I'LL FOLLOW THE SUN

Love, Light, Live by galih sedayu

Foto Bisa Jadi Sumber Inspirasi

leave a comment »

Photography News about Photo Seminar at HURAKUS event of Unpad (Padjajaran University Online – 18th November 2009)
http://www.unpad.ac.id/berita/foto-bisa-jadi-sumber-inspirasi/

Foto Bisa Jadi Sumber Inspirasi

18 November 2009

Laporan oleh: Ratih Anbarini

[Unpad.ac.id, 18/11] Rata-rata masyarakat Indonesia lebih mudah mencerna sesuatu dalam bentuk gambar dibanding tulisan. Belum membudayanya kegemaran membaca menjadi salah satu penyebab mengapa foto atau gambar lebih disukai masyarakat Indonesia. Fotografi dianggap sebagai jawaban dalam membantu masyarakat memahami sesuatu karena foto atau gambar sesungguhnya mampu berbicara.

Galih Sedayu ketika memaparkan materi tentang fotografi (Foto: Tedi Yusup)

Galih Sedayu ketika memaparkan materi tentang fotografi (Foto: Tedi Yusup)

Hal tersebut disampaikan pegiat foto, Galih Sedayu, yang juga pengelola Air Photography Communication saat menjadi pembicara dalam “Photo Speak: Fotografi sebagai Fungsi Komunikasi” di Grha Sanusi Hardjadinata, Rabu (18/11). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara memperingati Dies Natalis ke-52 Unpad dalam Pekan Ilmiah Unpad 2009.

Menurut Galih, foto berfungsi sebagai pencitraan visual, di mana foto mampu merekam kembali realitas yang ada. Foto juga dianggap sebagai sumber inspirasi bagi masyarakat. Galih mencontohkan saat foto karya Joe Rosenthal pada 1945 tentang pengibaran bendera Amerika Serikat di Gunung Suribachi, Iwo Jima, Jepang menginspirasi sutradara Clint Eastwood berjudul Flag of Our Father. “Film itu membuktikan bahwa foto yang dihasilkan fotografer dapat menjadi sumber inspirasi bagi sutradara dalam menghasilkan sebuah karya,” ujar Galih.

Selain itu, ia menyebut bahwa foto juga berfungsi sebagai arsip peristiwa atau perekam sejarah. “Di Indonesia, kantor berita pertama IIPHOS yang didirikan oleh Mendur bersaudara mengabadikan peristiwa-peristiwa bersejarah, seperti proklamasi. Foto-fotonya masih ada hingga saat ini dan menjadi arsip sejarah bangsa kita di masa lampau,” katanya.

Dalam paparannya, Galih juga menjelaskan mengenai sejarah foto pertama di dunia yang dihasilkan Joseph-Nicephone Niepce melalui alat bernama heligraf pada 1839. Ia juga menjelaskan tentang awal mula masuknya foto di Indonesia yang diperkenalkan oleh dua warga Inggris dan menjadi tonggak sejarah pendokumentasian di Indonesia. Saat itu, foto-foto yang dihasilkan masih bewarna hitam putih.

Dijelaskan Galih bahwa seiring waktu, foto tidak lagi berfungsi sebagai media visual semata, melainkan telah berfungsi sebagai media informasi, pesan, dan harapan. Melalui foto, kata Galih, masyarakat dapat menangkap makna yang terkandung di dalamnya. “Saya pernah punya pengalaman, ketika memotret kawasan cekungan Bandung yang kondisi sudah cukup memprihatinkan. Foto tersebut dipajang dalam pameran dan disaksikan oleh pejabat pemerintah. Setelah melihat foto tersebut, kawasan itu pun akhirnya dipagari,” ungkap Galih.

Galih menilai bahwa memproduksi foto yang menarik harus dilandaskan pada tiga hal penting. Pertama, foto harus sesuai dengan tema. Kedua, ide menarik dan berbeda, dan ketiga, melakukan eksekusi akhir. Ia juga menyarankan agar sebelum memotret sebaiknya sang fotografer memahami latar belakang objek yang akan diambilnya. “Misalnya, kita ingin memotret kehidupan kampung naga. Lebih baik kita membaca literatur tentang kampung naga, sehingga kita mengetahui latar belakangnya dan lebih mudah mencari sisi menarik,” saran Galih.

Lomba Foto
Selain seminar, dalam kegiatan itu diumumkan pula pemenang Lomba Foto KKNM 2009. Foto berjudul “Sekolahku Malang, Tempatku Menuntut Ilmu” karya Ice Kusumaningrum menjadi Juara I yang mendapat hadiah sebesar Rp 1.000.000. Sementar Juara II diraih oleh Oginawa Ramadhan dengan karyanya berjudul “Along The Way”. Foto berjudul “Ramai-Ramai Menggosok Gigi” karya Ihsan Raharjo meraih tempat ketiga. Ketiganya merupakan mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi.

Sementara juara favorit diraih Polimobin Andalas dari Fakultas Geologi dengan karyanya berjudul “Perjuangan Menuju Sekolah”. Penyerahan hadiah kepada para pemenang dilakukan oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unpad, Prof. Oekan S. Abdoellah, M.A., Ph.D. (eh)*

Advertisements

Written by Admin

February 27, 2010 at 3:34 pm

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: