpengaruh terhadap suasana hati visual foto.
WARNA CAHAYA : Bagaimana cahaya menerangi subyek foto melalui bermacam rona (oranye, biru, hitam putih, dll) akan berpengaruh terhadap emosi visual foto.
Slide 2-6 : Kelas fotografi bersama para pelaku ekonomi kreatif di Kota Sorong yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Slide 7 : Berbagai contoh rumah adat suku papua
15-16 Maret 2024 – Kota Sorong, Papua Barat Daya







Model dan Rencana Aksi Pengembangan Kota Kreatif
Menumbuhkembangkan pohon ekosistem Kabupaten/Kota Kreatif tentunya diperlukan beberapa nutrisi tindakan yang menjadi “Quick Action” dimana “Leaderships Commitments” menjadi tanah pondasi utamanya.
Tindakan nyata apa saja yang diperlukan?
1) ROADMAP : Membuat dan menyusun PETA JALAN dari mulai identifikasi, strategi, dan implementasi untuk mendukung pengembangan kabupaten/kota kreatif.
2) POLICY : Membuat dan menyusun KEBIJAKAN dalam bentuk Peraturan Daerah dan Rencana Anggaran untuk mendukung pengembangan kabupaten/kota kreatif.
3) STAKEHOLDER : Membangun konektivitas dan pola kerjasama strategis dengan seluruh pemangku kepentingan terutama antara PEMERINTAH dan KOMUNITAS KREATIF untuk mendukung pengembangan kabupaten/kota kreatif
4) RESOURCE : Menyiapkan dan meningkatkan kualitas segala sumber daya terutama TALENTA dan PRODUK unggulan untuk mendukung pengembangan kabupaten/kota kreatif
5) CITY BRANDING : Membuat dan menyusun PENJENAMAAN KOTA berupa panduan manajemen destinasi dan promosi untuk mendukung pengembangan kabupaten/kota kreatif.
6) PLACEMAKING : Membangun dan menyiapkan CIPTA RUANG dalam bentuk penyediaan ruang-ruang kreatif dengan segala fasilitasnya untuk mendukung pengembangan kabupaten/kota kreatif.
7) EVENT : Menyelenggarakan sebuah EVENT baik skala nasional maupun internasional berupa Festival, Parade, Konferensi, atau Pameran untuk mendukung pengembangan kabupaten/kota kreatif.
8) EDUCATION : Menyiapkan LEMBAGA PENDIDIKAN baik formal maupun informal beserta kurikulumnya untuk mendukung pengembangan kabupaten/kota kreatif.
9) PARTNERSHIP : Membangun KEMITRAAN strategis dengan negara-negara yang telah masuk ke dalam Jejaring Kota Kreatif Dunia UNESCO untuk mendukung pengembangan kabupaten/kota kreatif.
Terima kasih Kota Cimahi atas sambutan hangatnya di Workshop KaTa Kreatif yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Selamat atas penetapan Kota Kreatif Cimahi sebagai Kota Film, Animasi dan Video dari Kemenparekraf. Selamat pula atas pembentukan Komite Ekonomi Kreatif Kota Cimahi. Kiranya komite ekraf ini bisa menjadi mitra strategis pemerintah untuk menjadi lumbung ide dan gagasan kreatif dalam menumbuhkembangkan Kota Cimahi sebagai kota kreatif.
4 April 2024 – Alam Wisata Cimahi (AWC), Kota Cimahi, Jawa Barat




Manfaat Cipta Ruang Bagi Kota Kreatif
Sebuah ruang yang memanfaatkan kreativitas akan membuat warga sebuah kota dapat melihat potensi serta peluang untuk meningkatkan kualitas hidup.
Karenanya keberadaan ruang-ruang yang difasilitasi dan diberi kemudahan akses oleh pemerintah serta dinyalakan melalui pelita kreativitas oleh warganya akan sangat memiliki manfaat bagi sebuah kota. Diantaranya adalah:
CONNECTIVITY : Menghubungkan dan memantik kreativitas warga dalam menghidupkan sebuah kota.
COMMUNITY : Menciptakan komunitas dengan kolaborasi yang positif dalam mendorong ekosistem kreatif sebuah kota.
PRODUCTIVITY : Meningkatkan budaya produktif warga dalam meningkatkan daya saing sebuah kota.
AUTHENTICITY : Menguatkan nilai otentik dan potensi lokal warga dalam membangun identitas sebuah kota.
SUSTAINABILITY : Melahirkan dampak ekonomi, sosial dan lingkungan bagi warga dalam menciptakan pembangunan keberlanjutan sebuah kota.
Slide 3: Bandung Creative Hub (BCH), Kota Bandung
Slide 4: Rumah Marga Tjhia, Kota Singkawang
Slide 5: Kerajaan Katolik Larantuka, Kabupaten Flores Timur
Slide 6: Kampung Adat Wologai, Kabupaten Ende
Slide 7: Samsara Living Museum, Kabupaten Karangasem
Slide 8: Benteng Kalamata, Kota Ternate
Slide 9: Pantai Kelapa Lima, Kota Kupang
Slide 10: Warga yang tengah bergembira di Taman Alun-Alun Bandung
“Karena ruang kota akan membentuk kita”









