I'LL FOLLOW THE SUN

Love, Light, Live by galih sedayu

Archive for the ‘Mengintip Penang, Mengetuk George Town’ Category

Mengintip Penang, Mengetuk George Town

with 2 comments

Teks & Foto : galih sedayu

Ada yang menarik dari Pulau Penang yang terletak di barat laut Semenanjung Malaysia. Selain menyimpan harta karun berupa bangunan-bangunan bersejarah yang masih terawat dengan baik, kita dapat merasakan energi kreatif yang hadir di pulau seluas 293 kilometer persegi tersebut. Meskipun Penang terpisah dari daratan utama negeri jiran, namun pulau ini terhubung oleh Jembatan Pulau Pinang (Penang Bridge) yang membentang sepanjang 13 kilometer. George Town adalah ibukota Penang. Letaknya sekitar 15 kilometer dari Penang International Airport atau yang biasa disebut dengan nama Bayan Lepas. Seperti kita tahu, bahwa Malaysia dulu adalah bekas wilayah jajahan Inggris. George Town sendiri diadopsi dari nama Raja Inggris yakni George William Frederick atau King George III. Tak heran kota yang banyak memiliki arsitektural kolonial inggris tersebut diakui oleh masyarakat internasional sebagai situs warisan dunia UNESCO pada tahun 2008.

Bersama para sahabat dari Bandung Creative City Forum (BCCF), saya berkesempatan menginjakkan kaki di Penang untuk menghadiri undangan dari George Town Festival, Think City dan Southeast Asian Creative Cities Network. George Town Festival (GTF) sendiri merupakan rangkaian perayaan seni & budaya yang mengusung isu perihal industri kreatif dan berlangsung selama 30 hari penuh di bulan agustus 2014 dengan Penang sebagai pusatnya. Tahun ini adalah pelaksanaan GTF yang ke-5 yang berisikan rangakaian aktivitas dari mulai kolaborasi ide kreatif, ekspresi seni eksperimental, pertunjukkan seni tradisional & kontemporer, unjuk gigi komunitas lokal dan instalasi publik. Misi GTF adalah menjadi platform bagi seni & budaya di asia tenggara dengan fokus pada perspektif keunikan George Town.

Di Penang saya mendapatkan kartu kecil yang bertuliskan “Treat Others As You Would Like To Be Treated”. Isinya merupakan filosofi singkat nan sederhana dari berbagai agama dan kepercayaan yang berkembang di sana. Diantaranya Indigenous Spiritualities, Hinduism, Confucianism, Buddhism, Judaism, Chritianity, Islam, Sikhism dan Baha’i. Dari sanalah saya menilai bahwa masyarakat Penang sangat menjunjung tinggi toleransi beragama. Karena di sanalah hidup berdampingan warga dari berbagai bangsa, ras dan kepercayaan. Barangkali perbedaanlah yang membuat mereka menjadi satu jiwa. Ruang-ruang publik yang ada di kawasan George Town dijadikan sebagai kanvas kosong yang kemudian dilukis oleh komunitas dan pendatang dengan kuas kreativitasnya masing-masing. Jalan, tembok, gedung tua, cafe dan berbagai area publik menjadi elemen identitas dan estetika kota yang sangat visual dan memanjakan mata. Bila melihat Penang dan George Town Festival tersebut, rasanya perlu disadari bahwa sesungguhnya kita sebagai wargalah yang dapat membawa kehidupan sebuah kota.

Penang, 1-4 Agustus 2014

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

galih sedayu

copyright (c) 2014 by galih sedayu 
all right reserved. no part of this pictures may be reproduced in any form or by any means, electronic or mechanical including photocopy, recording or any another information storage and retrieval system, without prior permission in writing from photographer.

 

Advertisements

Written by Admin

August 5, 2014 at 6:27 am