Komunitas Tangguh dan Daya Komunitas Bagi Kota Kreatif
Kekuatan Komunitas atau “Community Power” di sebuah kota adalah sebuah gagasan bahwa komunitas lokal harus mampu memiliki pengaruh dan kendali yang lebih besar terhadap pembangunan kota kreatif dan berkelanjutan. Gagasan “Community Power” ini tentunya menjadi alternatif dan menggugat Status Quo yang menyatakan bahwa Negara atau Pemerintah mempunyai kekuasaan paling besar dibandingkan dengan komunitas / masyarakat kota itu sendiri.
Mengapa Kekuatan Komunitas di sebuah Kota menjadi penting?
FUNDAMENTAL RIGHTS : Komunitas memiliki kekuatan untuk dapat menggunakan hak-hak dasar dalam bersuara dan berperan lebih besar dalam perencanaan pembangunan kota.
ORGANIC INTERACTIONS : Komunitas memiliki kekuatan untuk dapat saling terhubung dan berinteraksi secara organik dengan seluruh pemangku kepentingan sebuah kota.
EMPOWERMENT CATALIST : Komunitas memiliki kekuatan untuk menjadi katalisator dan penggerak bagi pemberdayaan masyarakat sebuah kota.
GREATER EQUALITY : Komunitas memiliki kekuatan untuk menjadi kunci utama menuju kesetaraan yang lebih besar perihal keadilan sebuah kota.
BUILDS RESILIENCE : Komunitas memiliki kekuatan untuk membangun ketahanan terhadap krisis ekonomi, sosial dan lingkungan sebuah kota.
Halal Bihalal ICCN 2024 – Komunitas Tangguh, Selasa 16 April 2024






Konsep dan Konektivitas Dalam Penyelenggaraan Event
Boleh saja bila ada yang beropini bahwa dalam menyelenggarakan sebuah event, CONCEPT dianggap menjadi yang sangat utama. Karena menurut mereka sebuah konsep itu dilahirkan dari himpunan ide dan kreativitas yang digagas oleh inisiator serta tim kreatif di belakangnya. Namun jangan lupa bahwa CONNECT menjadi isu yang perlu diperhatikan secara serius dalam menyelenggarakan sebuah event.
Bagaimana event yang kita buat dapat TERHUBUNG dengan orang-orang. Karena event adalah sebuah cara untuk menghimpun orang-orang serta menyediakan RUANG BERSAMA untuk saling berbagi dan berinteraksi. Oleh karena itu sebuah event sejatinya mampu menciptakan KONEKSI yang BERNILAI. Entah event yang kita buat bertujuan untuk mencari CUAN ataupun bahkan mampu menjadi PROBLEM SOLVER bagi sebuah permasalahan.
Seru-seruan bareng para sahabat yang turut menjadi nara sumber (Mas Aan @aanfikriyan dan Mas Arief @mybothsides) dalam Temu Wicara dengan topik “Branding & Manajemen Event” yang merupakan rangkaian program KOTA KITA hasil kolaborasi dari Kreasi Sukabumi dan Pemerintah Kota Sukabumi.
Nyala terus cahaya kota sukabumi…
25 Mei 2024 – Bale Jayaniti, Kota Sukabumi, Jawa Barat








Kota Kreatif Bukan Tentang Menghias Namun Otentisitas
Saat ini di Indonesia telah ada 5 Kota yang berhasil masuk ke dalam jejaring kota kreatif UNESCO (UCCN) yakni Kota Pekalongan sebagai “City of Craft & Folkarts” (2014) ; Kota Bandung sebagai “City of Design” (2015) ; Kota Ambon sebagai “City of Music” (2019) ; Kota Jakarta sebagai City of Literature (2021) ; dan Kota Surakarta sebagai City of Craft & Folkarts (2023).
Tahun 2025 nanti, pintu kesempatan bagi Kota dan Kabupaten di Indonesia untuk dapat bergabung dengan UCCN kembali terbuka. Tentunya melalui tahapan seleksi yang akan dilakukan oleh Panitia Seleksi Nasional yang telah dibentuk oleh Kemenparekraf/Baparekraf RI.
Namun perlu disadari dengan sungguh-sungguh, bahwa mempersiapkan Kota yang akan masuk ke dalam jejaring UCCN bukanlah tentang MENGHIAS kotanya, namun bagaimana kota tersebut dapat menggali OTENTISITAS yang dimilikinya. Sehingga fokus kota dalam mempersiapkan itu semua adalah membangun sebuah NILAI. Karenanya sangat penting bagi kota tersebut agar berupaya untuk membangun kebanggaan BUDAYA LOKAL, melahirkan INOVASI, memberikan ruang kepada kaum MINORITAS, menciptakan kesadaran perihal LINGKUNGAN, menumbuhkan TOLERANSI serta semangat INKLUSIF. Jadi mempersiapkan kota agar masuk ke dalam UCCN sesungguhnya bukanlah fokus kepada upaya MEMPERCANTIK diri secara tiba-tiba agar dapat dilihat oleh UNESCO.
Oleh karena itu setiap kota perlu melakukan AKSI STRATEGIS agar dapat memiliki kesempatan untuk masuk ke dalam UNESCO Creative Cities Network / UCCN. Dimana UCCN yang digagas sejak tahun 2004 sesuai dengan mandat UNESCO demi membangun budaya perdamaian dan pembangunan berkelanjutan ini mampu menjadi ruang bagi setiap kota untuk memainkan peran penting dalam pembangunan KOTA BERKELANJUTAN melalui BUDAYA dan KREATIVITAS.
KOTA KITA – 25-25 Mei 2024, Kota Sukabumi, Jawa Barat












